JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan ada lonjakan signifikan pada volume penumpang di lintasan Ketapang–Gilimanuk selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Diperkirakan sebanyak 1,67 juta orang akan memanfaatkan jasa penyeberangan ini, sebuah angka yang mengalami peningkatan sekitar tiga persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang tercatat 1,62 juta penumpang.
Proyeksi ini sejalan dengan pertumbuhan arus mudik yang semakin meningkat setiap tahunnya, terutama pada periode Lebaran yang selalu diwarnai lonjakan tinggi.
Peningkatan Kendaraan Diperkirakan Mencapai 453.964 Unit
Selain penumpang, jumlah kendaraan yang menggunakan lintasan ini juga diperkirakan akan mengalami peningkatan. ASDP memperkirakan sekitar 453.964 unit kendaraan akan melintas, sebuah angka yang naik 5 persen dibandingkan dengan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 427.033 unit.
Peningkatan kendaraan ini diperkirakan akan menambah kompleksitas operasional di pelabuhan, mengingat kondisi yang sudah sangat padat selama masa libur Lebaran.
Lutfi Pratama Adi Subarkah, Senior General Manager Regional III ASDP, mengungkapkan dalam jumpa pers di Kantor ASDP Ketapang, Banyuwangi, bahwa kenaikan ini menunjukkan betapa pentingnya untuk melakukan persiapan operasional yang matang.
"Jika dibandingkan dengan jumlah penumpang harian pada kondisi normal yang hanya sekitar 10.000 hingga 11.000 orang, lonjakan ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami," ujar Lutfi.
Jumlah Trip Kapal Meningkat, 10.080 Perjalanan Diperkirakan Terjadi
Untuk memastikan kelancaran perjalanan penyeberangan, ASDP juga mempersiapkan sejumlah trip kapal yang lebih banyak selama musim Lebaran.
Total perjalanan kapal yang diperkirakan akan terjadi pada lintasan Ketapang–Gilimanuk adalah sekitar 10.080 perjalanan, sebuah kenaikan empat persen dibandingkan dengan realisasi pada 2025 yang tercatat 9.658 trip.
Angka ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keberlanjutan operasional dan memberikan layanan terbaik kepada para penumpang dan pengemudi kendaraan yang melakukan perjalanan.
Arus Mudik dan Balik Diperkirakan Meningkat Signifikan
Lutfi juga memberikan rincian terkait prediksi arus mudik dan arus balik selama Lebaran 2026. Untuk arus mudik yang berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk, diperkirakan akan mencapai 4.928 perjalanan, dengan 876.439 penumpang dan 239.519 kendaraan. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 4 hingga 5 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Sementara itu, arus balik yang dimulai dari Pelabuhan Ketapang diperkirakan akan mengalami peningkatan yang serupa, dengan total perjalanan mencapai 5.152 trip, dan penumpang diperkirakan mencapai 799.485 orang, serta kendaraan sebanyak 214.445 unit.
Kenaikan ini sangat signifikan, mengingat kebutuhan transportasi selama Lebaran selalu menjadi perhatian utama bagi para pemangku kepentingan.
Antisipasi Kepadatan, Penambahan Kapal Hingga 32 Unit
Untuk mengantisipasi kepadatan yang diprediksi terjadi, ASDP akan menambah jumlah kapal yang beroperasi. Pada kondisi normal, sebanyak 28 kapal sudah beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Namun, apabila terjadi kepadatan, jumlah kapal akan ditambah menjadi 30 unit. Dalam situasi yang sangat padat, ASDP bahkan siap mengoperasikan hingga 32 kapal untuk memastikan pergerakan penumpang dan kendaraan tetap lancar.
Lutfi menjelaskan, keputusan untuk menambah jumlah kapal akan disesuaikan dengan panjang antrean kendaraan yang terpantau. Jika antrean mencapai 190 meter hingga 1,3 kilometer, ASDP akan melakukan penambahan armada sesuai dengan kondisi yang ada.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan mempercepat proses penyeberangan, terutama di saat puncak arus mudik dan arus balik.
Puncak Arus Mudik dan Balik Diprediksi Terjadi pada 17 dan 26 Maret 2026
Lutfi juga memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 17 Maret 2026, dengan total penumpang diperkirakan mencapai 32.150 orang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan berlangsung pada 26 Maret 2026, dengan jumlah penumpang yang diprediksi sekitar 27.038 orang.
Kenaikan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk liburan sekolah, cuti bersama, serta Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Puncak arus mudik dan balik ini diprediksi akan memicu peningkatan pergerakan yang signifikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, yang selalu menjadi jalur utama perlintasan kendaraan dan penumpang, baik dari Bali maupun Jawa.
Oleh karena itu, ASDP telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengatasi lonjakan permintaan transportasi di kedua pelabuhan tersebut.
Persiapan Operasional ASDP untuk Menyambut Lonjakan Penumpang Lebaran 2026
Untuk memastikan kelancaran transportasi laut pada musim Lebaran 2026, ASDP telah merancang sejumlah strategi operasional. Di antaranya, penambahan jumlah kapal, pengaturan pola operasional yang lebih fleksibel, serta pemantauan ketat terhadap panjang antrean kendaraan.
Selain itu, pihak ASDP juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk aparat keamanan dan pengelola pelabuhan, untuk menjaga kelancaran arus penumpang dan kendaraan.
Selain aspek teknis, ASDP juga memastikan bahwa protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat di semua area pelabuhan, mengingat masih ada kekhawatiran terkait penyebaran penyakit di masa pandemi yang belum sepenuhnya berakhir.