Apa Itu Platina Mobil adalah Fungsi, Cara Menyetel, hingga Harga

Jumat, 11 April 2025 | 12:47:43 WIB
apa itu platina mobil

JAKARTA - Apa itu platina mobil? Dalam sebuah kendaraan, terdapat berbagai komponen yang memegang peran penting, termasuk yang letaknya tersembunyi dan sering kali luput dari perhatian. 

Beberapa di antaranya mungkin tidak langsung menimbulkan masalah saat mengalami gangguan, tetapi ada juga yang dampaknya bisa sangat terasa, terutama saat terjadi kerusakan. 

Salah satu komponen yang berperan besar dalam sistem pengapian kendaraan adalah platina mobil.

Komponen ini memiliki fungsi utama dalam membantu proses menyalakan mesin, karena berhubungan langsung dengan sistem pengapian. 

Sayangnya, posisi platina cukup rentan mengalami gangguan akibat berbagai faktor, seperti pemakaian jangka panjang atau kurangnya perawatan. 

Oleh karena itu, pengecekan secara berkala menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.

Dengan memahami lebih lanjut apa itu platina mobil, kamu bisa lebih waspada terhadap kondisi kendaraan dan melakukan perawatan yang tepat agar mobil tetap berjalan dengan baik tanpa kendala.

Apa Itu Platina Mobil?

Apa itu platina mobil? Komponen ini merupakan bagian dari sistem pengapian yang memiliki peran penting dalam menghubungkan dan memutuskan arus listrik yang mengalir ke kumparan primer pada koil pengapian. 

Jika platina mengalami gangguan atau rusak, mobil bisa mati mendadak atau bahkan tidak dapat dinyalakan sama sekali. 

Oleh karena itu, memahami tanda-tanda kerusakan pada platina sangat penting agar mesin kendaraan tidak mengalami gangguan lebih serius.

Platina mobil umumnya ditemukan pada kendaraan dengan sistem pengapian konvensional, terutama pada mobil-mobil lama. 

Komponen ini bekerja dengan memutuskan aliran listrik yang mengalir ke kumparan primer, yang kemudian menghasilkan tegangan tinggi di kumparan sekunder. 

Tegangan ini bisa mencapai 10 kV atau lebih dan diperlukan untuk menciptakan percikan api pada busi.

Prinsip kerja platina melibatkan proses pemutusan arus listrik di kumparan primer. Jika pemutusan ini tidak terjadi tepat waktu, maka tegangan tinggi yang dihasilkan pada kumparan sekunder juga akan mengalami keterlambatan. 

Akibatnya, percikan api pada busi pun akan muncul terlambat, sehingga menyebabkan gangguan pada sistem pengapian.

Mengingat perannya yang sangat menentukan dalam proses pengapian, kondisi platina harus selalu diperhatikan. Jika platina mengalami keausan, miring, atau memiliki benjolan, maka risiko mobil mati mendadak atau sulit dinyalakan akan semakin tinggi.

Oleh karena itu, pengecekan secara rutin dan perawatan yang tepat menjadi kunci agar mobil tetap dalam kondisi optimal.

Fungsi Platina Mobil

Platina adalah komponen yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung kontak dalam sistem pengapian konvensional. Peran utamanya adalah mengatur arus listrik yang berasal dari kumparan primer koil pengapian sebelum diteruskan ke massa.

Dengan mekanisme ini, platina mampu menciptakan induksi listrik bertegangan tinggi pada kumparan sekunder dalam sistem pengapian.

Komponen ini terdiri dari beberapa bagian utama yang bekerja secara bersamaan agar proses pengapian berjalan dengan optimal. Berikut adalah beberapa bagian yang umumnya terdapat dalam platina:

-Nok distributor

-Kontak tetap

-Kontak lepas

-Pegas kontak pemutus

-Lengan kontak pemutus

-Sekrup pengikat

-Tumit ebonit

-Kabel dari terminal negatif koil

-Alur penyetel celah platina

Kesembilan bagian tersebut memiliki fungsi masing-masing, tetapi semuanya saling berhubungan agar platina dapat bekerja dengan baik. 

