JAKARTA - Untuk pertama kalinya IHSG kembali melampaui level 6.500, yang merupakan titik puncak tertinggi selama tiga bulan terakhir.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan 1,68% atau sejumlah 107,46 poin pada jalannya perdagangan hari Kamis (20/8), menjadi rekor tertinggi dalam tiga bulan ke belakang atau semenjak 18 Mei 2026.
Besaran total transaksi saham tercatat Rp15,81 triliun, dengan menyertakan perdagangan 78,69 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,29 juta kali.
Seluruh indeks sektor industri serempak menguat, dipelopori oleh sektor basic materials yang menanjak hingga 3,46% dan consumer cyclical sebesar 2,16%.
PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan angka transaksi paling tinggi yaitu sejumlah Rp716,62 miliar, menyusul di belakangnya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp666,31 miliar.
Harga lembar saham AMMN tercatat naik 7,97% dan BUMI menguat 4,40% hingga penutupan bursa.
Analis dari Phintraco Sekuritas berpendapat bahwa faktor sentimen global turut menopang kenaikan IHSG, serta bursa saham regional di wilayah Asia.
Penyebabnya antara lain dorongan dari penguatan bursa Wall Street serta menurunnya yield US Treasury.
Terlebih lagi, penguatan nilai tukar mata uang rupiah senilai 0,48% menuju level Rp17.740/US$ ikut disebut memberikan sokongan bagi kenaikan IHSG.
Di sisi lain secara analisis teknikal, IHSG dinilai kembali mendekati kisaran level MA100 serta disokong oleh peningkatan volume.
“Sehingga diperkirakan jika IHSG bertahan di atas level MA100, maka berpotensi akan menguji level berikutnya di 6.600 serta berpotensi menutup gap di 6.700,” jelas dari Sumbernya, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Bergeser dari wilayah emerging market Asia Pasifik, bursa KOSPI berada di posisi terdepan dengan mencetak kenaikan 5,89%.
IHSG menyusul pada peringkat kedua lewat kenaikan 1,68% serta PCOMP Filipina menduduki urutan ketiga dengan persentase kenaikan 1,30%.