DENPASAR - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (BI NTB) menghadirkan fasilitas penukaran uang di Desa Adat Sade supaya penduduk yang uangnya rusak karena musibah api dapat menukarkannya dengan pecahan baru.
Pimpinan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K. Pamungkas menguraikan Bank Indonesia menyediakan fasilitasi tukar terhadap uang kurang layak edar, seperti uang kusam, uang cacat, serta uang rusak.
Uang itu bisa diberikan penggantian manakala kondisi fisiknya masih melebihi 2/3 dimensi aslinya.
Di sisi lain, uang koin rusak bisa ditukar manakala kondisi fisiknya masih melebihi 1/2 dimensi aslinya, merujuk pada regulasi yang berlaku.
"Oleh karena itu, apabila masih terdapat warga Desa Adat Sade yang memiliki uang yang terbakar, agar dapat menghubungi Bank Indonesia untuk memperoleh penukaran sesuai ketentuan," jelas Hario dikutip dari siaran pers, Kamis (27/8/2026).
Hario pun mengutarakan bahwa Bank Indonesia turut menaruh perhatian terhadap situasi penduduk Desa Adat Sade yang tertimpa musibah kebakaran.
Mengacu pada hasil peninjauan dan pemetaan, peristiwa tersebut berpengaruh pada beragam bangunan di area Desa Adat Sade, meliputi tempat tinggal, surau, berugak, lumbung, artshop, beserta fasilitas publik yang lain.
Publik Desa Adat Sade menaruh harapan agar terlaksana penataan ulang area adat, mencakup pembangunan ulang tempat tinggal dan fasilitas penunjang yang terdampak, mengingat mayoritas warga menyandarkan sumber penghidupan pada bidang pariwisata.
Kolaborasi Bank Indonesia bersama warga dan para pihak berkepentingan adalah bentuk konkrit jiwa tolong-menolong serta kebersamaan dalam menyalurkan sokongan kepada warga tertimpa musibah.
Kelak, lewat uluran tangan kemanusiaan serta fasilitasi Bank Indonesia yang disajikan, diproyeksikan mampu menyumbangkan faedah bagi penduduk tertimpa musibah sekaligus menyokong akselerasi pemulihan seusai kebakaran di Desa Adat Sade.
Salah seorang warga Desa Adat Sade, Warman, menggunakan fasilitas tersebut untuk menukarkan uang kepunyaannya yang sebagian hangus karena insiden kebakaran.
Sehabis dijalankan verifikasi dan pengukuran fisik uang oleh pegawai selaras dengan regulasi yang berlaku, Warman mendapatkan penukaran uang senilai Rp7,67 juta.
Sebelumnya, uang tersebut sempat hendak dibuang lantaran menderita kerusakan akibat terbakar.
Namun, selepas memperoleh pencerahan mengenai regulasi tukar uang rusak dari Pimpinan Perwakilan BI NTB, pihak terkait lantas memboyong uang itu untuk diverifikasi dan ditukarkan lewat fasilitasi Bank Indonesia.
Sebagai wujud empati dan sokongan kepada penduduk yang tertimpa musibah kebakaran, Bank Indonesia turut menyalurkan sokongan berupa bahan pokok, kasur, serta busana layak pakai guna meringankan pemenuhan keperluan penduduk seusai kebakaran.