6 Perbedaan Bank Digital dengan Bank Konvensional dan Contohnya

Minggu, 23 Februari 2025 | 17:10:40 WIB
perbedaan bank digital dengan bank konvensional

Perbedaan bank digital dengan bank konvensional menjadi hal yang penting untuk dipahami oleh setiap orang. 

Seiring dengan munculnya berbagai bank digital dalam beberapa tahun terakhir, banyak yang mulai bertanya-tanya mengenai perbedaan mendasar antara keduanya.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai perbedaan bank digital dengan bank konvensional, simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Bank Digital dan Bank Konvensional?

Agar bisa memahami lebih jauh perbedaan bank digital dan bank konvensional, kamu mungkin perlu waktu untuk terlebih dahulu mengenal apa itu perusahaan perbankan digital dan bank konvensional. 

Keduanya bisa menjadi pilihan tepat, terutama bagi kamu yang tidak bisa lepas dari layanan dan produk yang ditawarkan oleh kedua jenis bank tersebut.

Bahkan, saat ini bank konvensional juga ada yang menerapkan penggabungan antara fisik dan digital dalam bentuk layanan hybrid. Bank hybrid ini adalah jenis bank lain yang mungkin akan menambah daftar pertanyaan di kepala kamu.

Mengenal Bank Digital

Perkembangan teknologi yang begitu pesat seolah mengharuskan masyarakat untuk tidak hanya tinggal diam. Artinya, masyarakat harus mampu menyesuaikan diri seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kegiatan digital, termasuk transaksi keuangan.

Semakin banyak layanan digital saat ini, bukan? Bahkan sudah tidak sulit untuk menemukan penyedia atau platform trading saham online hanya dengan sekali klik saja.

Berbagai jenis pembayaran juga sudah bisa dilakukan secara online untuk kemudahan dalam bertransaksi. Hal tersebutlah yang kemudian mendorong lahirnya bank digital.

Lalu, apa sih sebenarnya bank digital itu? Bank digital merupakan bank yang melakukan aktivitas bisnis secara digital menggunakan saluran elektronik. 

Meski hadir secara digital, jangan salah, karena bank digital juga merupakan organisasi yang berbadan hukum Indonesia.

Bank digital bisa tetap menjalankan kegiatan usaha tanpa harus memiliki kantor fisik di luar kantor pusat. Bisa juga hanya menggunakan kantor fisik dalam jumlah terbatas. Ini kemudian menjadi salah satu perbedaan bank digital dan bank konvensional.

Namun, bank digital tidak hanya merupakan bank baru saja, tetapi juga termasuk bank konvensional yang bertransformasi karena melihat besarnya peluang usaha.

Selain Brasil, Indonesia menjadi negara dengan persentase pemilik rekening bank digital terbanyak. Pada tahun 2021 saja, ada sekitar 25 persen orang dewasa yang sudah memiliki bank digital.

Jumlah tersebut bukan tidak mungkin akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kebutuhan akan kemudahan dalam bertransaksi secara cepat dan aman. Sejumlah layanan yang disediakan oleh bank digital adalah sebagai berikut:

  • Pembukaan dan penutupan rekening tabungan
  • Transaksi online dengan menerapkan prinsip self-service, di mana nasabah melakukan transaksi tanpa bantuan teller atau customer service
  • Pengelolaan keuangan
  • Layanan berbagai produk keuangan termasuk tabungan, deposito, pinjaman, dan lain sebagainya

Sekilas tentang Bank Konvensional

Sebelum bank digital hadir di tengah masyarakat di era digital ini, sudah ada sejumlah bank konvensional yang beroperasi di Indonesia. Tentunya, bank-bank tersebut memiliki izin operasional yang resmi serta mendapatkan pengawasan dari OJK dan LPS.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan bank konvensional? Istilah bank konvensional sudah sangat familiar di telinga masyarakat, tetapi terkadang sulit untuk mendefinisikannya secara jelas.

Untuk bisa memahami perbedaan bank digital dan bank konvensional, kamu harus tahu terlebih dahulu apa itu bank konvensional. 

