Gabah

Bulog Maksimalkan Serapan Gabah Aceh Demi Ketahanan Pangan Daerah

Bulog Maksimalkan Serapan Gabah Aceh Demi Ketahanan Pangan Daerah
Bulog Maksimalkan Serapan Gabah Aceh Demi Ketahanan Pangan Daerah

JAKARTA - Upaya menjaga ketahanan pangan di daerah rawan bencana menjadi perhatian serius pemerintah melalui Perum Bulog. 

Di tengah tantangan alam yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Bulog tetap bergerak aktif memastikan hasil panen petani terserap optimal sekaligus menjaga stabilitas harga gabah. Langkah ini dinilai krusial agar petani tidak merugi dan stok pangan nasional tetap aman.

Sejak awal tahun, Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh telah melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) petani dalam jumlah signifikan. Penyerapan ini dilakukan di berbagai kabupaten sentra produksi, meskipun sebagian wilayah mengalami dampak bencana alam.

 Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen Bulog dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan sekaligus memberikan kepastian harga bagi petani di tengah kondisi yang tidak menentu.

Penyerapan Gabah Tetap Berjalan di Tengah Dampak Bencana

Perum Bulog Kanwil Aceh mencatat telah menyerap sekitar 6,5 ribu ton gabah kering panen (GKP) petani Tanah Rencong sejak Januari 2026. 

Penyerapan tersebut setara dengan sekitar 3,3 ribu ton beras yang diperoleh selama musim panen di sejumlah daerah sentra produksi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi memupuk stok beras daerah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, menjelaskan bahwa penyerapan gabah tetap dimaksimalkan meskipun sejumlah wilayah sentra produksi terdampak bencana.

Menurutnya, Bulog tetap fokus menjalankan mandat menjaga ketersediaan pangan, khususnya untuk wilayah Aceh yang memiliki karakter geografis rentan terhadap bencana alam.

“Penyerapan gabah dilakukan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, sehingga petani mendapatkan kepastian harga dan terlindungi dari fluktuasi harga saat panen,” kata Ihsan.

Menjaga Stabilitas Harga dan Dukung Target Nasional

Selain memberikan kepastian harga bagi petani, penyerapan gabah di Aceh juga menjadi bagian dari kontribusi Bulog terhadap target nasional. 

Pemerintah telah menetapkan target penyerapan gabah nasional sebesar 4 juta ton, dan Bulog di berbagai daerah termasuk Aceh berperan aktif untuk mendukung pencapaian target tersebut.

Ihsan menegaskan bahwa penyerapan gabah bukan sekadar kegiatan pembelian hasil panen, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Dengan adanya penyerapan sesuai HPP, petani tidak perlu khawatir terhadap tekanan harga yang kerap terjadi saat panen raya.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan stok beras nasional. Dengan harga yang stabil, petani tetap termotivasi untuk berproduksi, sementara pemerintah memiliki cadangan pangan yang memadai untuk berbagai kebutuhan strategis.

Stok Beras Aman Saat Aceh Dilanda Bencana

Bulog Kanwil Aceh juga berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya ketika Aceh dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Pada saat itu, stok beras yang tersedia dinilai sangat aman sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti.

Menurut Ihsan, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan stok yang baik dan penyerapan gabah secara konsisten mampu memperkuat ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, meskipun beberapa wilayah sentra produksi kembali terdampak bencana, Bulog tetap berupaya maksimal memupuk stok beras.

“Hal ini terbukti saat bencana kemarin stok beras kita sangat aman. Sehingga kami mengimbau kepada seluruh penggilingan padi ayo bersama sama kita wujudkan swasembada pangan nasional khususnya untuk wilayah Aceh,” jelasnya.

Imbauan tersebut ditujukan kepada para pelaku usaha penggilingan padi agar dapat bersinergi dengan Bulog dalam menyerap gabah petani. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Perkuat Cadangan Beras Pemerintah di Daerah

Selain menjaga stabilitas harga, penyerapan gabah juga diarahkan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Cadangan ini memiliki peran strategis dalam berbagai kebijakan pangan, mulai dari stabilisasi harga beras, penyaluran bantuan sosial, hingga penanganan bencana alam.

Ihsan menjelaskan bahwa CBP yang kuat akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk bertindak cepat saat terjadi gejolak harga atau kondisi darurat. Dengan stok yang memadai, intervensi pasar dapat dilakukan secara efektif tanpa harus menunggu pasokan dari daerah lain.

“Bulog Kanwil Aceh menegaskan penyerapan gabah akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa panen berlangsung. Petani dan kelompok tani diharapkan dapat memanfaatkan program ini dengan menjual gabahnya melalui mitra maupun gudang Bulog yang telah ditetapkan,” ujar Ihsan.

Keberlanjutan penyerapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi petani, sekaligus memastikan ketersediaan beras di tingkat daerah dan nasional tetap terjaga.

Komitmen Bulog Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa penyerapan gabah di Aceh merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kontribusi daerah-daerah penghasil padi, termasuk Aceh, menjadi elemen penting dalam mencapai target penyerapan gabah nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

“Penyerapan gabah ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta berkontribusi terhadap pencapaian target penyerapan gabah pemerintah sebesar 4 juta ton secara nasional,” lanjutnya.

Dengan langkah tersebut, Bulog berharap dapat terus menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, stabilitas harga, dan ketersediaan stok pangan. 

Di tengah tantangan bencana dan dinamika iklim, peran Bulog menjadi semakin strategis dalam memastikan pangan tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index