Apa Itu Sasis Mobil adalah Komponen, Fungsi, dan Biaya Perbaikan

Jumat, 11 April 2025 | 13:01:45 WIB
apa itu sasis mobil

JAKARTA - Apa itu sasis mobil? Jika diibaratkan, sasis pada mobil mirip dengan rangka pada tubuh manusia yang menjadi fondasi utama dalam menopang keseluruhan struktur kendaraan. 

Keberadaannya sangat krusial karena tidak hanya menentukan kekuatan dan daya tahan mobil, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan serta keselamatan saat berkendara. 

Oleh sebab itu, desain dan pemilihan material sasis harus diperhitungkan dengan matang agar sesuai dengan karakter dan kebutuhan kendaraan.

Secara umum, sasis mobil adalah struktur rangka yang bertugas menopang bodi, mesin, serta penumpang di dalam kendaraan. 

Material yang digunakan untuk sasis biasanya berupa besi atau baja dengan komposisi khusus yang dirancang agar kuat namun tetap ringan.

Ada beberapa jenis sasis yang digunakan dalam industri otomotif, salah satunya adalah sasis monokok (monocoque chassis) yang banyak diterapkan pada mobil di Indonesia.

Jenis sasis ini menggabungkan kerangka dengan bodi kendaraan sehingga menjadi satu kesatuan yang lebih kokoh dan efisien. Lantas, bagaimana fungsi dari berbagai jenis sasis yang digunakan pada mobil? 

Untuk memahami lebih dalam, mari kita eksplor lebih lanjut tentang struktur dan keunggulan masing-masing jenis sasis. Dengan begitu, kita bisa lebih mengenali apa itu sasis mobil dan peran pentingnya dalam kendaraan sehari-hari.

Apa Itu Sasis Mobil?

Apa itu sasis mobil? Sasis merupakan kerangka utama pada kendaraan roda empat yang berfungsi sebagai penopang berbagai komponen penting. 

Tanpa sasis, mobil tidak akan memiliki struktur yang kuat dan stabil untuk menopang mesin, sistem kemudi, hingga tempat duduk bagi penumpang.

Lebih dari sekadar rangka, sasis juga berperan dalam menjaga bentuk kendaraan tetap kokoh serta mampu menahan beban saat berkendara. Oleh sebab itu, material yang digunakan dalam pembuatan sasis harus memiliki daya tahan tinggi. 

Umumnya, sasis dibuat dari besi atau baja yang dirancang khusus agar dapat memenuhi standar keamanan dan ketahanan di berbagai kondisi jalan.

Dalam sebuah sasis, terdapat beberapa bagian utama, seperti powertrain dan suspensi. Powertrain bertugas untuk mengalirkan tenaga dari mesin ke roda, sedangkan sistem suspensi berfungsi menjaga stabilitas kendaraan saat melaju di berbagai medan.

Untuk sistem powertrain sendiri, terdapat tiga jenis utama yang biasa digunakan dalam mobil, yaitu FWD (Front-Wheel Drive) yang menggerakkan roda depan, RWD (Rear-Wheel Drive) yang menggerakkan roda belakang, serta 4WD (Four-Wheel Drive) yang menggerakkan keempat roda secara bersamaan. 

Setiap jenis sistem penggerak ini memiliki keunggulan tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kendaraan.

Komponen Sasis Mobil

1. Kopling

Kopling merupakan salah satu bagian penting dalam sasis mobil yang berfungsi sebagai penghubung sekaligus pemutus putaran mesin menuju transmisi. 

Keberadaannya memungkinkan perpindahan gigi berlangsung lebih halus, terutama saat mobil mulai bergerak atau menghadapi kemacetan.

Struktur kopling terdiri dari dua lempengan logam yang berputar dengan kecepatan yang sama, yakni flywheel dan pressure plate, dengan kampas kopling di antara keduanya. 

Ketika pressure plate menekan flywheel, kampas kopling akan menjepit sehingga tenaga dari mesin dapat diteruskan ke transmisi.

Pada mobil dengan sistem kopling otomatis atau torque converter, proses ini berlangsung tanpa pengoperasian manual karena kopling bekerja berdasarkan tekanan fluida. 

Tekanan ini meningkat seiring bertambahnya putaran mesin, sehingga mobil dapat berpindah gigi secara otomatis.

2. Transmisi

Transmisi berperan dalam mengatur tenaga mesin agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan. Dalam kondisi tertentu, mobil memerlukan torsi yang besar, sementara di situasi lain, kecepatan tinggi lebih diutamakan.

