IHSG Bergairah di Level 7.057, Cek Deretan Saham Incaran Asing

IHSG Bergairah di Level 7.057, Cek Deretan Saham Incaran Asing
ILUSTRASI INDEX SAHAM

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat di level 7.057,11 pada perdagangan Selasa lalu seiring dengan aksi beli bersih asing di beberapa saham.

Meskipun investor asing secara keseluruhan masih melakukan penjualan bersih, beberapa emiten justru menjadi primadona dan diserbu oleh pemodal luar negeri.

Pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), indeks ditutup melesat 1,22% ke level 7.057,11.

Capaian positif ini menandai keberhasilan indeks dalam mempertahankan posisinya di zona hijau selama dua hari berturut-turut.

Aktivitas pasar terlihat sangat ramai dengan nilai transaksi yang menyentuh angka Rp23,9 triliun.

Perdagangan tersebut melibatkan sekitar 43,92 miliar lembar saham yang berpindah tangan dalam 2,42 juta kali frekuensi transaksi.

Statistik menunjukkan sebanyak 342 saham mengalami kenaikan harga, sementara 314 saham lainnya tercatat mengalami penurunan.

Sisanya, sebanyak 163 saham terpantau tidak bergerak atau stagnan hingga akhir sesi perdagangan tersebut.

Investor asing terpantau masih gencar melakukan penjualan bersih, tembus Rp518,39 miliar di seluruh pasar.

Secara rinci, aksi jual ini sebesar Rp317,94 miliar terjadi di pasar reguler dan sebesar Rp200,44 miliar di pasar negosiasi serta tunai.

Di samping tekanan jual tersebut, terdapat sejumlah saham yang paling banyak masuk keranjang beli asing.

Data pasar menunjukkan bahwa sektor perbankan dan infrastruktur masih memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi modal internasional.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memimpin daftar dengan nilai net foreign buy mencapai Rp244,52 miliar.

Angka ini menegaskan posisi BBRI sebagai salah satu instrumen favorit asing saat pasar sedang mengalami penguatan.

Selanjutnya, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) juga mencatatkan minat beli asing yang cukup besar yakni Rp138,09 miliar.

Perusahaan konglomerasi ini menjadi pilihan utama kedua setelah sektor perbankan pada sesi perdagangan Selasa tersebut.

Sektor properti dan pariwisata juga tidak luput dari perhatian dengan masuknya saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) sebesar Rp50,75 miliar.

Selain itu, PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) juga berhasil menarik dana asing dengan nilai transaksi bersih sebesar Rp44,75 miliar.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turut melengkapi daftar bank besar yang diborong dengan nilai Rp28,84 miliar.

Kehadiran BBNI menunjukkan bahwa sektor keuangan masih menjadi pilar kepercayaan bagi para pemodal dari luar negeri.

Di sektor energi dan infrastruktur pendukung, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp28,40 miliar.

Menyusul di belakangnya adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) yang berhasil mengantongi dana asing senilai Rp24,55 miliar.

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga tercatat masuk dalam daftar sepuluh besar dengan nilai beli Rp22,75 miliar.

Eksistensi emiten tambang besar ini membuktikan minat asing pada sektor komoditas unggulan Indonesia tetap terjaga.

Dua saham lainnya yang menutup deretan sepuluh besar adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) sebesar Rp22,64 miliar.

Terakhir, emiten PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp18,78 miliar.

Penyebaran dana asing di berbagai sektor ini mencerminkan adanya diversifikasi strategi yang dilakukan oleh investor luar negeri.

Meskipun secara total pasar masih mencatatkan net sell, konsentrasi pembelian pada saham-saham ini memberikan optimisme tersendiri bagi pelaku pasar lokal.

Penguatan IHSG yang didukung volume transaksi besar diharapkan dapat menjadi landasan untuk pergerakan yang lebih stabil ke depan.

Investor kini menantikan apakah tren akumulasi pada sepuluh saham ini akan berlanjut pada sesi perdagangan berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index