JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan kembali komitmen kuatnya terhadap kebijakan pembagian dividen penuh kepada para pemegang saham, sekaligus menyiapkan tambahan dividen satu kali dari hasil divestasi bisnis es krim dan teh Sariwangi yang dilakukan sepanjang 2025 hingga awal 2026. Pernyataan ini disampaikan manajemen perseroan dalam paparan laporan keuangan tahunan 2025 yang dirilis dan dipaparkan secara virtual oleh Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, pada 12 Februari 2026.
Kebijakan Dividen 100 Persen bagi Pemegang Saham
Sebagai bagian dari komitmen kepada investor, UNVR memastikan akan membagikan seluruh laba bersih untuk tahun buku 2025 sebagai dividen reguler dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 100 persen. Dalam paparannya, Benjie Yap menegaskan bahwa kebijakan dividen ini menjadi fokus utama perseroan untuk memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham, sejalan dengan kinerja positif yang ditorehkan perusahaan sepanjang tahun lalu.
“Kami tetap berkomitmen pada kebijakan dividen kami, yakni pembayaran dividen 100 persen,” ujar Benjie Yap dalam paparan yang dilakukan secara virtual pada 12 Februari 2026.
Selain dividen reguler, perseroan juga menyiapkan pembagian dividen khusus atau one‑time dividend, yang akan diberikan kepada pemegang saham di luar dividen tahunan biasa. Bonus ini berasal dari keuntungan bersih yang diperoleh UNVR melalui transaksi pelepasan unit bisnis es krim dan merek teh Sariwangi.
Bonus Dividen dari Divestasi Bisnis Es Krim dan Sariwangi
Divestasi dua unit bisnis non‑inti yakni es krim dan teh Sariwangi menjadi sumber utama dari dividen tambahan yang disiapkan UNVR. Estimasi keuntungan bersih dari transaksi ini mencapai sekitar Rp4,6 triliun, yang akan disalurkan kepada pemegang saham sebagai dividen satu kali. Jauh lebih besar dari dividen reguler yang berasal dari laba operasi.
Rinciannya adalah sekitar Rp3,8 triliun berasal dari divestasi bisnis es krim, sedangkan sekitar Rp0,8 triliun berasal dari penjualan merek teh Sariwangi. Hal ini kembali ditegaskan oleh Benjie Yap dalam laporan kinerja keuangan tahunan perseroan yang disampaikan pada 12 Februari 2026.
Divestasi bisnis es krim sendiri telah selesai dilakukan pada 8 Desember 2025, sebagai bagian dari strategi transformasi portofolio bisnis Unilever yang lebih fokus pada kategori produk dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Sementara proses divestasi bisnis teh Sariwangi masih ditargetkan selesai pada Maret 2026.
“Pemegang saham kami akan menerima dividen satu kali dari keuntungan penjualan bisnis es krim dan Sariwangi,” kata Benjie Yap.
Kinerja Keuangan UNVR Sepanjang 2025
Selain keputusan dividen, UNVR juga mencatat kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan positif selama tahun buku 2025. Berdasarkan laporan yang dipaparkan, UNVR membukukan laba bersih sebesar Rp7,64 triliun, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama di 2024. Ini menunjukkan peningkatan laba bersih hingga lebih dari 120 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh kontribusi divestasi bisnis es krim dan Sariwangi, serta peningkatan aktivitas operasional yang masih berjalan. Penjualan bersih dari lini operasi yang masih berlanjut tercatat sebesar Rp31,94 triliun, meningkat dibandingkan Rp30,62 triliun pada 2024. Meskipun pertumbuhan penjualan relatif moderat, tetapi kontribusi dari penjualan aset signifikan dalam menaikkan total laba bersih perseroan.
Dari sisi segmen, kontribusi terbesar tetap berasal dari kategori kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh, disusul oleh segmen makanan dan minuman. Dalam laporan yang sama, tercatat bahwa top line atau penjualan operasi yang masih berjalan meningkat sekitar 4,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Strategi Bisnis dan Dampak Divestasi
Strategi divestasi yang diambil UNVR sejatinya adalah bagian dari upaya restrukturisasi bisnis untuk fokus pada segmen yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi dan margin yang lebih baik. Melepas unit es krim dan teh Sariwangi diharapkan mampu memperkuat fondasi operasional perusahaan dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya menangani lini non‑inti.
Manajemen UNVR menilai bahwa divestasi tersebut tidak hanya meningkatkan laba bersih melalui penjualan aset, tetapi juga memberikan ruang untuk investasi lebih besar pada lini produk inti dan strategi pertumbuhan jangka panjang. Ini mencerminkan penyesuaian fokus perusahaan terhadap perkembangan permintaan konsumen dan dinamika pasar barang konsumer di Indonesia.
Reaksi Pasar dan Prospek Investor
Keputusan UNVR untuk mempertahankan rasio dividen 100 persen serta menambah bonus dividen satu kali dari penjualan aset dipandang sebagai kabar positif oleh banyak investor. Distribusi laba bersih secara penuh dan tambahan dividen dari divestasi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pemegang saham, terutama di tengah persaingan ketat di sektor barang konsumsi.
Dengan demikian, pembagian dividen tersebut mencerminkan keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan memelihara strategi bisnis perseroan untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.