IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Investor Pantau Pidato Kevin Warsh

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:01:24 WIB
Ilustrasi saham, pasar saham, bursa saham. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan masih menyimpan peluang meneruskan kenaikan pada perdagangan Jumat (28/8/2026), selepas sehari sebelumnya mendaki 1,81 persen menuju level 6.521.

Walaupun pasar mulai bangkit, pemodal senantiasa wajib mewaspadai instabilitas global dan menanti haluan kebijakan moneter AS lewat pidato pejabat The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas dengan area support dan resistance berturut-turut bertempat pada level 6.440 dan 6.635.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.440 – 6.635,” ujar Nico dalam risetnya, Jumat (28/8/2026).

Pada perdagangan Kamis (27/8/2026), IHSG ditutup menanjak 116,06 poin atau 1,81 persen menuju level 6.521.

Kenaikan dipelopori sektor industrials yang menaik 3,95 persen.

Nico menuturkan sentimen pasar turut dibentuk data ketenagakerjaan AS yang memamerkan pemulihan.

US Initial Jobless Claims merosot dari 207.000 menjadi 203.000, sedangkan US Continuing Claims merosot dari 1,796 juta menjadi 1,778 juta.

Berdasar keterangan dari Sumbernya, kejatuhan klaim pengangguran itu menyajikan kelegaan bagi The Fed untuk sementara tempo, sehingga atensi sanggup lebih dipusatkan pada inflasi yang masih relatif sukar melandai.

“US Initial Jobless Claims mengalami penurunan dari sebelumnya 207k menjadi 203k, sebuah level yang dekat dengan titik terendah sepanjang sejarah. Begitupun dengan US Continuing Claims yang mengalami penurunan dari sebelumnya 1.796k menjadi 1.778k, yang tentu saja ini merupakan sesuatu yang sangat positif,” katamya.

Walakin demikian, Nico mengingatkan data tersebut tetap wajib dicermati lantaran kejatuhan klaim pengangguran pun sanggup dipengaruhi oleh tuntasnya masa manfaat tunjangan bagi sebagian pengangguran.

Di ranah inflasi, pasar masih wajib mencermati potensial eskalasi harga minyak disebabkan friksi AS dan Iran.

Ketegangan geopolitik tersebut dinilai sanggup membalikkan tekanan terhadap inflasi serta mengintervensi haluan kebijakan The Fed.

Atensi pemodal pun tertuju pada relasi dagang Amerika Serikat dan Kanada yang masih membara.

Nico menaksir eskalasi perang dagang kedua negara berpotensi meluas serta memperbanyak ketidakpastian bagi pasar global.

Sementara itu, pidato Kevin Warsh di Jackson Hole menjelma salah satu katalis krusial pada perdagangan berikutnya.

Pelaku pasar bakal mencermati sinyal Warsh mengenai haluan kebijakan suku bunga The Fed.

Nico pun menyoroti dinamika imbal hasil surat utang pemerintah Indonesia.

Kenaikan imbal hasil US Treasury menjadikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun kembali bertempat di kisaran 7-7,10 persen.

Berdasar keterangan dari Sumbernya, kenaikan tersebut masih tergolong wajar selepas imbal hasil SUN 10 tahun tadinya merosot cukup dalam dari kisaran 7,20-7,30 persen.

“Kami melihat potensi tersebut cukup besar. Namun mungkin akan bertahap, sama dengan kenaikkan IHSG. Kami melihat pasar mulai pulih, namun tetap hati-hati karena volatilitas masih cukup tinggi,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, pemerintah mematok target belanja negara 2027 sebesar Rp 4.097 triliun, menaik 6,6 persen dari proyeksi 2026 sebesar Rp 3.842 triliun.

Belanja pemerintah pusat dipatok menggapai Rp 3.362 triliun, menaik 3,6 persen.

Anggaran tersebut tersusun atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 1.504,7 triliun serta belanja non-kementerian/lembaga Rp 1.857 triliun.

Sejumlah sektor mendapati alokasi besar, mencakup anggaran pendidikan Rp 820,9 triliun, perlindungan sosial Rp 549,9 triliun, kesehatan Rp 244,9 triliun, serta ketahanan pangan Rp 195,3 triliun.

Nico menaksir kenaikan belanja negara mengindikasikan pemerintah masih menyandarkan diri pada kebijakan fiskal guna merawat ekspansi ekonomi sekalian daya beli masyarakat.

Tetapi, efektivitas belanja menjelma tantangan lantaran eskalasi anggaran perlu dituruti tata kelola yang produktif dan tepat sasaran.

Sedangkan itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan penguatan IHSG pada Kamis diiringi dengan kemunculan volume pembelian.

IHSG pun masih sanggup bertahan di atas rerata pergerakan 20 hari atau MA20.

“IHSG menguat 1,81 persen ke 6.521 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20,” ujar Herditya.

Walaupun demikian, Herditya meramalkan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c).

Pemodal diminta mencermati potensial koreksi pada rentang 6.290-6.394.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c), cermati area koreksi IHSG yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.290 - 6.394. Adapun area penguatan IHSG akan menguji area 6.666,” tegas dia.

Tags

Terkini