Presiden Prabowo Terima Kartu Keanggotaan NU Seumur Hidup di Jombang

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:14 WIB
MUKTAMAR KE-35 NU. ( sumber : net )

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku kini dirinya mengantongi kartu anggota Nahdlatul Ulama (NU) yang berlaku seumur hidup.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur (Jatim), Senin (31/8/2026).

Awalnya Kepala Negara mengatakan kehadirannya dalam penutupan muktamar untuk memenuhi janjinya setelah mendapatkan kartu keanggotaan NU.

“Saya terkesan, saya memenuhi janji saya.

Karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada.

Makanya saya datang,” kata dari Sumbernya.

Dalam pidato pembukaan Muktamar pada Kamis 27 Agustus 2026, Prabowo sempat menagih kartu keanggotaan NU kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Presiden saat itu mengatakan apabila kartu keanggotaan NU berhasil ia dapat dalam waktu cepat, maka ia akan hadir dalam penutupan Muktamar.

“Saya datang karena janji, janji harus dipegang.

Begitu saya dapat, saya putuskan saya hadir.

Terima kasih,” kata dari Sumbernya.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengaku suatu kehormatan besar bagi dirinya bisa menjadi bagian dari keluarga NU.

Apalagi dalam kartu anggota NU tersebut dituliskan berlaku seumur hidup.

“Ini kehormatan besar bagi saya dan ini di sini ada luar biasa lagi di sini.

Di bawahnya di sebut anggota seumur hidup.

Ini luar biasa ini,” ujarnya.

Kartu keanggotaan NU diserahkan langsung Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, Miftachul Akhyar kepada Prabowo sekira pukul 11.00 WIB, sebelum Presiden berpidato.

Prabowo pun terlihat bangga menunjukkan kartu keanggotaan NU tersebut kepada publik.

Saat pembukaan Muktamar ke-35 NU, Prabowo mengaku dirinya sudah lama meminta kartu keanggotaan NU kepada Gus Yahya.

Mantan Danjen Kopassus tersebut awalnya menyampaikan peran NU terhadap bangsa Indonesia.

Ia mengamini pernyataan Gus Yahya bahwa apabila bangsa Indonesia mau bangkit maka harus dekat dengan ulama.

Tags

Terkini