Lion Parcel

Strategi Lion Parcel Antisipasi Pembatasan Operasional Angkutan Barang Saat Mudik

Strategi Lion Parcel Antisipasi Pembatasan Operasional Angkutan Barang Saat Mudik
Strategi Lion Parcel Antisipasi Pembatasan Operasional Angkutan Barang Saat Mudik

JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, PT Lion Express (Lion Parcel) menyiapkan strategi distribusi untuk menjaga kelancaran pengiriman barang. 

Langkah ini dilakukan menyusul kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang membatasi operasional angkutan barang pada 13–29 Maret 2026. 

Pembatasan tersebut diterapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, sekaligus mengurangi kepadatan di jalan raya selama periode high season.

Chief Operating Officer Lion Parcel, Mohammad Fadli, menekankan bahwa periode Ramadan dan Idulfitri merupakan momen paling sibuk bagi arus transportasi masyarakat maupun distribusi logistik. Oleh karena itu, perencanaan kapasitas dan penjadwalan distribusi dilakukan jauh hari sebelum pembatasan diberlakukan. 

“Kami telah melakukan perencanaan kapasitas dan distribusi sebelum periode pembatasan, guna memastikan operasional tetap optimal selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Fadli.

Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi agar pengiriman barang tetap berjalan lancar dan tepat waktu, tanpa mengganggu arus mudik masyarakat. Lion Parcel menyiapkan skema yang fleksibel untuk menghadapi dinamika pengiriman dan penumpukan barang, termasuk perubahan jadwal dan kebutuhan mendesak di lapangan.

Integrasi Armada Udara, Darat, dan Laut

Lion Parcel memanfaatkan jaringan armada yang terintegrasi antara moda udara, darat, dan laut untuk menjaga distribusi tetap stabil selama periode high season. Sebagai bagian dari Lion Group, armada udara menjadi tulang punggung distribusi antar kota dan wilayah, sehingga pergerakan barang tetap lancar meskipun terjadi lonjakan volume pengiriman.

Mayoritas armada darat Lion Parcel menggunakan kendaraan dua sumbu yang tidak termasuk dalam kategori pembatasan operasional Kemenhub. Beberapa kendaraan dengan tiga sumbu memang terkena pembatasan, namun jumlahnya relatif kecil dalam struktur operasional. 

Hal ini memungkinkan Lion Parcel menyesuaikan rute pengiriman dan memanfaatkan armada yang masih bebas beroperasi, sehingga distribusi tidak terganggu.

Fadli menambahkan, integrasi antar moda transportasi memungkinkan perusahaan melakukan rotasi armada secara efisien, meminimalkan risiko keterlambatan, dan menjaga kualitas layanan. Strategi ini menjadi kunci agar pengiriman barang tetap tepat waktu tanpa mengurangi kapasitas layanan kepada pelanggan.

Langkah Tambahan Mengantisipasi Lonjakan Volume

Selain memanfaatkan armada yang ada, Lion Parcel menyiapkan langkah tambahan untuk menghadapi lonjakan volume pengiriman. Penambahan kapasitas armada dua sumbu dilakukan di wilayah yang historis mengalami peningkatan pengiriman selama Ramadan dan Idulfitri.

Perusahaan juga menyiapkan gudang sementara di lokasi strategis untuk menampung barang yang membutuhkan distribusi cepat. 

Sumber daya manusia tambahan dikerahkan untuk memastikan proses sortasi, pengemasan, dan pengiriman tetap efisien. Koordinasi dengan mitra transporter lokal juga diperkuat, sehingga setiap rute pengiriman dapat dikontrol secara real-time.

Monitoring volume kiriman dan kapasitas armada dilakukan secara berkala. Lion Parcel menekankan bahwa strategi ini bertujuan menjaga kualitas layanan tetap konsisten, meskipun ada pembatasan operasional dari pemerintah. Dengan langkah-langkah tersebut, pelanggan tetap dapat menerima barang sesuai jadwal yang dijanjikan.

Fleksibilitas dan Kesiapan Operasional

Fadli menegaskan bahwa secara operasional, pembatasan Kemenhub tidak berdampak signifikan terhadap kinerja Lion Parcel. 

Fleksibilitas jaringan armada memungkinkan perusahaan mengatur skema distribusi sesuai kebutuhan. Pengaturan ini mencakup penyesuaian jadwal penerbangan, pengalihan rute darat, serta pengiriman via laut untuk daerah tertentu yang mengalami lonjakan volume.

Kesiapan operasional juga diperkuat melalui pemantauan sistem digital, yang memudahkan perusahaan mengidentifikasi titik kritis distribusi dan merespons secara cepat. Pendekatan proaktif ini memastikan pengiriman barang tetap lancar, tanpa menimbulkan penumpukan atau keterlambatan signifikan.

Lion Parcel juga memastikan koordinasi internal antara tim operasional, customer service, dan manajemen armada berjalan efektif. Dengan demikian, meskipun terjadi lonjakan pengiriman atau perubahan jadwal, perusahaan mampu menjaga kepuasan pelanggan dan meminimalkan risiko gangguan operasional.

Jaminan Layanan Tetap Sesuai Standar

Dengan strategi yang terencana, Lion Parcel memastikan bahwa kualitas layanan tetap terjaga sesuai standar perusahaan. Setiap pengiriman tetap dipantau dari gudang hingga penerima akhir, sehingga pelanggan dapat merasa aman dan nyaman selama periode high season.

Fadli menekankan bahwa integrasi armada, penambahan kapasitas, gudang sementara, dan koordinasi dengan mitra transporter merupakan kombinasi strategi yang telah terbukti efektif.

 “Dengan strategi tersebut, kami memastikan operasional tetap lancar dan kualitas layanan kepada pelanggan selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat terjaga sesuai standar Lion Parcel,” tutupnya.

Strategi ini menunjukkan kesiapan Lion Parcel menghadapi tantangan distribusi di masa pembatasan operasional, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat. Ke depan, langkah ini diharapkan menjadi model bagi perusahaan logistik lain dalam menghadapi periode high season.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index