Sistem transmisi mengatur rasio perpindahan antar roda gigi, misalnya pada gigi pertama, perbandingan gigi lebih besar sehingga output putaran lebih kecil, namun torsi yang dihasilkan lebih besar. 

Sebaliknya, pada gigi yang lebih tinggi, perbandingan gigi semakin kecil, membuat putaran meningkat tetapi dengan torsi yang lebih rendah.

Sama seperti kopling, transmisi juga memiliki versi otomatis yang dapat menyesuaikan rasio gigi dengan kecepatan kendaraan. Dengan adanya transmisi otomatis, pengemudi dapat lebih fokus pada kemudi tanpa perlu memindahkan gigi secara manual.

3. Poros Propeller

Komponen ini umumnya terdapat pada mobil dengan penggerak FR (Front Engine, Rear Wheel Drive) atau 4WD (Four-Wheel Drive). 

Bentuknya menyerupai tabung panjang yang dibuat dari bahan baja untuk mentransmisikan tenaga dari mesin ke poros roda belakang.

Menggunakan poros propeller lebih efektif dibandingkan rantai karena tidak mudah melar akibat pemuaian dan tidak menimbulkan suara bising. Selain itu, gaya puntir dari mesin dapat disalurkan dengan lebih baik.

4. Universal Joint

Posisi transmisi dan axle belakang pada kendaraan tidak selalu sejajar, karena axle terletak di bawah suspensi sedangkan transmisi berada di dalam bodi mobil. 

Universal joint memungkinkan poros propeller tetap bekerja meskipun ada perbedaan ketinggian ini. Universal joint memiliki desain fleksibel sehingga dapat mentransmisikan momen puntir dari berbagai sudut. 

Biasanya, terdapat dua universal joint dalam mobil, yakni di bagian belakang transmisi dan di bagian depan gardan.

5. Gardan (Differential)

Komponen ini berfungsi untuk membedakan kecepatan putaran roda kanan dan kiri, terutama saat kendaraan berbelok.

Ketika mobil berbelok, roda bagian dalam memiliki lintasan yang lebih pendek dibandingkan roda luar. Jika kedua roda diputar dengan kecepatan yang sama, akan terjadi gesekan berlebihan yang bisa menyebabkan ban cepat aus atau bahkan selip.

Gardan mencegah hal tersebut dengan menyesuaikan kecepatan masing-masing roda agar tetap stabil.

6. Rear Axle

Rear axle merupakan poros yang menghubungkan gardan dengan roda belakang. Ujung poros ini dilengkapi dengan wheel bearing, yang berfungsi sebagai bantalan agar roda dapat berputar dengan lancar tanpa mengganggu struktur bodi kendaraan.

Rear axle terbagi menjadi dua jenis, yaitu rigid axle dan independent axle. Pada rigid axle, kedua roda berada pada satu poros kaku, sehingga ketika salah satu roda terkena guncangan, roda lainnya juga ikut terpengaruh. 

Sementara pada independent axle, terdapat flexible joint yang memungkinkan roda kiri dan kanan bekerja lebih independen, sehingga memberikan kenyamanan lebih.

7. Pegas

Pegas adalah bagian dari sistem suspensi yang berfungsi untuk menyerap getaran dari permukaan jalan agar berkendara lebih nyaman.

Pegas dibuat dari baja elastis dengan berbagai desain, seperti pegas ulir (coil spring) yang memiliki daya redam tinggi dan lebih umum digunakan pada kendaraan penumpang. 

Selain itu, ada juga leaf spring, yang berbentuk lembaran baja fleksibel dan sering digunakan pada kendaraan berat seperti truk dan bus karena kemampuannya menahan beban lebih besar.

8. Shock Absorber

Sering disebut juga sebagai shockbreaker, komponen ini bekerja sama dengan pegas dalam menyerap guncangan saat kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Saat roda melewati jalanan berlubang, pegas akan menahan tekanan ke bawah, namun karena sifatnya yang elastis, kendaraan bisa mengalami guncangan berlebihan. 

Shock absorber bertugas meredam guncangan ini dengan mekanisme berbasis fluida, sehingga kendaraan tetap stabil dan nyaman saat dikendarai.

9. Stabilizer Bar

Komponen ini hanya ditemukan pada sistem suspensi independent. Stabilizer bar membantu mengurangi efek body roll atau kemiringan berlebih saat kendaraan melewati tikungan atau permukaan yang tidak rata.

