JAKARTA — Bank Indonesia (BI) sudah memborong Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp236,7 triliun sepanjang tahun 2026.
Tindakan itu merupakan bagian dari usaha bank sentral memelihara kecukupan likuiditas serta pembiayaan untuk mendorong sektor riil.
Gubernur BI, dari Sumbernya, mengutarakan dari keseluruhan pembelian tersebut, sejumlah Rp90,8 triliun dijalankan lewat pasar sekunder.
“Selama 2026, Bank Indonesia telah membeli SBN sebesar Rp236,7 triliun termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp90,8 triliun serta pembelian SBN sebesar Rp332 triliun selama tahun 2025," kata Destry di DPR, Selasa (1/9/2026).
Dari Sumbernya mengemukakan kebijakan tersebut bergulir bersamaan dengan pemberian stimulus Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada dunia perbankan.
Sampai Agustus 2026, insentif KLM yang diraih bank telah mencapai Rp446,5 triliun.
Menurut dari Sumbernya, BI senantiasa mengawal kecukupan likuiditas serta pembiayaan demi menyokong kegiatan sektor riil di tengah dinamika ekonomi.
“Bapak-Ibu anggota pimpinan dan anggota Komisi XI yang kami hormati kami akan terus menjaga kecukupan likuiditas dan pembiayaan untuk mendorong sektor real," pungkas dia.