JAKARTA - Selain itu, terdapat informasi mengenai pengalihan layanan naik-turun penumpang KRL di Stasiun Karet mulai 1 September 2026 dari Sumbernya.
Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut dari Sumbernya.
Usai Rebound Kuat, Harga Emas Kembali Fluktuatif Jelang Keputusan The Fed Harga emas dunia kembali memperlihatkan pergerakan fluktuatif sesudah sempat mengalami pemulihan yang kuat dari Sumbernya.
Ketidakpastian pasar ini dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik di Iran yang berimbas terhadap penurunan harga minyak bumi serta meredanya tekanan inflasi global dari Sumbernya.
Namun, para pelaku pasar kini tengah mencermati arah kebijakan suku bunga acuan dari The Federal Reserve dalam pertemuan FOMC pada September mendatang dari Sumbernya.
Berdasarkan analisis pasar, instrumen XAUUSD diprediksikan akan bergerak dalam rentang konsolidasi antara USD 3.900 hingga USD 4.900 per troy ons, dengan titik tengah berada pada kisaran USD 4.400 dari Sumbernya.
Peluang emas untuk kembali menembus level USD 4.900 dinilai masih terbuka lebar jika The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga dari Sumbernya.
Sebaliknya, apabila harga menembus batas bawah USD 3.900, pergerakan emas berpotensi melanjutkan tren pelemahan dari Sumbernya.
Dari sisi permintaan fisik, volume serapan emas global menunjukkan tren peningkatan signifikan dari kisaran 50 ton pada Juni menjadi sekitar 100 ton pada Juli dari Sumbernya.
Sentimen positif ini juga diproyeksikan akan mendongkrak harga Logam Mulia di pasar domestik dari Sumbernya.
Selain itu, potensi pelemahan nilai tukar rupiah yang diperkirakan bisa menyentuh level Rp 17.900 per dolar AS akan menjadi faktor krusial yang menahan laju penurunan harga emas dalam negeri dari Sumbernya.
Penumpang KRL Tak Bisa Naik-Turun di Stasiun Karet per 1 September 2026 KAI Commuter secara resmi mengumumkan pengalihan layanan naik dan turun bagi pengguna Commuter Line di Stasiun Karet mulai 1 September hingga 31 Desember 2026 dari Sumbernya.
Kebijakan penutupan sementara ini dilakukan guna mendukung kelancaran proyek pengerjaan integrasi antara Stasiun Sudirman Baru/BNI City dengan Stasiun Karet dari Sumbernya.
Selama periode pengerjaan tersebut, seluruh mobilitas penumpang dialihkan sepenuhnya ke Stasiun BNI City dengan memanfaatkan akses selasar di samping Stasiun Karet dari Sumbernya.
Langkah integrasi infrastruktur ini sangat krusial mengingat tingginya volume pergerakan penumpang di kawasan tersebut dari Sumbernya.
Sepanjang tahun 2026 hingga bulan Juli, Stasiun Karet mencatatkan aktivitas luar biasa dengan total 2.175.455 pengguna yang naik dan 2.127.155 pengguna yang turun dari Sumbernya.
Sementara itu, Stasiun BNI City melayani 940.478 pengguna naik dan 662.808 pengguna turun dari Sumbernya.
Secara akumulatif, kedua stasiun ini telah melayani sebanyak 5.905.896 aktivitas perjalanan penumpang Commuter Line Jabodetabek dari Sumbernya.
Meskipun terjadi pengalihan rute naik dan turun bagi penumpang, KAI Commuter memastikan bahwa intensitas operasional perjalanan kereta tidak akan terganggu dari Sumbernya.
Sebanyak 264 perjalanan KRL yang melayani lintas Kampung Bandan/Cikarang tetap beroperasi normal tanpa perubahan jadwal dari Sumbernya.
Demikian pula dengan layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City yang dipastikan tetap berjalan reguler tanpa ada penyesuaian pola perjalanan selama masa integrasi fisik berlangsung dari Sumbernya.