Penyebab Air Radiator Cepat Habis hingga Cara Mengatasinya

Jumat, 21 Maret 2025 | 14:53:17 WIB
penyebab air radiator cepat habis

Penyebab air radiator cepat habis sering kali dianggap masalah sepele, padahal jika tidak ditangani dengan tepat, bisa berujung pada kerusakan serius pada mesin mobil.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja yang menjadi penyebab air radiator lekas habis. 

Beberapa masalah yang timbul akibat kehabisan air radiator antara lain mesin yang mudah panas atau overheating, suara mesin yang kasar, AC yang tidak dingin, hingga penurunan performa mesin. 

Artikel ini akan mengulas lebih lanjut tentang penyebab air radiator cepat habis dan cara mengatasinya.

Hal yang Terjadi jika Air Radiator Cepat Habis

Air radiator berfungsi untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah terjadinya overheat pada mobil. Mengapa overheat harus dihindari? Sebab, jika mesin dipaksa beroperasi dalam kondisi tersebut, bisa terjadi kerusakan serius. 

Salah satu kerusakan akibat kekurangan air radiator adalah overheat, yang dalam kasus terburuk bisa menyebabkan kerusakan mesin yang memerlukan pembongkaran mesin.

Berbeda dengan oli atau cairan lainnya, air radiator memiliki karakteristik cairan yang lebih tipis dan cepat menyerap panas. Oleh karena itu, masalah akan muncul jika air radiator habis dalam waktu yang tidak wajar. 

Jika kamu sering mengalami hal ini, berikut adalah beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab air radiator lekas habis.

Penyebab Air Radiator Cepat Habis

Secara umum, salah satu penyebab air radiator cepat habis biasanya disebabkan oleh kerusakan pada komponen penampung radiator itu sendiri. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini terjadi antara lain sebagai berikut:

1. Kebocoran pada sirip radiator

Kebocoran pada sirip radiator sering menjadi salah satu penyebab air radiator lekas habis, yang pada gilirannya menyebabkan mesin cepat panas. 

Kebocoran ini sulit terdeteksi karena posisi sirip radiator yang cukup tersembunyi. Umumnya, kebocoran terjadi akibat penguapan yang berlangsung terus-menerus.

2. Kebocoran pada kompresi mesin

Selain pada sirip radiator, kebocoran pada kompresi mesin juga dapat menyebabkan berkurangnya air radiator. 

Kebocoran ini sering kali terjadi akibat kebiasaan membuka tutup radiator saat mesin masih menyala. Hal ini dapat menyebabkan kompresi mesin mengeluarkan gelembung yang berkelanjutan.

3. Kerusakan pada water pump

Water pump berfungsi untuk memompa dan mengatur sirkulasi air dalam radiator.

Apabila water pump rusak atau bocor, air radiator bisa terbuang dalam jumlah besar, yang mengakibatkan mesin cepat panas dan kendaraan tidak dapat beroperasi dengan baik.

4. Selang radiator yang tidak rapat atau sudah rusak

Selang radiator yang tidak rapat atau sudah usang bisa menjadi penyebab air radiator sering habis. 

Celah yang terbuka akan membuat air radiator keluar dengan berlebihan. Selang yang sudah usang juga memiliki tekstur lembek, yang bisa menyebabkan rembesan air radiator.

5. Kerusakan pada tutup radiator

Penggunaan kendaraan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan tekanan pada tutup radiator melemah. Kerusakan pada karet tutup radiator menyebabkan air radiator mudah hilang dan dapat mempercepat terjadinya overheating pada mesin.

6. Masalah pada thermostat

Sirkulasi air radiator yang terganggu juga bisa disebabkan oleh thermostat yang bermasalah. Thermostat yang kotor atau bengkok dapat menyebabkan air radiator menguap sia-sia, karena mesin tidak dapat mengatur suhu dengan baik.

Cara Mengatasi Air Radiator Cepat Habis

Setelah mengetahui penyebab air radiator lekas habis, langkah selanjutnya adalah melakukan pencegahan untuk menghindari masalah tersebut. 

Perawatan dasar secara berkala sangat penting, salah satunya dengan memantau volume air radiator secara rutin. Pemilik kendaraan dapat menyesuaikan tindakan pencegahan sesuai dengan masalah yang ditemui, seperti berikut ini:

1. Menggunakan tutup radiator berkualitas

Kerusakan pada tutup radiator bisa menyebabkan air radiator cepat habis. Agar tutup radiator lebih awet, gunakan produk dengan kualitas terbaik. 

Jika perlu mengganti komponen, pilihlah produk asli dari pabrikan mobil untuk memastikan daya tahan yang lebih lama.

