PIHPS

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp68.100 Per Kilogram Hari Ini

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp68.100 Per Kilogram Hari Ini
PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp68.100 Per Kilogram Hari Ini

JAKARTA - Perkembangan harga pangan nasional kembali menjadi perhatian publik seiring fluktuasi yang terjadi di sejumlah komoditas utama. 

Perubahan harga ini tidak hanya berdampak pada pola konsumsi masyarakat, tetapi juga memengaruhi kestabilan ekonomi rumah tangga, terutama setelah momen besar seperti Lebaran. 

Oleh karena itu, informasi terkini mengenai harga bahan pokok menjadi sangat penting sebagai acuan dalam mengatur pengeluaran sehari-hari.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah tembus Rp68.100 per kilogram (kg), sedangkan daging ayam ras Rp40.500 per kg.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga pada beberapa komoditas yang cukup sering digunakan oleh masyarakat. Cabai rawit merah, misalnya, menjadi salah satu bahan yang hampir selalu hadir dalam masakan sehari-hari sehingga kenaikannya sangat terasa.

Rincian Harga Komoditas Bawang dan Beras

Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026 pukul 09.20 WIB, selain daging ayam dan cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp50.100 per kg, bawang putih Rp43.400 per kg.

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp15.350 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.950 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp16.300 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp16.450 per kg.

Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.700 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.650 per kg.

Harga beras yang relatif stabil di berbagai kategori kualitas menunjukkan bahwa komoditas ini masih berada dalam kondisi yang cukup terkendali. Hal ini penting mengingat beras merupakan bahan pangan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Harga Cabai dan Daging Jadi Perhatian Utama

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp45.150 per kg, cabai merah keriting Rp45.950 per kg, dan cabai rawit hijau Rp39.850 per kg.

Kemudian, daging sapi kualitas I Rp145.000 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp137.850 per kg.

Kenaikan harga cabai, khususnya cabai rawit merah, menjadi sorotan utama karena komoditas ini memiliki peran penting dalam kebutuhan dapur sehari-hari. Harga yang tinggi dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat dan mendorong perubahan dalam penggunaan bahan alternatif.

Di sisi lain, harga daging sapi yang masih tinggi menunjukkan bahwa komoditas protein hewani ini tetap menjadi salah satu bahan pangan dengan harga relatif mahal. Hal ini juga berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat.

Komoditas Pendukung: Gula, Minyak Goreng, dan Telur

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.600 per kg, gula pasir lokal Rp18.400 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp20.400 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp23.200 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.800 per liter.

Selain itu, PIHPS juga mencatat harga komoditas telur ayam ras Rp32.000 per kg.

Komoditas-komoditas tersebut merupakan bagian penting dalam kebutuhan sehari-hari masyarakat. Stabilitas harga pada sektor ini sangat berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga secara keseluruhan.

Pentingnya Informasi Harga Pangan bagi Masyarakat

Ketersediaan data harga pangan yang akurat dan terkini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam merencanakan kebutuhan sehari-hari. Dengan mengetahui perkembangan harga, masyarakat dapat mengatur anggaran dengan lebih baik serta mengantisipasi kenaikan harga pada komoditas tertentu.

Selain itu, data ini juga dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam menentukan strategi distribusi dan penjualan. Informasi yang transparan akan membantu menciptakan pasar yang lebih stabil dan efisien.

Fluktuasi harga yang terjadi menunjukkan bahwa sektor pangan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pasokan, distribusi, hingga permintaan. Oleh karena itu, pemantauan secara berkala menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan pasar.

Dengan adanya informasi dari PIHPS, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola konsumsi serta menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi harga yang berlaku di pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index