Ketika setiap komponen dalam sistem ini berfungsi secara optimal, pengapian pada mesin akan berjalan dengan lancar dan kendaraan dapat beroperasi dengan baik.

Cara Kerja Platina Mobil

1. Ketika Platina Terbuka

Saat nok distributor berputar, tumit ebonit pada platina akan terdorong sehingga platina terbuka. Akibatnya, aliran listrik dari kumparan primer koil menuju massa akan terputus. 

Pemutusan ini menghasilkan induksi listrik pada kedua kumparan dalam sistem pengapian. Induksi listrik yang terjadi di kumparan primer akan diserap oleh kondensor, sementara induksi listrik pada kumparan sekunder akan diteruskan ke busi.

Proses ini menghasilkan percikan api yang dibutuhkan untuk pembakaran dalam mesin. Tegangan listrik yang dihasilkan dari induksi ini dapat mencapai hingga 20.000 volt.

2. Saat Platina Menutup

Ketika mesin dalam keadaan hidup, nok distributor terus berputar. Begitu tekanan pada tumit ebonit berkurang, platina kembali menutup. 

Saat ini terjadi, arus listrik dari kumparan primer koil kembali tersambung ke massa, yang kemudian membentuk medan magnet di dalam kumparan primer. Siklus ini terus berulang untuk memastikan mesin dapat beroperasi dengan stabil.

Cara Merawat Platina Mobil

Platina termasuk komponen yang rentan mengalami kerusakan meskipun harganya relatif murah. Gangguan pada platina umumnya disebabkan oleh penumpukan kotoran atau penyetelan yang kurang tepat. 

Letaknya yang berada di samping mesin dan dekat dengan roda depan membuatnya mudah terkena debu serta cipratan air, yang dapat mempercepat kerusakan.

Namun, dengan perawatan yang baik, seperti rutin membersihkan dan menyetelnya secara tepat, platina dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Oleh karena itu, pemilik mobil disarankan untuk selalu menyediakan platina cadangan serta busi tambahan sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu komponen ini mengalami masalah di perjalanan.

Perbedaan CDI dan Platina Mobil

CDI merupakan komponen yang menggantikan platina dalam menghasilkan pengapian pada mesin mobil. Berbeda dengan platina, CDI tidak terpengaruh oleh putaran mesin, baik pada kecepatan rendah maupun tinggi. 

Sistem kelistrikan yang digunakan membuatnya lebih praktis dan lebih umum ditemukan pada kendaraan modern.

Meskipun memiliki keunggulan seperti umur pemakaian yang lebih panjang, tidak memerlukan penyetelan ulang, dan lebih efisien, CDI juga memiliki kekurangan. 

Jika mengalami kerusakan, komponen ini tidak dapat diperbaiki dan harus diganti dengan yang baru.

Cara Cek Kondisi Platina Mobil

1. Periksa Kondisi Mobil

Langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah mengecek kondisi mobil secara menyeluruh. Pastikan aki dalam keadaan baik, platina dan distributor bersih, serta tidak ada benjolan pada platina. 

Jika terdapat benjolan, sebaiknya segera ganti platina beserta kondensornya agar sistem pengapian tetap optimal.

2. Putar Crankshaft

Putar puli poros engkol searah jarum jam hingga titik pada puli berada di posisi nol derajat, yang dikenal sebagai Top 1. Pada tahap ini, perhatikan dengan saksama bagian noken yang terdapat di distributor.

3. Kendurkan Baut Platina

Longgarkan baut pengikat platina, namun jangan sampai terlalu kendor. Cukup lakukan satu putaran hingga platina dapat digerakkan dengan obeng minus pada bagian penyetel celah. 

