BNI Bidik Pertumbuhan Kredit 10 Persen Hingga Akhir 2026

Kamis, 10 September 2026 | 10:47:19 WIB
Ilustrasi BNI. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8-10 persen hingga akhir 2026.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, optimisme tersebut didasari oleh momentum pertumbuhan dan demand kredit yang masih cukup kuat, didukung oleh kecukupan modal dan likuiditas yang memadai.

“Untuk target full year adalah di 8 hingga 10 persen secara year on year,” kata Paolo dalam Public Expose 2026, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Hingga semester I 2026, total kredit BNI mencapai Rp968,5 triliun.

Realisasi tersebut tumbuh 7,7 persen secara year to date (YTD) dan meningkat 24,4 persen secara tahunan.

Di tengah pertumbuhan kredit, BNI memperkirakan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) masih mengalami tekanan sepanjang 2026.

Paolo mengatakan, tekanan tersebut dipengaruhi persaingan suku bunga kredit di industri perbankan serta kenaikan biaya dana pihak ketiga (DPK).

"NIM memang sedikit mengalami tekanan di tahun 2026 karena persaingan suku bunga kredit di industri dan juga kenaikan biaya dana pihak ketiga.

Kami memproyeksikan net interest margin akan ada di kisaran 3,3-3,5 persen untuk tahun 2026," katanyanya.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap NIM tersebut dapat diimbangi dengan pertumbuhan kredit yang kuat.

Hal itu tecermin dari laba inti atau pre-provision operating profit (PPOP) yang tumbuh 14,5 persen secara tahunan pada semester I 2026.

Memasuki semester II 2026, BNI memperkirakan kondisi operating impairment masih cukup dinamis.

Oleh karena itu, perseroan akan menjadikan permodalan dan likuiditas sebagai salah satu fokus utama.

Salah satu strategi yang disiapkan BNI adalah menjaga momentum pertumbuhan kredit melalui optimalisasi platform digital.

Paolo mengatakan, BNI akan mengoptimalkan platform wondr by BNI maupun BNI Direct untuk menjaga biaya dana atau cost of fund.

Selain itu, perseroan juga akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menyesuaikan dengan kondisi likuiditas.

BNI juga akan menjaga disiplin penetapan harga kredit atau pricing untuk mempertahankan margin.

"Dengan strategi ini kami optimistis akan mencapai target pertumbuhan (kredit) di kisaran 8-10 persen untuk loan dengan net interest margin di kisaran 3,3-3,5 persen," pungkasnya.

Tags

Terkini