2. Menguras air radiator secara berkala

Pengurasan air radiator secara rutin minimal dua bulan sekali sangat penting. Ini mencegah karat mengendap pada komponen radiator yang bisa merusaknya. 

Karat yang menumpuk dapat mempercepat habisnya air radiator, bahkan mempengaruhi tangki cadangan.

3. Rajin memeriksa selang radiator

Periksa kondisi selang radiator secara berkala. Jika ada yang rusak atau tidak layak pakai, segera ganti. Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada bagian penutup pembuangan dan kompresi mesin. 

Agar lebih yakin, bawa kendaraan ke bengkel radiator untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena kerusakan internal yang sulit dilihat oleh mata biasa.

4. Hindari menggunakan air keran

Penting untuk tidak menggunakan air keran sebagai pengisi radiator. Air keran mengandung mineral yang dapat menyebabkan karat. Gunakan air khusus radiator atau coolant liquid untuk menjaga kualitas air radiator dan mencegah kerusakan pada mesin.

Cara Mengatasi Air Radiator Cepat Panas

Selain masalah kebocoran pada radiator, radiator yang cepat panas juga bisa menjadi gangguan serius yang menghambat perjalanan. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Isi Ulang Cairan Pendingin

Salah satu penyebab radiator cepat panas adalah rendahnya level cairan pendingin. Pastikan tangki radiator selalu terisi cukup dengan cairan pendingin yang sesuai. 

Jika levelnya rendah, tambahkan coolant yang cocok untuk mobilmu dan pastikan coolant tersebut belum kadaluwarsa.

2. Ganti Selang Radiator yang Bocor

Kebocoran pada selang radiator menyebabkan cairan pendingin tidak mengalir dengan baik, yang mengakibatkan suhu mesin meningkat. 

Selang bocor bisa terjadi karena beberapa hal, seperti pengaturan kabel yang buruk atau bahkan digigit tikus. Segera ganti selang yang bocor untuk mencegah masalah lebih lanjut.

3. Periksa Kondisi Kipas Radiator

Kipas radiator berfungsi untuk menjaga suhu mesin dengan cara menghisap udara dingin ke dalam radiator. Jika kipas tidak berfungsi dengan baik, suhu mesin bisa meningkat. 

Cek apakah kipas berputar dengan lancar, dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas, dan segera ganti jika diperlukan.

4. Bersihkan Radiator

Kotoran, debu, dan kerak yang menempel pada radiator dapat menghalangi aliran udara dan pendinginan. Pastikan radiator selalu bersih dengan rutin membersihkannya menggunakan kuas atau semprotan udara. Ini membantu mencegah mesin cepat panas.

5. Perhatikan Kondisi Head Gasket

Bocornya head gasket dapat menyebabkan campuran cairan pendingin dan oli mesin, yang berisiko menyebabkan mesin panas berlebih. Jika kamu mencurigai masalah pada head gasket, segera bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Air Radiator Berkurang tapi tidak Bocor

Dalam beberapa kasus, kamu mungkin mendapati air radiator berkurang, namun tanpa adanya kebocoran yang terlihat. Jika ini terjadi, berarti ada faktor lain yang menyebabkan berkurangnya air radiator.

Kebocoran bukan satu-satunya alasan air radiator bisa berkurang. Salah satu kemungkinan adalah tekanan pada tutup radiator yang melemah. Jika tutup radiator rusak atau karetnya aus, air radiator bisa lebih cepat habis daripada biasanya.

Selain itu, terkadang meskipun air radiator sudah penuh, mesin tetap mengalami peningkatan suhu. Kondisi ini juga perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya dan bagaimana cara mengatasinya.

Berapa Lama Air Radiator Habis?

Untuk mengetahui kapan air radiator sudah berkurang, kamu bisa memperkirakan berdasarkan jarak tempuh mobil. 

Penggantian air radiator sebaiknya dilakukan setiap kali mobil telah mencapai jarak tempuh sekitar 35.000 hingga 55.000 km, atau sekitar 1 hingga 3 tahun. 

Melakukan penggantian air radiator secara berkala sangat penting untuk menjaga kualitas dan performa radiator.

Harga Air Radiator Mobil

Jika air radiator sudah habis atau perlu diganti, kamu bisa menggantinya di bengkel atau membeli air radiator pengganti secara mandiri. Air radiator sering disebut juga sebagai coolant. Berikut ini adalah harga air radiator mobil yang umumnya dijual di pasaran:

Byrston: Rp25.000-40.000

Top One: Rp50.000-100.000

Vegacool: Rp30.000

Prestone: Rp65.000-105.000

Carrera: Rp100.000.

Sebagai penutup, dengan memahami penyebab air radiator cepat habis, kamu dapat mencegah masalah tersebut agar mobil tetap berfungsi optimal.

Terkini