Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Dow Jones di Tengah Penurunan Harga Minyak

Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Dow Jones di Tengah Penurunan Harga Minyak
Selat Hormuz

JAKARTA – Dow Jones futures menunjukkan penguatan signifikan setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menunda operasi kapal di Selat Hormuz demi kemajuan perjanjian dengan Iran.

Sentimen positif ini muncul secara tiba-tiba dan memberikan napas lega bagi para pelaku pasar di bursa Amerika Serikat.

"President Donald Trump 'paused' the effort to move ships through the Strait of Hormuz, citing 'Great Progress' toward an Iran deal," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah mengejutkan ini langsung direspons oleh pasar berjangka dengan kenaikan pada indeks S&P 500 dan Nasdaq yang bergerak menghijau.

Presiden menyatakan melalui platform Truth Social bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan yang lengkap dan final.

Penundaan operasi militer yang dinamakan Project Freedom tersebut segera meredakan kekhawatiran pelaku pasar akan gangguan pasokan energi global.

Harga minyak mentah dunia pun terpantau mengalami penurunan cukup tajam sebagai dampak dari meredanya ketegangan di wilayah Timur Tengah.

Nilai minyak mentah AS jatuh lebih dari 1% hingga sempat menyentuh angka di bawah level US$101 per barel.

Selain faktor geopolitik, laporan kinerja keuangan dari sektor teknologi juga menjadi penggerak utama pasar pada malam tersebut.

Beberapa emiten besar mencatatkan hasil yang beragam namun tetap memberikan pengaruh kuat pada indeks sektoral.

"Advanced Micro Devices (AMD), Astera Labs (ALAB), Lumentum Holdings (LITE) and Arista Networks (ANET) headlined a big night of earnings," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

AMD tercatat melonjak pada perdagangan semalam setelah merilis laporan yang melampaui ekspektasi serta menaikkan panduan kinerja masa depan.

Kenaikan ini terjadi meskipun posisi saham pembuat chip tersebut sebenarnya sudah berada dalam kondisi yang cukup jenuh beli.

Sementara itu, Astera Labs juga mengalami penguatan solid setelah berhasil menembus titik beli atau buy point pada sesi perdagangan terakhir.

Namun, tidak semua emiten teknologi merasakan sentimen positif yang sama dari rilis kinerja kuartalan mereka.

Arista Networks justru mengalami tekanan jual pada perdagangan semalam hingga terancam jatuh di bawah titik beli yang sebelumnya telah tercapai.

Lumentum Holdings pun mencatatkan penurunan tipis meskipun mereka telah memberikan panduan masa depan yang sebenarnya cukup kuat.

Di sisi lain, laporan mengenai komitmen Anthropic untuk membeli perangkat keras dari Google memberikan dampak pada pergerakan saham induk Alphabet.

Anthropic dilaporkan berkomitmen untuk membeli chip dan komputasi awan Google senilai US$200 miliar untuk mendukung operasional mereka.

Kabar ini membuat saham Alphabet dan Broadcom sedikit menguat karena adanya potensi pendapatan jangka panjang yang masif.

Reli pasar saham secara keseluruhan memang sedang berada dalam tren yang sangat kuat dengan pencapaian rekor-rekor baru.

Nasdaq composite dan Russell 2000 yang berisi saham berkapitalisasi kecil berhasil mencetak level tertinggi baru pada sesi Selasa lalu.

Penurunan harga minyak mentah menjadi katalis tambahan yang memberikan dukungan bagi penguatan pasar secara luas di berbagai sektor.

Imbal hasil Treasury 10-tahun juga terpantau turun tiga basis poin menjadi 4,415% yang menguntungkan bagi pertumbuhan saham teknologi.

Meski demikian, investor tetap diingatkan bahwa pergerakan pasar berjangka tidak selalu mencerminkan kondisi perdagangan yang akan terjadi esok hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index