Apa Itu Sensor Parkir Mobil, Jenis, hingga Tips Memilihnya

Jumat, 11 April 2025 | 12:44:30 WIB
apa itu sensor parkir mobil

JAKARTA - Apa itu sensor parkir mobil menjadi fitur yang semakin umum digunakan, bukan hanya pada kendaraan mewah, tetapi juga pada berbagai jenis mobil lainnya. 

Dengan adanya sensor ini, proses parkir menjadi lebih mudah dan aman, terutama di area dengan ruang terbatas.

Memilih sensor parkir yang tepat tentu memerlukan pemahaman mengenai cara kerja, jenis, serta perawatannya agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut, kamu bisa memastikan kendaraanmu lebih terjaga dari risiko benturan saat parkir.

Jika kamu ingin memahami lebih dalam mengenai fitur ini, pastikan membaca artikel ini sampai selesai agar mendapatkan informasi lengkap tentang apa itu sensor parkir mobil dan manfaatnya bagi kendaraanmu.

Apa Itu Sensor Parkir Mobil?

Jika kamu sering mengalami kesulitan saat parkir sendiri, kini ada solusi praktis yang bisa membantu, yaitu sensor parkir mobil. 

Pernahkah terpikir bahwa alat ini dapat membuat proses parkir menjadi lebih mudah, terutama ketika tidak ada orang lain yang bisa memberikan arahan?

Sensor parkir mobil adalah perangkat elektronik yang biasanya dipasang di bagian belakang kendaraan, sehingga sering disebut juga sebagai sensor mundur. 

Fungsi utamanya adalah mendeteksi keberadaan objek atau kendaraan lain di sekitar area belakang mobil. Dengan adanya sensor ini, pengemudi dapat menghindari benturan karena mobil akan berhenti sebelum menyentuh objek tersebut.

Keberadaan sensor ini sangat berguna untuk mengurangi risiko kerusakan pada kendaraan maupun objek lain yang mungkin tertabrak. 

Menariknya, fitur ini tidak hanya tersedia untuk mobil mewah, tetapi juga bisa dipasang pada berbagai jenis kendaraan lainnya.

Secara umum, sensor parkir bekerja menggunakan teknologi infrared atau gelombang ultrasonik.

Sensor akan menangkap sinyal yang dipantulkan oleh objek di sekitarnya, kemudian mengirimkan informasi kepada pengemudi dalam bentuk bunyi peringatan atau tampilan visual pada monitor LCD di dasbor mobil. 

Dengan begitu, pengemudi bisa lebih waspada dan melakukan manuver parkir dengan lebih aman. Jika kamu ingin memahami lebih jauh apa itu sensor parkir mobil, maka penting untuk mengetahui cara kerja serta manfaatnya bagi keamanan berkendara.

Jenis Sensor Parkir Mobil

1. Electromagnetic Parking Sensor

Salah satu jenis sensor parkir yang banyak digunakan adalah electromagnetic parking sensor. Sensor ini umumnya ditemukan pada mobil-mobil keluaran terbaru. 

Sesuai dengan namanya, perangkat ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan melalui sensor berbentuk seperti selimut yang ditempatkan di sekitar bodi mobil. 

Sensor ini akan secara otomatis mendeteksi keberadaan objek yang berpotensi bersentuhan dengan kendaraan, sehingga membantu pengemudi untuk lebih berhati-hati saat parkir.

2. Ultrasonic Parking Sensor

Jenis sensor parkir lainnya adalah ultrasonic parking sensor. Sensor ini biasanya dipasang di bagian bumper belakang mobil untuk memberikan deteksi optimal terhadap objek di sekitar kendaraan. 

Agar dapat bekerja secara maksimal, umumnya dibutuhkan empat hingga enam sensor yang terpasang di area tersebut.

Sensor ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke sekeliling kendaraan. 

Saat ada objek yang mendekat, gelombang tersebut akan dipantulkan kembali ke sensor, sehingga sistem dapat memberikan peringatan kepada pengemudi.

Secara umum, cara kerja kedua jenis sensor ini tidak memiliki perbedaan yang terlalu mencolok. Namun, perbedaan utama terletak pada jenis gelombang yang digunakan.

Electromagnetic parking sensor mengandalkan gelombang elektromagnetik, sementara ultrasonic parking sensor bekerja dengan gelombang ultrasonik. 

Kedua sensor ini akan secara otomatis aktif ketika transmisi kendaraan berada di posisi gigi mundur (R), sehingga membantu pengemudi dalam melakukan manuver parkir dengan lebih aman dan akurat.

Fungsi Sensor Parkir Mobil

Setiap perangkat yang terpasang pada kendaraan tentu memiliki manfaatnya masing-masing, termasuk sensor parkir mundur. 

Fungsi utama dari sensor ini adalah memberikan peringatan saat ada objek atau kendaraan lain di belakang mobil, sehingga memudahkan pengemudi dalam bermanuver. 

