IHSG Naik ke Level 7.102, Asing Justru Lepas Saham Perbankan

IHSG Naik ke Level 7.102, Asing Justru Lepas Saham Perbankan
IHSG

JAKARTA – Meskipun IHSG menguat pada sesi pertama perdagangan Rabu, investor asing tetap mencatatkan net sell sebesar Rp446,9 miliar dengan fokus penjualan pada saham perbankan.

Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan sikap antara pelaku pasar domestik dan global dalam menyikapi pergerakan pasar modal di tanah air.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 45,62 poin atau 0,65% pada perdagangan sesi pertama Rabu (6/5) ke level 7.102,72.

Kenaikan ini membawa optimisme di lantai bursa meskipun dinamika pelepasan aset oleh pihak luar masih berlangsung cukup masif.

Nilai total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp10,47 triliun pada tengah hari ini.

Jumlah tersebut setara dengan 61% dari total nilai transaksi yang terjadi pada perdagangan hari Selasa sebelumnya.

Volume saham yang diperdagangkan oleh para investor terpantau sangat aktif dengan mencapai 22,57 miliar lembar.

Tingginya volume perdagangan ini mencerminkan antusiasme pasar dalam merespons berbagai sentimen ekonomi yang sedang berkembang.

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona hijau, dipimpin oleh sektor transportasi yang mencatat kenaikan signifikan sebesar 2,28%.

Kenaikan sektor perhubungan ini menjadi penopang utama yang menjaga indeks tetap berada di teritori positif hingga penutupan sesi.

Sementara itu, saham-saham dari sektor keuangan cenderung bergerak stagnan dan mengalami tekanan jual yang cukup terasa.

Kondisi tersebut menyebabkan indeks sektoral IDXFINANCE harus rela terkoreksi turun sebesar 0,87% di tengah penguatan indeks utama.

Meskipun IHSG menguat seperti mayoritas indeks saham di kawasan Asia Pasifik, aksi jual investor asing tetap dominan.

Para pelaku pasar luar negeri tersebut mencatatkan net sell atau penjualan bersih total senilai Rp446,9 miliar.

Saham konglomerasi dari Grup Barito mencatat net sell tertinggi pada paruh pertama hari perdagangan ini.

Selain itu, tekanan jual juga menyasar sejumlah saham bank berkapitalisasi pasar jumbo yang biasanya menjadi buruan utama asing.

Sedangkan untuk sisi sebaliknya, saham sektor energi hingga konsumer justru mulai diakumulasi kembali oleh investor asing.

Berikut rincian data Top 5 Net Foreign Sell pada sesi pertama Rabu yang dipimpin oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp139,32 miliar.

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp88,69 miliar.

Kemudian terdapat PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp71,46 miliar dan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp58,15 miliar.

Peringkat kelima dalam daftar jual asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp37,87 miliar.

Sementara untuk Top 5 Net Foreign Buy dipimpin oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan nilai Rp44,48 miliar.

Diikuti oleh PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp27,55 miliar dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp26,96 miliar.

Lalu terdapat PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp24,37 miliar serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp22,12 miliar.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 337 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga yang cukup positif.

Sementara itu, terdapat 240 saham yang mengalami pelemahan harga dan sebanyak 194 saham lainnya terpantau bergerak stagnan.

Partisipasi aktif dari investor lokal tampaknya menjadi kunci utama yang menahan laju penurunan akibat aksi ambil untung asing.

Pasar akan terus memantau apakah tren penguatan ini mampu bertahan hingga sesi penutupan sore hari nanti atau justru berbalik arah.

Disiplin dalam mengelola portofolio sangat disarankan bagi para trader di tengah fluktuasi harga saham perbankan yang cukup dinamis.

Perkembangan ekonomi regional Asia Pasifik juga diprediksi masih akan memberikan warna pada arah pergerakan indeks ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index