MRT

MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Area Stasiun Kota Maret 2026

MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Area Stasiun Kota Maret 2026
MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Area Stasiun Kota Maret 2026

JAKARTA - Menjelang pelaksanaan sejumlah pekerjaan konstruksi pada proyek MRT Jakarta Fase 2A, PT MRT Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar Stasiun Kota. 

Pengaturan arus kendaraan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Maret 2026, khususnya pada malam hari ketika aktivitas konstruksi dilakukan.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan pekerjaan konstruksi dapat berlangsung aman tanpa mengganggu mobilitas kendaraan secara signifikan. 

Area yang terdampak rekayasa lalu lintas berada di sekitar Jalan Pintu Besar Selatan, tepatnya di dekat kawasan Bank Jakarta yang berada di sekitar Stasiun Kota.

Sebagaimana diketahui, proyek MRT Jakarta Fase 2A merupakan kelanjutan pengembangan transportasi massal di ibu kota yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota. 

Dalam tahap pembangunan ini, berbagai pekerjaan teknis sedang dilakukan untuk melengkapi sistem perkeretaapian, termasuk pemasangan rel, sistem persinyalan, serta jaringan kelistrikan.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mendukung sejumlah kegiatan teknis yang akan dilaksanakan di area tersebut.

“Seluruh kegiatan tersebut akan dilaksanakan di area utara Stasiun Kota, tepatnya di sekitar area dekat Bank Jakarta,” ungkap Rendy.

Selain menjaga keamanan proyek, rekayasa lalu lintas juga bertujuan untuk memastikan arus kendaraan tetap dapat berjalan meski terdapat aktivitas konstruksi yang berlangsung pada malam hari.

Pekerjaan Konstruksi di Area Stasiun Kota

Proyek MRT Jakarta Fase 2A mencakup berbagai pekerjaan konstruksi yang cukup kompleks. Salah satu paket pekerjaan yang sedang berjalan adalah CP205, yang menjadi bagian penting dalam pembangunan sistem perkeretaapian.

Paket pekerjaan ini meliputi sejumlah kegiatan teknis yang berkaitan dengan instalasi infrastruktur kereta, seperti pemasangan rel, instalasi sistem sinyal, serta penyediaan jaringan kelistrikan. 

Infrastruktur tersebut nantinya akan menjadi bagian utama dari operasional kereta MRT di lintasan Bundaran HI hingga Stasiun Kota.

Dalam pelaksanaannya, PT MRT Jakarta bekerja sama dengan Sojitz Corporation sebagai kontraktor pelaksana untuk paket pekerjaan CP205.

Kerja sama ini mencakup berbagai kegiatan teknis serta pekerjaan pendukung yang harus dilakukan secara bertahap di beberapa titik proyek.

Saat ini, tim proyek tengah melaksanakan sejumlah pekerjaan pendukung di area Stasiun Kota yang masuk dalam lingkup paket pekerjaan CP203. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses instalasi peralatan yang dibutuhkan untuk tahap pembangunan berikutnya.

Beberapa peralatan yang akan diturunkan di lokasi proyek antara lain forklift, table generator beserta perlengkapan pengelasan, hingga mesin Flash Butt Welding (FBW) yang digunakan untuk proses penyambungan rel kereta.

Seluruh peralatan tersebut akan ditempatkan di area proyek untuk mendukung proses pemasangan rel yang menjadi bagian penting dalam pembangunan jalur MRT Jakarta.

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Malam Hari

Kegiatan penurunan peralatan konstruksi akan dilakukan selama empat hari, yakni mulai 6 hingga 9 Maret 2026. Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada malam hari, tepatnya mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.

Pemilihan waktu malam hari dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas lalu lintas yang biasanya lebih padat pada siang hari. Dengan demikian, proses pekerjaan dapat berlangsung lebih efektif tanpa menimbulkan kemacetan yang signifikan di kawasan tersebut.

Menurut penjelasan dari pihak MRT Jakarta, lokasi pekerjaan berada di Jalan Pintu Besar Selatan, tepatnya di area dekat Bank Jakarta yang berada di sekitar Stasiun Kota.

“Seluruh kegiatan tersebut akan dilaksanakan di area utara Stasiun Kota, tepatnya di sekitar area dekat Bank Jakarta,” ungkap Rendy.

Selama proses penurunan forklift serta peralatan pengelasan berlangsung, sejumlah pengaturan lalu lintas akan diberlakukan untuk memastikan keselamatan para pekerja proyek maupun pengguna jalan.

Skema Rekayasa Lalu Lintas Selama Pekerjaan

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan, MRT Jakarta bersama pihak terkait akan menerapkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Pada jam operasional normal, yakni antara pukul 04.00 hingga 22.00 WIB, kondisi lalu lintas di Jalan Pintu Besar Selatan akan tetap mengikuti pola rekayasa lalu lintas yang berlaku saat ini. Pada periode tersebut, kendaraan Transjakarta, kendaraan penghuni kawasan, serta sepeda motor masih dapat melintas dari arah selatan menuju utara maupun sebaliknya.

Namun ketika pekerjaan konstruksi berlangsung pada pukul 22.00 hingga 03.59 WIB, akan dilakukan pengaturan lalu lintas tambahan di sekitar lokasi proyek.

Dalam skema ini, dua lajur jalan di area dekat Bank Jakarta akan ditutup sementara. Penutupan tersebut mencakup ruas jalan dari perempatan arah utara menuju selatan hingga area depan Gedung Biru International.

Selama penutupan tersebut berlangsung, kendaraan kecil serta bus TransJakarta akan diarahkan untuk melintas melalui sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan yang mengarah ke Jalan Asemka.

Karena kapasitas jalan yang terbatas, sistem lalu lintas buka-tutup akan diterapkan di ruas tersebut. Sistem ini memungkinkan kendaraan dari dua arah dapat melintas secara bergantian sehingga arus lalu lintas tetap dapat berjalan.

Selain itu, untuk mengurangi potensi kepadatan kendaraan, pengendara kendaraan kecil juga disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Pinangsia serta Jalan Pancoran.

Upaya Pengamanan dan Imbauan bagi Pengguna Jalan

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi tersebut, MRT Jakarta bersama kontraktor pelaksana telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan di lokasi proyek.

Beberapa langkah tersebut antara lain pemasangan rambu lalu lintas sementara, marka jalan tambahan, serta penyediaan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk memastikan visibilitas yang cukup selama pekerjaan malam hari.

“MRT Jakarta bersama Sojitz Corporation selaku kontraktor pelaksana telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan di lokasi pekerjaan, antara lain melalui pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum (PJU),” jelas Rendy.

Selain itu, petugas lapangan juga akan ditempatkan di sekitar area proyek untuk membantu mengatur arus lalu lintas serta memberikan arahan kepada pengguna jalan.

Pihak MRT Jakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama pekerjaan berlangsung.

“Para pengguna jalan dan angkutan umum juga diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Seluruh pekerjaan konstruksi MRT Jakarta dilaksanakan dengan senantiasa mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” tandasnya.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan proses pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dapat berjalan lancar sekaligus tetap menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan sekitar Stasiun Kota.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index