JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berambisi memindahkan 360 ton emas milik masyarakat Indonesia untuk disimpan ke dalam instrumen keuangan atau perbankan.
Mengutip Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association (IBMA) Selfie Dewiyanti, terungkap bahwa emas yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia mencapai sekitar 1.800 ton, dengan nilai tembus US$252 miliar.
Mengetahui fakta tersebut, Airlangga meminta PT Pegadaian maupun PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank bullion untuk memindahkan setidaknya 20% dari total emas yang ada di Indonesia untuk berpindah ke bank emas.
"Tentu dari segi investasi, pemerintah berharap juga kepada dua engine bullion bank ini, Pegadaian dan BSI untuk tumbuhnya double digit. Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, dari US$252 miliar ini, mungkin 20% saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke dalam instrumen keuangan atau perbankan," kata Airlangga Hartarto dalam keynote speech pada acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8).
Dia menambahkan, meskipun baru beroperasi satu tahun, dua motor ekosistem bulion, BSI dan Pegadaian sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar US$20 miliar.
Bahkan, data terkini kelolaan bank emas telah mencapai 179 ton.
Arah Kebijakan Ekonomi 2027 menempatkan bulion dan IBMA sebagai salah satu fokus strategis dalam revitalisasi sektor ekonomi, bersama Bursa Komoditas Mineral dan pembentukan Indonesia Reference Price.
Perkembangan kinerja kegiatan usaha bulion menunjukkan bahwa fondasi pasar telah terbentuk.
Agenda bank emas telah bergerak dari pembentukan regulasi menuju pemanfaatan yang semakin luas, sehingga tahap berikutnya adalah pendalaman kualitas pasar yang diarahkan pada likuiditas, transparansi pembentukan harga, standardisasi, tata kelola, dan integrasi ekosistem.
Menurut Menko Airlangga, Indonesia mempunyai sumber daya alam yang sangat kaya, namun banyak yang belum mempunyai ekosistem utuh, dan salah satu yang mempunyai ekosistem utuh adalah di sektor emas.
Mulai dari pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk keuangan termasuk Exchange-Traded Fund (ETF), lalu perdagangan, industri perhiasan yang punya sentra sendiri di Surabaya Jawa Timur, dan juga infrastruktur pasar.
Penguatan tata kelola dan daya saing ekosistem bulion Indonesia harus menjadi agenda prioritas.