Krom Bank

Krom Bank Catat Lonjakan Kredit Channeling Signifikan Bulan Februari 2026

Krom Bank Catat Lonjakan Kredit Channeling Signifikan Bulan Februari 2026
Krom Bank Catat Lonjakan Kredit Channeling Signifikan Bulan Februari 2026

JAKARTA - PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran kredit pada Februari 2026. 

Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh kanal utama penyaluran, yaitu skema kredit channeling. Skema ini menjadi andalan Krom Bank karena memungkinkan penyaluran kredit secara efisien melalui lembaga perantara yang telah terverifikasi, sehingga risiko lebih terkontrol dan akses ke end user lebih luas.

Direktur Keuangan Krom Bank Alvin James Kurniawan menyampaikan, kredit channeling mencapai Rp 8,73 triliun pada Februari 2026, meningkat 119% secara tahunan (YoY). 

Pertumbuhan luar biasa ini menunjukkan efektivitas strategi channeling dalam memperluas penetrasi kredit ke segmen yang lebih luas, khususnya masyarakat yang memerlukan pembiayaan produktif dan ritel.

"Penyaluran kredit melalui channeling akan terus menjadi kanal utama kami untuk mendorong pertumbuhan kredit. Ini membuktikan efektivitas kerja sama dengan mitra yang kompeten," ujar Alvin.

Skema Kredit Channeling dan Mitra Strategis

Kredit channeling merupakan mekanisme di mana bank menyalurkan kredit kepada penerima akhir melalui lembaga perantara. Bank menetapkan syarat, ketentuan, dan batasan risiko, sementara lembaga perantara menyalurkan dana kepada end user sesuai aturan bank. Sistem ini terbukti efisien karena bank dapat menjangkau lebih banyak nasabah tanpa menambah beban operasional langsung.

Hingga saat ini, Krom Bank menyalurkan kredit channeling melalui dua mitra utama:

PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo)

PT FinAccel Digital Indonesia (KrediFazz)

Alvin menekankan, Krom Bank akan tetap melanjutkan kerja sama dengan mitra yang ada, sambil membuka peluang bagi penambahan mitra baru. Strategi ini diharapkan meningkatkan penetrasi kredit ke berbagai segmen, terutama UMKM dan pembiayaan produktif, yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Pertumbuhan Kredit Keseluruhan

Selain melalui channeling, pertumbuhan kredit Krom Bank secara keseluruhan juga menunjukkan tren positif. Sampai Februari 2026, total kredit bank tercatat Rp 9,37 triliun, meningkat 102% YoY. Hal ini menegaskan bahwa fokus pada segmen yang prospektif dan risiko terkelola baik menghasilkan kinerja yang kuat.

Segmen prioritas Krom Bank meliputi:

UMKM, yang memiliki potensi ekspansi signifikan dan kontribusi terhadap ekonomi lokal

Kredit konsumsi produktif, yang mendukung kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro

Pembiayaan ritel, yang aman dengan prospek pertumbuhan stabil

Alvin menyatakan, penyaluran kredit pada segmen-segmen ini tidak hanya memperluas portofolio bank tetapi juga menjaga kualitas aset agar risiko tetap terkontrol.

Strategi Digital Mendukung Penyaluran Kredit

Selain mengoptimalkan channeling, Krom Bank juga menyalurkan kredit secara langsung melalui produk pinjaman digital. Layanan ini tersedia melalui aplikasi Krom atau platform Krom Kredit, yang memudahkan nasabah mengakses pembiayaan tanpa harus datang ke cabang bank.

Keunggulan pinjaman digital antara lain:

Pengajuan cepat dan praktis

Integrasi data transparan dengan sistem Krom Bank

Kemudahan monitoring pembayaran oleh nasabah dan bank

Strategi ganda ini memungkinkan Krom Bank menjangkau lebih banyak nasabah, meminimalkan risiko kredit macet, dan mempertahankan pertumbuhan yang sehat.

Prospek Tahun 2026

Melihat pencapaian awal Februari 2026, Krom Bank optimistis pertumbuhan kredit akan berlanjut sepanjang tahun. Pengembangan kanal channeling dan digital menjadi pendorong utama, khususnya bagi segmen UMKM dan konsumsi produktif.

Alvin menambahkan, kerja sama solid dengan mitra dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kombinasi efektif untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses kredit, serta mengelola risiko portofolio secara optimal.

"Channeling terbukti efektif mendistribusikan kredit tanpa mengorbankan kualitas. Tahun ini, kami akan memperluas jaringan mitra dan mengoptimalkan platform digital untuk mendukung pertumbuhan," kata Alvin.

Dampak Positif terhadap Ekonomi dan UMKM

Pertumbuhan kredit channeling membawa dampak positif bagi perekonomian, terutama sektor UMKM. Akses pembiayaan yang mudah dan cepat memungkinkan UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, kredit produktif dan ritel yang disalurkan melalui channeling maupun digital mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha, menambah konsumsi, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Tantangan dan Mitigasi Risiko

Meski pertumbuhan positif, Alvin mengakui ada tantangan, termasuk risiko kredit macet, volatilitas ekonomi, dan persaingan perbankan. Untuk mitigasi, Krom Bank melakukan:

Seleksi ketat mitra channeling

Pengawasan kualitas portofolio secara intensif

Peningkatan kapasitas sistem digital untuk monitoring transaksi

Langkah-langkah ini memastikan pertumbuhan kredit tetap sehat, berkelanjutan, dan aman bagi bank maupun nasabah.

Kredit channeling terbukti menjadi pilar utama pertumbuhan Krom Bank pada Februari 2026, dengan kenaikan 119% YoY. Dukungan mitra terpercaya, pengembangan digital, dan fokus pada segmen UMKM serta konsumsi produktif menjadi faktor kunci keberhasilan.

Kombinasi strategi channeling dan digital memungkinkan Krom Bank memperluas akses pembiayaan, menjaga kualitas portofolio, serta mengelola risiko secara efektif. Pertumbuhan positif ini diyakini akan berlanjut sepanjang 2026, mendukung pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat melalui akses kredit yang lebih luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index