Bank konvensional adalah bank yang aktivitas perputaran uangnya dilakukan berdasarkan kesepakatan nasional maupun internasional yang juga tunduk pada hukum formil negara.

Bank konvensional berfungsi sebagai perantara antara tiga pihak, yaitu pengelola bank, nasabah, dan pemegang saham yang masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda.

Sejumlah contoh bank konvensional dapat ditemukan dengan mudah di berbagai lokasi di seluruh Indonesia, seperti Bank BRI, BTN, BNI, Mandiri, BCA, dan lain sebagainya.

Bank konvensional memiliki beberapa prinsip dasar, seperti menetapkan bunga sebagai harga untuk berbagai produk tabungan dan pinjaman serta menetapkan biaya dalam nominal tertentu untuk berbagai jasa perbankan yang ditawarkan.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh bank konvensional adalah menerima dana dari nasabah, baik berupa tabungan, giro, maupun deposito. 

Selain itu, bank tersebut juga menyalurkan kembali dana yang diterima dalam bentuk pinjaman untuk keperluan tertentu. Namun, tentunya masyarakat memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana tersebut karena diperoleh dalam bentuk pinjaman.

Perbedaan Bank Digital dengan Bank Konvensional

Dengan munculnya bank digital, apakah kamu penasaran bagaimana perbedaannya dengan bank konvensional yang sudah lebih familiar di masyarakat?

Jika sebelumnya kamu lebih sering membahas perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah, kini saatnya untuk menjelajahi peluang mendapatkan manfaat lebih dari layanan perbankan digital. 

Jadi, apakah kamu tertarik untuk menjadi nasabah bank digital? Untuk memudahkan kamu dalam membedakan keduanya, berikut beberapa perbedaan bank digital dengan bank konvensional yang perlu kamu ketahui:

1. Cara dan Proses Pembukaan Rekening

Meskipun kedua jenis bank menawarkan layanan perbankan dan produk seperti tabungan dan deposito, terdapat perbedaan penting yang perlu kamu ketahui. Salah satunya adalah cara dan proses pembukaan rekening. 

Seperti namanya, bank digital memungkinkan kamu untuk membuka rekening sepenuhnya secara online melalui website, link khusus, atau aplikasi yang disediakan oleh bank digital pilihanmu.

Berbeda dengan itu, bank konvensional mengharuskan nasabah untuk datang langsung ke bank guna membuka rekening. Proses ini juga memerlukan bantuan dari pegawai bank, seperti customer service, untuk menyelesaikan pembukaan rekening.

2. Keberadaan Kantor Cabang

Pernahkah kamu melihat kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor unit bank saat melewati wilayah tertentu? 

Bank konvensional memiliki banyak kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, yang memudahkan nasabah untuk mengakses layanan dan produk perbankan dengan datang ke kantor cabang terdekat.

Namun, bank digital beroperasi tanpa memerlukan kantor cabang fisik. Ini menjadi salah satu perbedaan nyata antara bank digital dengan bank konvensional. 

Meski demikian, beberapa bank digital masih dapat memiliki kantor cabang, meskipun jumlahnya terbatas, selain kantor pusat.

3. Biaya Administrasi

Perbedaan lain antara bank digital dengan bank konvensional terletak pada biaya administrasi. Bank digital umumnya menawarkan biaya administrasi yang lebih rendah dibandingkan dengan bank konvensional. 

Bahkan, banyak bank digital yang menyediakan layanan bebas biaya administrasi untuk produk dan layanan tertentu, meskipun kebijakan ini bisa berbeda-beda tergantung pada masing-masing bank digital.

4. Proses Transaksi dan Tarik Tunai

Jika biasanya kamu melakukan transaksi melalui teller atau menggunakan fasilitas perbankan seperti ATM, mobile banking, dan internet banking, kini saatnya beralih ke dunia digital. Dengan bank digital, seluruh transaksi dilakukan secara online.

Ini berarti kamu tidak perlu mengantri atau meminta bantuan teller maupun customer service untuk melakukan transaksi yang diinginkan.

5. Bunga Tabungan

Bunga deposito dan tabungan pada bank digital cenderung bervariasi, namun umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional. 

