JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 4 Maret 2026 dengan tekanan jual yang cukup signifikan, yakni melemah 4,57% ke posisi 7.577,06.
Sepanjang hari, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 7.897,81 pada sesi pagi dan menyentuh posisi terendah intraday 7.486, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Pelemahan ini terutama didorong oleh sektor barang baku, transportasi, dan konsumen non-primer, yang masing-masing tergerus 7,42%, 7,23%, dan 6,68%. Aktivitas perdagangan didominasi oleh penjualan, dengan total volume mencapai 53,61 miliar saham dan nilai transaksi Rp29,72 triliun dari 3,3 juta frekuensi perdagangan.
Dari total saham yang diperdagangkan, 734 saham melemah, 54 saham menguat, dan 33 saham stagnan, menandakan tekanan jual yang cukup luas di pasar.
Analisis Pergerakan IHSG
Koreksi tajam IHSG ini selaras dengan tren negatif yang terjadi di bursa Asia, yang memicu kekhawatiran investor mengenai sentimen global dan pergerakan sektor strategis domestik.
Meskipun begitu, beberapa analis melihat bahwa koreksi ini membuka peluang bagi investor yang mencari saham undervalued dengan potensi rebound dalam jangka pendek.
Beberapa saham di sektor strategis masih menunjukkan fundamental yang kuat, sehingga layak untuk dicermati lebih lanjut meski indeks secara keseluruhan berada di zona merah. Investor asing pada perdagangan kemarin tercatat net sell Rp200 miliar, menunjukkan tekanan tambahan dari transaksi global.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Meskipun IHSG ditutup di zona merah, sejumlah saham memiliki prospek menarik pada perdagangan Kamis (5/3/2026). Berikut rekomendasi saham dari berbagai broker:
BRI Danareksa Sekuritas
HRTA
AADI
ESSA
BNI Sekuritas
ARCI
PTBA
NCKL
TINS
INET
TPIA
Phillip Sekuritas
FITT
MNC Sekuritas
ASII
BRIS
EMAS
TINS
CGS International Sekuritas
PGAS
MEDC
ELSA
HRTA
ARCI
ADRO
Phintraco Sekuritas
CLEO
DAAZ
DATA
BFIN
ULTJ
Panin Sekuritas
AGII
BSDE
BBRI
Mirae Asset Sekuritas
BBTN
CUAN
GEMS
Rekomendasi ini disusun berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, termasuk pergerakan volume, momentum harga, dan sentimen sektor masing-masing.
Investor disarankan tetap melakukan riset tambahan dan memantau pergerakan IHSG serta berita makroekonomi yang dapat mempengaruhi harga saham.