JAKARTA - Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, menjadi sorotan publik setelah dijadikan lokasi syuting film Korea Selatan berjudul Extraction Tygo.
Film ini dibintangi oleh Lisa BLACKPINK, Ma Dong-seok, dan Lee Jin-uk, menghadirkan kolaborasi internasional di tengah kawasan wisata bersejarah Jakarta.
Proses syuting berlangsung di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat, yang disulap menjadi latar dramatis. Kru produksi menata properti, kendaraan, dan spanduk untuk menciptakan nuansa konflik politik, meski sebenarnya syuting berlangsung di Indonesia.
Spanduk dan Properti Membuat Warga Bingung
Beberapa spanduk berwarna merah terpampang di lokasi, bertuliskan “Save Myanmar” dan “We Want Democracy”, dilengkapi aksara Burma. Properti tambahan berupa papan penanda jalan hijau juga menggunakan aksara Burma, membuat suasana jalan seolah berada di Myanmar.
Hal ini menimbulkan kebingungan bagi warga yang melintas maupun menonton proses syuting. Iyan (36), warga sekitar, awalnya mengira tulisan tersebut aksara Korea, karena film ini produksi Korea Selatan.
"Kirain bahasa Korea, tapi katanya bukan. Kayaknya sengaja kali nyari yang mirip (Myanmar), syutingnya di sini jadinya," kata Iyan.
Bangga Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Syuting Internasional
Meskipun bingung, warga merasa bangga karena Jakarta dipilih sebagai lokasi syuting film internasional. Iyan menilai syuting ini menjadi pengalaman unik bagi masyarakat, melihat kampung mereka menjadi bagian dari produksi global.
"Ya senang sih, seru aja, biasanya kan kita terima beres tinggal nonton. Kampung kita jadi tempat syuting kan," tambahnya. Ia juga menyaksikan perubahan situasi di Kota Tua, mulai dari penurunan properti hingga pembuatan latar dramatis yang menyerupai medan kerusuhan.
"Udah dari kemarin ini, saya nontonin aja. Kayaknya sih kayak kerusuhan. Enggak tau kerusuhan apa zombie nih kalau kayak gini," ujarnya dengan nada bercanda.
Suasana Jalanan Kota Tua Saat Syuting
Jalan Cengkeh tampak berbeda dari hari biasa. Sudut kawasan wisata yang berderet ruko lawas berubah menjadi medan dramatis dengan barikade, kendaraan ringsek, dan properti perang.
Kru produksi menutup kedua sisi jalan yang berbatasan dengan Jalan Nelayan Timur dan Jalan Kali Besar Timur menggunakan barikade besi, sehingga sementara waktu warga tidak bisa melintas. Pasar Lokbin Kota Intan di area syuting pun ditutup sementara.
Properti dan Kendaraan Menciptakan Nuansa Konflik
Jalanan lokasi syuting dipenuhi tumpukan karung pasir dan tong besi yang disusun sebagai barikade pertahanan. Beberapa unit kendaraan, mulai dari Jeep hingga bus, diletakkan dalam kondisi ringsek dan miring, seolah baru terkena ledakan atau amukan massa.
Tak hanya itu, coretan grafiti bertuliskan “ANTI VIOLENCE” menghiasi bodi mobil penyok, menambah kesan dramatis kerusuhan. Semua properti dan pengaturan dibuat sedetail mungkin untuk menciptakan atmosfer realistis bagi film.
Spanduk Bertuliskan Pesan Politik Myanmar
Spanduk besar berwarna merah menjadi elemen paling mencolok. Tulisan “SAVE MYANMAR”, “STOP THE WAR”, dan “WE WANT DEMOCRACY” dengan aksara Burma membuat adegan terlihat nyata, seolah film ini mengangkat isu konflik politik dan perjuangan demokrasi di Myanmar.
Kehadiran spanduk dan aksara asing ini menimbulkan pertanyaan bagi warga, karena lokasi syuting berada di Jakarta. Meski begitu, efek visual ini sukses membangun atmosfer film yang intens.
Lisa BLACKPINK dan Pemeran Lainnya
Film ini menampilkan Lisa BLACKPINK, Ma Dong-seok, dan Lee Jin-uk sebagai pemeran utama. Kehadiran Lisa menjadi daya tarik tersendiri, karena penggemar K-pop dapat mengikuti proses syuting idolanya.
Syuting film internasional di Kota Tua juga menjadi promosi tidak langsung bagi Jakarta, karena kawasan bersejarah ini tampil dalam latar film internasional dengan nuansa dramatis yang kuat.
Keseruan Menjadi Bagian Proses Syuting
Bagi warga yang menyaksikan, pengalaman ini unik karena mereka bisa melihat proses kreatif tim produksi, mulai dari penataan properti, pengaturan kendaraan, hingga eksekusi adegan dramatis. Suasana berbeda ini memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekitar.
"Udah dari kemarin saya nontonin, rasanya seru aja lihat syuting film internasional di kampung sendiri," kata Iyan.
Kota Tua Jadi Latar Myanmar Versi Film
Proses syuting Extraction Tygo menghadirkan Kota Tua Jakarta dengan nuansa Myanmar, lengkap dengan spanduk, aksara, kendaraan ringsek, dan properti dramatis. Meski membingungkan warga, mereka merasa bangga kawasan ini dipilih untuk produksi internasional.
Film ini menampilkan Lisa BLACKPINK dan aktor Korea lainnya, menggabungkan budaya lokal Jakarta dengan latar fiksi intens. Penggunaan properti dan spanduk politik membuat adegan terlihat realistis dan dramatis, seolah konflik nyata terjadi di kawasan wisata Jakarta.