Hal ini disebabkan oleh biaya operasional yang lebih rendah pada bank digital, yang memungkinkan mereka untuk menawarkan bunga tabungan dengan tingkat yang lebih kompetitif.

Namun, sebelum memutuskan, ada baiknya untuk membandingkan besaran bunga tabungan digital dengan yang ditawarkan oleh bank konvensional, agar kamu lebih yakin mendapatkan keuntungan terbaik.

6. Waktu Layanan

Bank digital menawarkan layanan yang lebih fleksibel dibandingkan dengan bank konvensional. 

Jika bank konvensional umumnya hanya beroperasi pada hari kerja, bank digital menyediakan layanan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, yang memudahkan nasabah mengakses layanan kapan saja.

Contoh Bank Digital di Indonesia

Saat ini, bank digital di Indonesia semakin beragam, memberikan masyarakat banyak pilihan untuk memanfaatkan berbagai manfaat yang ditawarkan. 

Dengan hadirnya bank digital, aktivitas finansial menjadi lebih praktis, terutama untuk kebutuhan yang dilakukan secara online.

Berikut adalah salah satu contoh bank digital terbaik yang dapat kamu pertimbangkan sebagai alternatif dari bank konvensional untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda:

1. Jenius

Jenius sudah menjadi nama yang akrab di kalangan masyarakat modern, khususnya mereka yang aktif melakukan berbagai kegiatan secara online. 

Sebagai salah satu bank digital di Indonesia, Jenius merupakan produk dari Bank BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional).

Sejalan dengan konsepnya sebagai bank digital, pembukaan rekening di Jenius dilakukan sepenuhnya secara online. Ini berarti kamu tidak perlu mengunjungi kantor bank seperti yang biasa dilakukan untuk membuka rekening di bank konvensional.

Walaupun bank konvensional kini juga mulai menawarkan layanan online, tetap ada perbedaan yang mencolok antara bank digital dengan bank konvensional. 

Salah satu perbedaan utama adalah fleksibilitas waktu dan kemudahan proses pembukaan rekening di Jenius, yang dapat dilakukan kapan saja selama jam kerja.

Proses pembukaan rekening di Jenius cukup sederhana. Kamu hanya perlu menghubungi pihak Jenius untuk pembuatan rekening dan mengikuti langkah-langkah yang diberikan.

Setelah proses selesai, Jenius akan mengirimkan kartu ATM fisik ke alamatmu, baik itu alamat rumah atau tempat kerja. Namun, kamu tidak akan mendapatkan buku tabungan fisik, karena semua data disimpan secara digital.

Kelebihan Jenius sebagai Bank Digital:

  • Memungkinkan nasabah memiliki hingga lima kartu berbeda dengan nama yang disesuaikan untuk setiap kartu.
  • Biaya administrasi rendah, bahkan awalnya gratis.
  • Fitur pengelolaan tabungan yang lengkap.
  • Desain aplikasi yang menarik dan ramah pengguna.
  • Fitur Flexi Cash untuk nasabah yang membutuhkan pinjaman.
  • Kartu debit yang dapat berfungsi sebagai kartu kredit.

2. Jago

Jago, yang merupakan bagian dari Bank Jago, adalah salah satu contoh bank digital yang semakin populer. Pernah mendengar tentang bank digital ini? 

Bank Jago menawarkan layanan perbankan modern yang dapat diakses melalui aplikasi yang kompatibel dengan perangkat Android dan iOS.

Sebagai salah satu pelopor di dunia perbankan digital, Bank Jago memungkinkan pembukaan rekening secara online. Namun, kamu tidak perlu khawatir tentang keamanan, karena bank ini telah terdaftar dan memiliki izin resmi untuk beroperasi. 