Terdiri dari swing bar dan link stabilizer, sistem ini menghubungkan suspensi kiri dan kanan agar tetap seimbang. Ketika satu sisi kendaraan melewati gundukan, stabilizer bar membantu menjaga kestabilan roda lainnya agar tidak terlalu terpengaruh.

10. Sistem Steering

Sistem steering bertugas mengendalikan arah kendaraan serta membantu mengurangi beban saat mengemudi. Dua jenis power steering yang umum digunakan adalah hidrolik dan elektrik. 

Power steering hidrolik menggunakan tekanan dari pompa hidrolik untuk membantu menggerakkan rack steer, sementara power steering elektrik memanfaatkan motor listrik untuk memberikan bantuan dalam mengarahkan roda depan.

11. Sistem Pengereman

Komponen ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan dengan mengubah energi putar menjadi energi panas melalui gesekan. Terdapat dua jenis sistem pengereman yang umum digunakan:

Rem tromol: Memiliki daya cengkeram kuat, tetapi responsnya lebih lambat dibandingkan cakram.

Rem cakram: Lebih responsif dan menghasilkan pengereman yang lebih stabil, terutama pada kecepatan tinggi.

12. Roda dan Ban

Komponen terakhir dalam sistem sasis mobil adalah roda dan ban, yang berfungsi sebagai media utama dalam pergerakan kendaraan.

Roda terdiri dari velg yang menopang keseluruhan beban kendaraan serta ban yang berfungsi menyerap getaran dan menciptakan traksi dengan permukaan jalan.

Ban sendiri memiliki berbagai jenis, seperti soft compound, medium compound, dan hard compound, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda dalam hal daya cengkeram dan ketahanan.

Jenis-jenis Sasis Mobil

1. Ladder Frame

Sasis ladder frame memiliki desain yang menyerupai tangga dan berfungsi sebagai fondasi utama untuk menopang bodi kendaraan, mesin, transmisi, serta berbagai komponen mobil lainnya. 

Struktur ini ditempatkan di bagian bawah kendaraan guna menahan seluruh beban yang ada di atasnya.

Biasanya, ladder frame dibuat dari baja simetris berbentuk balok yang diperkuat dengan sambungan tambahan dan crossmember di titik-titik tertentu. 

Beberapa desain juga menambahkan rangka penguat berbentuk silang untuk meningkatkan kekuatan struktur.

Salah satu keunggulan utama dari jenis sasis ini adalah proses produksinya yang lebih sederhana dan ekonomis. 

Selain itu, ladder frame menawarkan ground clearance yang lebih tinggi, menjadikannya lebih fleksibel serta mampu menahan beban berat dengan baik. 

Oleh karena itu, sasis ini umumnya digunakan pada kendaraan yang dirancang untuk membawa beban besar atau melibas medan berat, seperti truk, pick-up, dan SUV off-road.

Namun, ada beberapa kekurangan yang dimiliki ladder frame. Karena konstruksinya yang memisahkan sasis dan bodi, bobot keseluruhan kendaraan menjadi lebih berat.

Selain itu, ground clearance yang tinggi menyebabkan kendaraan lebih rentan terhadap efek limbung atau body roll. 

Dari segi keamanan, model sasis ini umumnya tidak dilengkapi dengan crumple zone, yang berfungsi untuk menyerap energi benturan saat terjadi kecelakaan.

2. Monocoque Chassis

Monocoque chassis adalah jenis sasis yang terintegrasi langsung dengan bodi kendaraan, di mana bagian terluarnya juga berfungsi sebagai kerangka utama untuk memberikan perlindungan terhadap benturan.

Sasis ini dibuat dari lembaran baja komposit yang dirangkai dan diperkuat sehingga membentuk struktur kokoh. Beberapa contoh kendaraan yang menggunakan monocoque chassis adalah Toyota All New Camry dan Toyota New Avanza.

Keunggulan utama dari monocoque chassis adalah bobotnya yang lebih ringan dibandingkan ladder frame. 

Selain itu, konstruksinya yang lebih kaku meningkatkan kestabilan kendaraan, memberikan kenyamanan berkendara, dan mendukung karakter handling yang lebih baik. 

Dalam hal keamanan, sasis ini biasanya sudah dilengkapi dengan crumple zone, yang berfungsi untuk menyerap energi benturan saat terjadi tabrakan.

