JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Brebes tidak sekadar mencatat capaian fisik dalam setahun masa kepemimpinan, tetapi menegaskan bahwa seluruh langkah percepatan pembangunan infrastruktur dan layanan publik dirancang untuk langsung dirasakan oleh masyarakat. Upaya ini menjadi titik tekan agar hasil yang dicapai tidak hanya berupa angka statistik, melainkan dampak nyata yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat Brebes secara menyeluruh.
Pembangunan Konektivitas sebagai Fondasi Ekonomi Wilayah
Salah satu fokus utama selama kurun satu tahun terakhir adalah percepatan pembangunan konektivitas wilayah. Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat adanya perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang signifikan. Tidak kurang dari 287 ruas jalan kabupaten telah diperbaiki dengan total panjang mencapai 117,77 kilometer. Selain itu, perbaikan 65 jembatan turut dilakukan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi antar wilayah di Brebes.
Upaya ini juga melibatkan peningkatan sistem pengendalian banjir yang menjadi kendala klasik di beberapa kawasan. Perbaikan sepanjang 99,8 kilometer drainase, normalisasi serta pembangunan 721,49 kilometer saluran pembuang dan tanggul, serta rehabilitasi 53,73 kilometer tanggul di kawasan rawan banjir menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi aktivitas warga sehari-hari.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes, Eko Warsito, langkah-langkah ini menjadi pijakan kuat agar Brebes mampu bersaing secara ekonomi dan sosial dalam jangka panjang. “Fokus pemerintah daerah adalah memastikan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat. Infrastruktur diperbaiki, layanan kesehatan diperluas, dan perlindungan sosial diperkuat. Ini menjadi pijakan untuk mempercepat kesejahteraan warga Brebes,” ujarnya.
Perluasan Akses Layanan Dasar Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat
Selain infrastruktur fisik, pemkab Brebes juga memperluas akses layanan dasar yang menyentuh sektor vital seperti air bersih dan pertanian. Pembangunan 1.742 sambungan rumah tangga air bersih dan perluasan jaringan sepanjang sekitar 54 kilometer merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah yang sebelumnya belum terjangkau fasilitas dasar tersebut.
Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal juga mendapatkan perhatian melalui pemeliharaan 2.541 hektare daerah irigasi. Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas serta ketahanan pangan. Akses air bagi lahan pertanian yang baik diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat kondisi irigasi yang kurang optimal.
Dengan meningkatnya pelayanan dasar ini, masyarakat diharapkan mampu merasakan manfaat langsung dari kebijakan pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan tujuan jangka panjang pemerintah untuk menciptakan masyarakat Brebes yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.
Penguatan Layanan Kesehatan dan Perlindungan Sosial
Upaya perluasan layanan publik tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik. Di sektor kesehatan, pemerintah daerah Brebes mengimplementasikan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak. Layanan ibu dan anak berhasil menjangkau 20.298 ibu hamil, 21.944 ibu bersalin, serta pemantauan terhadap 113.759 balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting yang menjadi perhatian nasional.
Program Nakes Door to Door, yang membawa tenaga kesehatan langsung ke rumah warga, melayani lebih dari 204 ribu warga, sebuah langkah inovatif untuk memastikan layanan kesehatan mampu diakses oleh siapa pun. Di sisi lain, 89.929 warga memperoleh perlindungan melalui program Jamkesda, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perlindungan sosial juga diperluas melalui program-program yang menjangkau ribuan warga. Tidak kurang dari 3.958 warga mendapatkan manfaat dari program-program perlindungan sosial daerah, sementara 2.000 keluarga berhasil keluar dari garis kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan, yang menandai peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Interaksi Administratif dan Peningkatan Kualitas Permukiman
Administrasi kependudukan yang efisien menjadi salah satu indikator peningkatan layanan publik. Pemerintah daerah Brebes berhasil melayani 773.798 warga dalam penerbitan dokumen kependudukan, sebuah capaian yang menunjukkan kemudahan akses administrasi bagi masyarakat luas.
Tidak hanya itu, peningkatan kualitas permukiman dilakukan melalui renovasi 1.375 rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah serta kegiatan jambanisasi yang menjangkau 1.581 rumah tangga. Perbaikan jalan lingkungan sepanjang 32,17 kilometer dan pemasangan 827 titik penerangan jalan juga menjadi bagian dari usaha memperbaiki kualitas hunian warga.
Pemerintah daerah juga memperbaiki fasilitas pendidikan di 239 sekolah, sekaligus menjalankan program-program sosial seperti kesempatan kedua bagi 13.081 warga dewasa, beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana bagi 480 mahasiswa, serta program Gas Rolas yang membantu 628 anak kembali ke bangku sekolah.
Penghargaan Nasional dan Stabilitas Daerah sebagai Modal Pembangunan
Sepanjang tahun pertama pemerintahan, Brebes tercatat tanpa konflik sosial besar dan berhasil meraih sejumlah penghargaan nasional. Kabupaten ini memperoleh predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya, Innovative Government Award 2025, serta penghargaan pelayanan publik dari Kementerian PANRB untuk RSUD Brebes.
Tidak kalah penting, upaya pemerataan akses digital juga dilakukan melalui program internet gratis di ruang publik, sehingga pemerataan informasi dan jasa digital semakin dirasakan oleh masyarakat Brebes. Peningkatan stabilitas daerah ini menjadi modal penting dalam mendorong investasi serta pertumbuhan ekonomi ke depan.
Dengan seluruh capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes menargetkan percepatan pembangunan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing daerah, menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif adalah kunci untuk masa depan yang lebih maju dan sejahtera.