Bahkan, layanan perbankannya diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Layaknya bank digital lainnya di Indonesia, Jago menawarkan berbagai keunggulan yang membuat banyak orang tertarik untuk menjadi nasabahnya. Beberapa keunggulan tersebut meliputi:

  • Aplikasi yang ringan dan dapat diunduh di perangkat dengan sistem operasi Android maupun iOS.
  • Fitur yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan akun Jago dengan PayPal.
  • Tidak ada biaya administrasi untuk pembukaan maupun penutupan rekening.
  • Bebas biaya administrasi bulanan.
  • Gratis biaya transfer ke sesama pengguna Jago.
  • Pilihan kantong yang variatif, seperti spending, saving, main pocket number, share pocket, dan lock.
  • Kartu debit tersedia dalam bentuk fisik maupun virtual.

3. Neobank

Masih bingung menentukan bank digital yang sesuai dengan kebutuhanmu? Mungkin Neobank bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika kamu menyukai layanan yang serba praktis dan berbasis digital, bank ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan di era modern.

Sebagai bank digital, Neobank tidak memiliki kantor fisik. Semua layanan transaksi keuangan dilakukan secara daring. Bank ini lahir setelah PT Akulaku mengakuisisi PT Bank Neo Commerce untuk menghadirkan bank digital pertama milik perusahaan tersebut.

Apa saja keunggulan Neobank yang membuatnya semakin diminati? Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Bunga tabungan dan deposito yang kompetitif.
  • Tidak ada syarat setoran awal, sehingga calon nasabah dapat membuka rekening meski tanpa uang di awal.
  • Bebas biaya administrasi dan transfer antarbank.
  • Bunga diberikan setiap hari.
  • Penawaran menarik yang dirancang untuk memotivasi nasabah.

4. Allo Bank

Setelah memahami perbedaan antara bank digital dan bank konvensional, memilih Allo Bank tentu menjadi keputusan yang semakin masuk akal, bukan?

Melalui aplikasi yang tersedia, nasabah dapat dengan mudah melakukan berbagai aktivitas dan transaksi secara digital. Lebih dari itu, layanan dan produk Allo Bank terintegrasi langsung dengan ekosistem bisnis CT Corp, memberikan nilai tambah yang unik.

Apa yang membuat Allo Bank berbeda dari bank konvensional? Sebagai bank digital, Allo Bank menawarkan sejumlah keunggulan menarik, seperti:

  • Proses registrasi yang cepat dan mudah.
  • Login ke aplikasi menggunakan biometrik, sehingga lebih cepat tetapi tetap aman.
  • Transfer ke bank lain melalui BI Fast tanpa biaya tambahan.
  • Fitur pembayaran tagihan yang lengkap.
  • Limit PayLater hingga Rp 100 juta dengan proses persetujuan yang cepat.

5. TMRW

TMRW adalah salah satu bank digital yang semakin melengkapi pilihan layanan perbankan digital di Indonesia. 

Bank ini merupakan bagian dari PT Bank UOB, sebuah lembaga perbankan yang tidak hanya memiliki izin resmi, tetapi juga diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut mengawasi operasionalnya.

Dengan pengawasan tersebut, masyarakat dapat merasa tenang dan terlindungi dari risiko yang tidak diinginkan, sehingga transaksi dapat dilakukan dengan nyaman kapan saja dan di mana saja. Kelebihan TMRW yang menarik perhatian antara lain:

  • Bebas biaya administrasi bulanan.
  • Tidak ada syarat saldo minimum.
  • E-statement dapat diunduh kapan saja.
  • Tarik tunai di ATM tanpa biaya tambahan untuk pengguna dengan saldo di atas Rp 1 juta.

6. Digibank

Digibank by DBS hadir sebagai salah satu opsi menarik dalam dunia perbankan digital, memberikan masyarakat lebih banyak pilihan dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Digibank by DBS juga menawarkan berbagai fitur unggulan, di antaranya:

  • Aplikasi yang mudah digunakan.
  • Sistem keamanan berlapis untuk melindungi data pribadi dan transaksi nasabah.
  • Fitur investasi yang memudahkan pengguna mengelola keuangan.
  • Kemudahan dalam top-up dompet digital dan e-money favoritmu.

Sebagai penutup, memahami perbedaan bank digital dengan bank konvensional membantu kamu memilih layanan perbankan yang paling sesuai dengan kebutuhan di era modern ini.

Terkini