Update Pasar Saham IHSG Berpotensi Koreksi, Analis Soroti Saham AKRA

Update Pasar Saham IHSG Berpotensi Koreksi, Analis Soroti Saham AKRA
ILUSTRASI IHSG

JAKARTA – Laju IHSG hari ini diprediksi akan mengalami koreksi teknis setelah sempat menguat, namun sejumlah saham seperti AKRA tetap menarik untuk dicermati investor. Pergerakan indeks ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen menuju posisi 6.971,95.

Saat ini fokus pelaku pasar masih tertuju pada pergerakan modal asing serta aktivitas investor di pasar domestik. Meskipun kondisi global mulai menunjukkan tanda perbaikan, dinamika pasar lokal tetap menjadi penentu arah gerak indeks.

Cetro Trading Insight memandang bahwa situasi pasar saat ini memberikan indikasi adanya sinyal koreksi dalam jangka pendek. Namun demikian, jalur perbaikan jangka panjang tetap terbuka jika terdapat sentimen positif dari kebijakan pemerintah.

Berdasarkan analisis teknikal, titik aman atau support IHSG saat ini diprediksi berada pada kisaran angka 6.850 hingga 6.900. Di sisi lain, area resistansi diproyeksikan akan menguji level psikologis pada rentang 7.000 sampai 7.090.

Likuiditas pasar serta kabar terbaru dari kinerja emiten-emiten besar akan sangat mempengaruhi fluktuasi indeks sepanjang hari. Para trader disarankan untuk terus mengamati pembentukan pola harga demi mengantisipasi perubahan tren secara mendadak.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Fanny Suherman yang merupakan analis dari pihak BNI Sekuritas. Beliau menyebutkan bahwa IHSG berpotensi mengalami pelemahan atau terkoreksi pada sesi perdagangan hari Selasa ini.

Dalam tinjauan tersebut, terdapat enam saham pilihan yang mendapatkan sorotan khusus sebagai bahan pertimbangan investasi. Emiten-emiten tersebut meliputi AKRA, CDIA, INDY, ENRG, BULL, dan juga perusahaan energi MEDC.

Daftar rekomendasi ini disusun untuk membantu para pelaku pasar dalam memetakan strategi perdagangan jangka pendek. Langkah tersebut dilakukan agar keputusan investasi tetap sejalan dengan volatilitas pasar yang sedang berlangsung.

Untuk saham CDIA, investor disarankan melakukan aksi Buy on Weakness dengan memperhatikan area beli di harga Rp1.000 hingga Rp1.050. Guna membatasi risiko kerugian, level cut loss dapat ditetapkan apabila harga turun ke bawah Rp1.000.

Target keuntungan terdekat untuk saham CDIA diproyeksikan berada pada rentang harga Rp1.070 sampai dengan Rp1.100. Strategi ini memanfaatkan momentum pembalikan harga setelah saham tersebut mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Saham AKRA juga masuk dalam daftar Buy on Weakness dengan penempatan area beli di kisaran Rp1.530 hingga Rp1.550. Level pengaman atau cut loss disarankan berada di bawah Rp1.520 untuk menjaga modal tetap terproteksi.

Target harga untuk saham AKRA dalam jangka pendek diharapkan mampu mencapai level Rp1.600 hingga Rp1.660 per lembar. Rencana trading ini disusun berdasarkan pengujian level teknikal dan peluang rebound yang cukup terbuka lebar.

Bagi mereka yang menyukai gaya agresif, saham INDY direkomendasikan masuk dalam kategori Spec Buy. Area beli yang disarankan berada pada posisi Rp3.650 sampai Rp3.700 dengan batasan risiko di bawah Rp3.640.

Saham INDY ditargetkan bisa menyentuh angka Rp3.720 hingga Rp3.770 dalam rentang waktu perdagangan yang relatif cepat. Pendekatan ini sangat bergantung pada aspek likuiditas saham untuk mencapai target profit yang telah ditentukan.

Emiten ENRG juga masuk dalam radar Spec Buy dengan wilayah pembelian di rentang Rp1.680 hingga Rp1.710. Investor perlu mewaspadai pergerakan harga dan melakukan cut loss jika saham turun melewati level Rp1.670.

Adapun target harga untuk emiten energi ini dipatok pada level Rp1.735 sampai Rp1.760 per unit saham. Strategi pada saham ENRG ini mencoba menangkap potensi kenaikan harga di tengah volatilitas sektor energi yang moderat.

Selanjutnya, saham BULL direkomendasikan melalui metode Buy on Weakness dengan titik masuk di Rp490 hingga Rp505. Level untuk keluar demi membatasi kerugian disarankan berada tepat di bawah harga Rp486.

Target terdekat bagi saham BULL berada pada kisaran Rp520 sampai dengan Rp535 sesuai dengan analisis momentum yang ada. Penekanan utama pada saham ini adalah memanfaatkan rentang perdagangan yang likuid setelah fase tekanan teknis.

Terakhir, emiten MEDC disarankan untuk Buy on Weakness dengan area akumulasi di level Rp1.685 sampai Rp1.720. Batasan cut loss harus diperhatikan secara disiplin apabila harga terkoreksi hingga di bawah Rp1.655.

Potensi penguatan atau target harga MEDC berada pada rentang Rp1.770 hingga Rp1.820 untuk memaksimalkan keuntungan dari momentum positif. Keseluruhan strategi ini dibuat agar profil risiko investor tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar modal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index