JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, pemakaian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mulai meningkat.
Diperkirakan sekitar 23 ribu kendaraan listrik akan digunakan pemudik pada Idulfitri 1447 H, naik 1,6 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Untuk memastikan perjalanan mudik aman, nyaman, dan efisien, PT PLN (Persero) menyiapkan infrastruktur pengisian daya yang memadai di seluruh jalur mudik strategis Sumatera, Jawa, dan Bali.
Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Menurutnya, pengalaman mudik dengan EV harus nyaman dan bebas hambatan.
“Kami memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di seluruh jalur mudik utama. PLN telah menyiapkan ribuan SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran,” ujarnya.
Kesiapan Infrastruktur SPKLU
PLN menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik strategis seluruh Indonesia. Dari jumlah ini, sebanyak 1.681 unit SPKLU berada di 994 titik jalur mudik utama Sumatera–Jawa–Bali, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan penambahan ini, jarak antar SPKLU rata-rata hanya 22 km, memudahkan pengendara EV menemukan fasilitas pengisian daya saat perjalanan panjang.
Selain fasilitas tetap, PLN menyiagakan lebih dari 5.000 personel yang bekerja 24 jam dengan sistem shift. Mereka bertugas memastikan SPKLU beroperasi optimal, membantu pengguna yang membutuhkan panduan, dan menangani kendala teknis.
Sebagai tambahan fleksibilitas, PLN menempatkan 15 unit SPKLU Mobile di exit tol strategis. Unit bergerak ini bersifat borderless, bisa berpindah antar kota maupun provinsi, membantu kendaraan listrik yang kehabisan daya di tengah perjalanan.
Penambahan SPKLU Berkapasitas Tinggi
PLN menambah 149 unit SPKLU berkapasitas tinggi 180–200 kW di jalur mudik dan lokasi strategis. Sebanyak 54 unit telah terpasang sejak Desember 2025, sedangkan sisanya akan menyusul menjelang periode mudik. Penambahan ini mempercepat pengisian daya, mengurangi antrean, dan meningkatkan efisiensi perjalanan.
Selain itu, penguatan dilakukan di koridor penting seperti jalur selatan Jawa, penghubung utara–selatan Pulau Jawa, Tol Medan–Binjai, dan Tol Medan–Pematang Siantar.
Langkah ini memungkinkan kendaraan listrik menempuh perjalanan jauh dengan lebih nyaman, sekaligus meminimalkan waktu tunggu di titik padat.
SPKLU Center Sebagai Pusat Pengisian
PLN mengembangkan SPKLU Center, pusat pengisian daya dengan kapasitas lebih besar. Saat ini terdapat 19 SPKLU Center, terdiri dari 8 lokasi di rest area dan 11 lokasi non-rest area. Dengan adanya SPKLU Center, jarak antar pusat pengisian dapat dipadatkan dari 300 km menjadi 150–200 km, memudahkan pemudik menyesuaikan perjalanan dan memperkirakan titik pengisian daya.
SPKLU Center bukan sekadar fasilitas teknis. Tempat ini dirancang untuk memberikan kenyamanan, memungkinkan pengendara beristirahat sejenak sambil menunggu proses pengisian. Beberapa lokasi dilengkapi fasilitas tambahan seperti area duduk, ruang berpendingin, dan akses layanan darurat.
Integrasi Layanan Digital PLN Mobile
PLN mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile untuk mempermudah pengguna EV. Fitur utama aplikasi antara lain:
Trip Planner: Memberikan rekomendasi lokasi SPKLU sesuai rute perjalanan.
AntreEV: Memantau antrean SPKLU secara real-time untuk memperkirakan waktu pengisian.
Hotline 24 jam: Layanan darurat yang dapat diakses melalui aplikasi maupun WhatsApp di nomor 08777-11-12-123.
Fitur digital ini memungkinkan pengguna merencanakan perjalanan lebih efisien, menghindari antrean panjang, dan mendapatkan bantuan teknis jika terjadi kendala.
Keamanan dan Kenyamanan Pengguna
PLN menekankan pentingnya keamanan selama pengisian daya. Personel SPKLU siap memberikan panduan dan memastikan prosedur dilakukan dengan aman. Nayusrizal menegaskan bahwa kesiapan ini bukan sekadar soal jumlah fasilitas, tetapi juga pengalaman pengguna.
“Dengan kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami siapkan, PLN berharap masyarakat dapat merasakan pengalaman mudik dengan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan bebas hambatan,” ujarnya.
Tren Kendaraan Listrik di Mudik 2026
Penggunaan kendaraan listrik pada mudik Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Lonjakan hingga 23 ribu kendaraan listrik menjadi bukti bahwa masyarakat mulai beralih ke transportasi ramah lingkungan.
Peningkatan ini mendorong PLN untuk terus mengembangkan ekosistem EV, dari SPKLU permanen, unit mobile, hingga integrasi digital, sehingga perjalanan mudik lebih nyaman dan efisien.
Dengan persiapan matang, pengendara EV tidak perlu khawatir kehabisan daya. Infrastruktur yang tersebar di jalur utama, didukung unit mobile dan aplikasi digital, menjamin akses pengisian daya mudah dan cepat. Hal ini juga memungkinkan kendaraan listrik tetap digunakan setelah tiba di kampung halaman.
Rencana Pengembangan ke Depan
PLN menargetkan perluasan jaringan SPKLU, peningkatan kapasitas pengisian, dan penambahan SPKLU Center. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional, memudahkan masyarakat, dan menjadikan mudik dengan EV lebih aman, nyaman, dan efisien.
Dengan dukungan infrastruktur yang kuat, layanan digital terintegrasi, SPKLU mobile, serta personel siaga 24 jam, PLN memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berjalan lancar.
Jalur utama dari Sumatera hingga Bali kini dilengkapi jaringan SPKLU yang siap digunakan, menjadi bukti kesiapan Indonesia menghadapi era kendaraan listrik dan transformasi mobilitas yang lebih bersih.