Sensor ini biasanya dipasang pada bumper depan dan belakang untuk meningkatkan keamanan saat parkir.

Peringatan yang diberikan oleh sensor umumnya berupa bunyi alarm yang semakin intens seiring dengan bertambah dekatnya jarak antara mobil dan objek di sekitarnya.

Saat transmisi berada dalam posisi mundur (R), sistem sensor akan aktif secara otomatis. Dengan begitu, pengemudi akan lebih mudah mengontrol kendaraan, terutama di tempat parkir yang sempit atau minim pencahayaan.

Keberadaan sensor parkir membantu pengemudi lebih waspada, karena adanya peringatan suara yang memberi indikasi posisi kendaraan terhadap objek lain. 

Jika jarak semakin dekat, alarm akan berbunyi lebih keras sebagai tanda peringatan agar pengemudi dapat segera menghentikan kendaraan sebelum terjadi benturan.

Selain membantu saat parkir, beberapa sensor parkir dengan teknologi lebih canggih juga dapat mengukur jarak antara kendaraan di depan dan belakang saat mobil sedang melaju. 

Fitur ini sangat berguna dalam menghindari risiko kecelakaan akibat jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan lain. Namun, teknologi semacam ini umumnya hanya tersedia pada mobil kelas premium seperti Mercedes-Benz S-Class.

Cara Kerja Sensor Parkir Mobil

Setelah memahami apa itu sensor parkir belakang dan fungsinya, penting juga untuk mengetahui bagaimana perangkat ini bekerja. 

Mengingat sensor ini akan dipasang pada kendaraan dan digunakan saat memarkir mobil, terutama di area yang terbatas, pemahaman mengenai cara kerjanya akan membantu pengguna dalam memanfaatkannya secara optimal.

Pada dasarnya, sensor parkir bekerja dengan mendeteksi jarak antara bumper belakang mobil dan objek di sekitarnya. 

Ketika kendaraan bergerak mundur, sensor akan mengidentifikasi apakah ada hambatan di belakang mobil yang dapat menyebabkan benturan.

Sensor ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu pemancar (transmitter) dan penerima (receiver). Pemancar akan mengirimkan gelombang elektromagnetik atau ultrasonik, tergantung pada jenis sensor yang digunakan. 

Gelombang tersebut kemudian akan dipantulkan kembali oleh objek yang berada di sekitar kendaraan. Setelah itu, penerima akan menangkap pantulan gelombang dan mengonversinya menjadi sinyal suara sebagai peringatan bagi pengemudi.

Kemampuan sensor dalam mendeteksi objek biasanya mencapai jarak sekitar 1,5 meter. Namun, tingkat akurasi sensor sangat dipengaruhi oleh jumlah serta posisi pemasangan sensor pada kendaraan. 

Oleh karena itu, semakin baik pemasangan dan jumlah sensor yang digunakan, semakin optimal pula kinerja perangkat ini dalam membantu proses parkir.

Keuntungan Memasang Sensor Parkir Mobil

1. Membantu Mempermudah Proses Parkir

Memarkir kendaraan, terutama di area yang sempit atau belum familiar, sering kali menjadi tantangan bagi pengemudi. Namun, dengan adanya sensor parkir yang tepat, kendala ini bisa diatasi dengan lebih mudah. 

Pemasangan sensor parkir memberikan keuntungan berupa kemudahan dalam menentukan jarak yang aman saat parkir. Sensor ini juga mampu mendeteksi keberadaan objek di sekitar kendaraan, seperti tiang atau tembok. 

Semakin dekat mobil dengan objek tersebut, semakin keras peringatan yang diberikan oleh sensor. Dengan demikian, pengemudi bisa lebih berhati-hati saat menggerakkan roda kemudi agar kendaraan tidak menyenggol atau menabrak benda di belakangnya.

2. Memantau Area Belakang Kendaraan Saat Berkendara

Banyak yang mengira bahwa sensor parkir hanya berfungsi saat kendaraan akan diparkir. Padahal, perangkat ini juga dapat membantu pengemudi mengetahui kondisi di belakang mobil saat berada di jalan.

Sebagai contoh, dalam situasi lalu lintas yang padat atau macet, sensor dapat membantu mendeteksi jarak antara mobil dengan kendaraan lain di belakangnya. 

Dengan begitu, pengemudi bisa memperkirakan jarak yang ideal agar tidak terlalu dekat, sehingga dapat menghindari potensi benturan atau kecelakaan ringan.

Tips Memilih Sensor Parkir Mobil

1. Sesuaikan dengan Jangkauan Area Sensor

Ketika memilih sensor parkir, pastikan kamu mempertimbangkan seberapa luas area yang dapat dijangkau oleh sensor tersebut. 

Beberapa pengemudi merasa cukup terbantu dengan dua sensor saja, sementara yang lain lebih memilih memasang empat hingga enam sensor agar cakupan area lebih luas.

Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan jumlah sensor dengan kebutuhan kendaraanmu. Pastikan sensor yang dipilih mampu memberikan deteksi yang optimal sesuai dengan posisi pemasangannya di mobil.

2. Bandingkan Harga dengan Fitur yang Ditawarkan

Setiap orang tentu ingin mendapatkan sensor parkir dengan kualitas terbaik, tetapi tetap dengan harga yang terjangkau. Namun, harga juga biasanya mencerminkan fitur serta keunggulan dan kelemahan dari produk tersebut.

Bukan berarti sensor dengan harga tinggi selalu menjadi pilihan terbaik. Sebaiknya lakukan riset dan bandingkan beberapa produk sebelum membeli. 

Sensor dengan harga sekitar Rp 350 ribu sudah bisa memberikan performa yang baik, tetapi tetap sesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan kendaraanmu.

3. Periksa Akurasi Deteksi Sensor

Sensor parkir bekerja dengan gelombang yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan suhu, pergerakan benda, ukuran objek, hingga gangguan frekuensi.

Terkadang, ada kasus di mana sensor tidak mendeteksi objek tertentu, misalnya tiang atau pohon kecil, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat parkir.

Oleh karena itu, sebelum membeli, pastikan sensor yang dipilih memiliki akurasi deteksi yang baik. Pilih sensor dengan sistem pemrosesan sinyal yang bisa disesuaikan agar daya tangkapnya lebih optimal, misalnya dengan meningkatkan tegangan suplai.

4. Pilih Sensor yang Mudah Dirawat

Ketahanan dan masa pakai sensor parkir juga sangat bergantung pada cara perawatannya. Jika sensor tidak dirawat dengan baik, maka risiko kerusakan akan meningkat, yang pada akhirnya bisa membahayakan pengemudi saat berkendara.

Maka dari itu, pilihlah sensor yang mudah dirawat dan tidak memerlukan prosedur perawatan yang rumit. Dengan begitu, sensor bisa bertahan lebih lama dan tetap bekerja secara optimal dalam membantu pengemudi saat memarkirkan kendaraan.

Seperti halnya perangkat elektronik lainnya, perawatan yang tepat akan memperpanjang usia pakai sensor parkir mobil.

Harga Pasang Sensor Parkir Mobil

Jika kamu ingin memasang sensor parkir mobil 4 titik, mungkin penasaran dengan kisaran biayanya. Selain harga perangkatnya sendiri, biaya pemasangan juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan sebelum memutuskan untuk memasang sensor parkir.

Sebenarnya, biaya pemasangan sensor parkir bisa bervariasi tergantung pada tempat servis yang kamu pilih, serta kualitas dan merek sensor yang digunakan. 

Namun, secara umum, harga pemasangannya cukup terjangkau, dimulai dari sekitar Rp 300 ribu untuk pemasangan di empat titik.

Jika kamu ingin menambah jumlah sensor di mobilmu, misalnya untuk cakupan area yang lebih luas, maka kemungkinan akan ada biaya tambahan sekitar Rp 100 ribu. Perlu diingat bahwa angka tersebut hanyalah estimasi dan bisa berbeda di setiap tempat. 

Oleh karena itu, sebaiknya tanyakan langsung mengenai harga pemasangan saat membeli sensor parkir di toko atau bengkel pilihanmu.

Cara Merawat Sensor Parkir Mobil

1. Pastikan Sensor Selalu Bersih

Menjaga kebersihan sensor parkir mobil, baik di bagian depan maupun belakang, sangat penting agar perangkat ini tetap bekerja dengan baik. 

Kotoran yang menempel pada sensor bisa mengganggu kemampuannya dalam mendeteksi objek di sekitar kendaraan, sehingga dapat mengurangi efektivitasnya saat parkir.

Membersihkan sensor cukup mudah, kamu hanya perlu menyemprotnya dengan air lalu mengelapnya menggunakan kain bersih. 

Pastikan menggunakan lap berbahan lembut agar tidak menggores bagian sensor, terutama jika perangkat tersebut dilengkapi dengan kamera.

2. Jangan Mengecat Sensor Parkir

Modifikasi tampilan mobil memang menjadi pilihan banyak pemilik kendaraan untuk membuatnya terlihat lebih menarik. Namun, jika kamu berencana mengganti warna bodi mobil, sebaiknya hindari mengecat bagian sensor parkir.

Sensor dengan teknologi gelombang ultrasonik sangat sensitif terhadap perubahan lapisan di permukaannya. Jika terkena cat, sensor bisa mengalami gangguan dan tidak lagi berfungsi optimal. 

Akibatnya, perangkat ini tidak dapat memberikan peringatan yang akurat saat kamu memarkirkan kendaraan.

Sebagai penutup, dengan memahami apa itu sensor parkir mobil, kamu bisa lebih percaya diri saat berkendara dan memarkirkan kendaraan dengan aman serta nyaman.

Terkini