Hal ini akan mempermudah proses penyetelan dengan merenggangkan atau menyempitkan celah platina sesuai kebutuhan.

4. Ukur Celah Platina

Gunakan fuller gauge untuk mengukur celah platina dengan akurat. Standar ukuran celah biasanya adalah 0,45 mm. 

Jika tidak tersedia angka 0,45 mm pada alat ukur, kamu bisa menggunakan ukuran 0,40 mm dan sedikit melonggarkannya agar lebih mendekati standar yang ditentukan.

5. Setel Platina

Gunakan obeng minus untuk menyetel celah platina. Caranya dengan menekan tonjolan atau coak yang ada pada platina. Karena setiap mobil memiliki desain yang berbeda, pastikan kamu menemukan bagian tonjolan yang tepat sebelum menyetel platina.

6. Periksa Kembali Celah Platina

Setelah penyetelan selesai, periksa kembali ukuran celah platina menggunakan fuller gauge. Jika celahnya sudah sesuai, kencangkan kembali baut pengikat menggunakan obeng plus agar platina tidak berubah posisi.

7. Pasang Kembali Tutup Distributor

Jika penyetelan sudah benar dan baut telah dikencangkan, pasang kembali tutup distributor ke posisi semula dengan rapat agar tidak ada gangguan dalam sistem pengapian.

8. Nyalakan Mesin dan Sesuaikan Pengapian

Cobalah nyalakan mesin mobil. Jika mesin sudah hidup, kendurkan sedikit baut yang mengikat distributor ke blok mesin. Putar distributor ke kanan atau ke kiri secara perlahan sambil mendengarkan suara mesin. 

Jika sudah menemukan titik dengan putaran mesin yang paling stabil dan halus, kencangkan kembali baut pengikat distributor.

Tanda Platina Mobil Rusak

1. Tidak Ada Celah pada Platina

Jika mobil sulit dinyalakan atau starter tidak berfungsi, sebaiknya periksa kondisi platina. Dalam beberapa kasus, pengapian tidak bekerja karena platina sudah habis atau bahkan tidak ada sama sekali. 

Akibatnya, proses pemutusan dan penghubungan arus listrik dari kumparan primer ke massa mesin menjadi terganggu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh ausnya rubbing block platina atau sudut dwell yang tidak disetel dengan benar.

Jika rubbing block sudah aus, platina harus diganti dengan yang baru. Sementara itu, jika sudut dwell tidak sesuai, mobil perlu diservis agar penyetelannya kembali tepat.

Platina yang rusak bisa dikenali dari kendaraan yang sulit dinyalakan atau tiba-tiba mati saat sedang digunakan, yang tentu berbahaya karena koil tidak mampu menghasilkan tegangan tinggi dan busi gagal memicu percikan api.

2. Celah Platina Terlalu Sempit

Celah platina yang terlalu kecil akan mengurangi fungsinya secara optimal. Biasanya, kondisi ini terjadi karena sekrup pengikat kontak pemutus kendor, sehingga celah pemutus menyempit dan menghasilkan percikan api yang lebih besar. 

Dampaknya, komponen lain dalam sistem pengapian bisa mengalami gangguan.

Selain itu, sudut dwell yang terlalu besar menyebabkan arus listrik primer meningkat lebih cepat, sehingga percikan api dari busi menjadi lebih besar. 

Meskipun starter tetap bekerja normal, kondisi ini sebaiknya diwaspadai karena bisa menyebabkan rubbing block aus lebih cepat akibat suhu yang semakin panas.

3. Celah Platina Terlalu Lebar

Sebaliknya, jika celah platina terlalu lebar, sudut dwell menjadi lebih kecil. Ini menyebabkan arus listrik primer lebih pendek, sehingga percikan api yang dihasilkan oleh busi melemah. 

Akibatnya, tegangan tinggi dari kumparan sekunder tidak dapat bekerja dengan efektif, yang mengurangi tenaga mesin dan mengganggu proses pembakaran.

Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh permukaan platina yang kotor atau terbakar, sehingga arus listrik tidak mengalir dengan baik. Jika masalah ini terjadi, tenaga mesin akan menurun dan starter menjadi lebih sulit dilakukan.

4. Munculnya Benjolan pada Platina

Penggunaan kondensor yang tidak sesuai bisa menyebabkan benjolan pada platina. Kondisi ini akan mengganggu sistem pengapian, membuat aliran listrik tidak stabil, dan mempengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan.

5. Penyetelan Celah Platina yang Tidak Tepat

Saat platina membuka, arus listrik induksi primer ikut terbuka. Jika celahnya terlalu kecil, kemagnetan akan melemah, menyebabkan sudut dwell membesar. 

Akibatnya, platina akan tetap menutup lebih lama dari seharusnya, yang membuat koil menjadi panas dan induksi listrik berkurang.

Sebaliknya, jika celah terlalu besar, sudut dwell mengecil, sehingga platina menutup dalam waktu yang lebih singkat. Kondisi ini mengurangi arus primer dan menyebabkan induksi listrik tidak sesuai dengan kebutuhan sistem pengapian.

6. Kabel Platina Rusak atau Kotor

Jika isolator kabel platina rusak, arus listrik primer mungkin masih bisa mengalir, tetapi induksi pada koil tidak akan terbentuk. Hal ini menyebabkan busi tidak mengeluarkan percikan api, koil menjadi panas, dan mesin bisa mati secara tiba-tiba.

Selain itu, jika kabel platina kotor atau terhalang oleh kotoran, aliran arus primer bisa terganggu, menyebabkan tidak adanya percikan api dan lemahnya kemagnetan, sehingga mesin gagal menyala.

Beberapa faktor lain yang bisa memperburuk kondisi ini termasuk penggunaan koil racing, kondensor yang kurang baik, atau konektor aki yang longgar. 

Jika tegangan yang dihasilkan melebihi batas kebutuhan sistem pengapian, platina bisa hangus atau terbakar.

Cara Menyetel Platina Mobil

-Langkah pertama, lepaskan terlebih dahulu distributor cap dari tempatnya.

-Setelah itu, lepas rotor agar akses ke platina menjadi lebih mudah.

-Putar puli poros engkol sambil mengamati posisi nok, pastikan nok menyentuh eboni pada titik tertingginya.

-Kendurkan salah satu baut platina untuk melakukan penyetelan. Gunakan obeng minus untuk menyesuaikan celah hingga berada pada kisaran 0,45 mm.

-Setelah penyetelan selesai, kencangkan kembali baut platina yang sebelumnya dikendurkan.

-Pasang kembali rotor dan distributor cap, lalu sambungkan kembali kabel busi yang sebelumnya dilepaskan.

-Periksa sudut dwell menggunakan engine tuner atau dwell tachometer, pastikan sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan, yaitu 52±6 derajat.

Harga Platina Mobil

Memiliki mobil berarti kamu juga harus siap untuk merawatnya dengan baik. Jika perawatan tidak dilakukan secara optimal, bukan hanya dirimu yang bisa dirugikan, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Melakukan servis secara rutin setiap beberapa bulan atau setelah mencapai jarak tempuh tertentu sangat penting untuk memastikan setiap komponen mobil tetap dalam kondisi terbaik. 

Namun, ada beberapa bagian yang bisa mengalami kerusakan lebih cepat dari jadwal penggantian yang seharusnya, salah satunya adalah platina mobil. 

Jika platina sudah tidak berfungsi dengan baik, kamu harus segera menggantinya agar sistem pengapian tetap optimal. 

Harga platina mobil sendiri bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga sekitar empat juta rupiah, sehingga kamu bisa memilih sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Sebagai penutup, dengan memahami apa itu platina mobil, kamu bisa lebih waspada terhadap kondisinya dan melakukan perawatan yang tepat agar mobil tetap berjalan dengan optimal.

Terkini