Meski memiliki banyak kelebihan, monocoque chassis juga memiliki beberapa kelemahan. Konstruksinya yang lebih kompleks menyebabkan biaya produksi lebih tinggi. 

Selain itu, ground clearance yang lebih rendah membuatnya kurang ideal untuk digunakan di medan berat atau off-road. 

Kemampuannya dalam menopang beban berat juga tidak sebaik ladder frame, sehingga lebih cocok digunakan pada jenis kendaraan seperti sedan, hatchback, MPV, crossover, dan sports car.

3. Backbone Chassis

Backbone chassis memiliki peran sebagai tulang utama yang menghubungkan bagian depan dan belakang kendaraan. 

Struktur ini membentang di tengah kendaraan, memberikan kestabilan serta kekuatan yang diperlukan untuk menahan beban kendaraan dengan lebih baik.

Seluruh bagian backbone chassis didesain dengan struktur yang kaku, sehingga mampu memberikan ketahanan optimal terhadap tekanan serta beban berat yang harus ditopang oleh kendaraan.

4. Tubular Space Frame

Tubular space frame merupakan sasis yang dibuat dari rangkaian pipa baja yang dirakit dan dibentuk sedemikian rupa agar membentuk kerangka kendaraan. 

Kekuatan dari sasis ini sangat bergantung pada kualitas material yang digunakan serta ketepatan sambungan lasnya.

Sasis ini dikenal memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap beban berat, benturan, serta torsi. Oleh karena itu, banyak digunakan dalam industri balap mobil yang menuntut performa tinggi serta tingkat keamanan yang optimal.

Keunggulan utama dari tubular space frame adalah kemudahan dalam mendesain dan menambahkan komponen tambahan. Namun, penyusunannya cukup rumit karena setiap sambungan harus berbentuk segitiga agar tetap kokoh dan stabil.

5. Aluminium Space Frame

Aluminium space frame merupakan jenis sasis yang mengadopsi konsep monocoque tetapi menggunakan material aluminium sebagai bahan utamanya. Sebagai perbandingan, monocoque chassis umumnya dibuat dari lembaran baja.

Dibandingkan dengan monocoque chassis, aluminium space frame diklaim memiliki bobot lebih ringan serta tingkat kekakuan yang lebih tinggi hingga 40%. 

Keunggulan ini menjadikannya pilihan ideal bagi kendaraan yang mengutamakan efisiensi bobot dan performa, terutama pada mobil-mobil berperforma tinggi.

Fungsi Sasis Mobil

Sasis mobil berperan sebagai penopang utama yang menahan beban kendaraan, termasuk mesin, transmisi, komponen lainnya, serta penumpang di dalamnya. 

Selain itu, sasis juga berfungsi untuk menjaga struktur mobil tetap kokoh dan tidak mengalami perubahan bentuk selama penggunaan. 

Oleh karena itu, material yang digunakan harus memiliki kekuatan tinggi agar mampu menopang seluruh beban dengan baik.

Biaya Perbaikan Sasis Mobil

Biaya perbaikan sasis tergantung tingkat kerusakan. Untuk las sasis yang keropos sekitar 10 cm, biayanya berkisar Rp150.000 - Rp200.000, sementara biaya jasa lasnya sekitar Rp250.000. 

Agar sasis tidak cepat keropos kembali, sebaiknya dilapisi dengan cat anti karat seperti plingkut atau hamertone setelah proses pengelasan. Jika sasis mengalami kerusakan lebih parah seperti patah akibat tabrakan, biaya perbaikannya akan lebih besar. 

Harga sasis mobil di pasaran berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta. Selain itu, ada tambahan biaya pemasangan dan ketuk ulang nomor sasis yang bisa mencapai Rp1 juta.

Untuk sasis ladder frame, masih memungkinkan untuk diperbaiki jika hanya bengkok atau patah. Namun, sasis monocoque yang sudah menyatu dengan bodi harus diganti secara keseluruhan. 

Meskipun sasis bisa diperbaiki, kekuatan dan kestabilannya mungkin tidak akan sama seperti sebelumnya. 

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memperbaiki atau mengganti sasis, pertimbangkan kembali apakah lebih menguntungkan memperbaiki mobil atau membeli yang baru.

Sebagai penutup, sekarang kamu sudah tahu apa itu sasis mobil dan peran pentingnya dalam menopang kendaraan. Pastikan selalu memeriksa kondisinya agar mobil tetap nyaman dan aman digunakan.

Terkini