BI Siapkan Strategi Baru Mendorong Perbankan Salurkan Kredit Riil

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:34 WIB
BI. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong ekspansi kredit perbankan ke sektor riil sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan melalui dua kebijakan baru, yakni Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU) dan penyempurnaan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, KLM PPU diarahkan untuk menjaga kecukupan likuiditas sekaligus mendorong redistribusi likuiditas ke sektor-sektor prioritas dan mulai berlaku pada 1 September 2026.

"Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU) untuk menjaga kecukupan dan mendorong redistribusi likuiditas dengan tetap mendorong penyaluran kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas yang akan berlaku efektif pada 1 September 2026," kata Destry dari Sumbernya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Agustus 2026, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Sementara itu, penyempurnaan RPIM ditujukan untuk mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan kepada sektor yang inklusif dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026.

Selain dua kebijakan tersebut, BI juga terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan perbankan ke sektor prioritas.

Hingga minggu pertama Agustus 2026, total insentif KLM yang diperoleh perbankan tercatat sebesar Rp 446,5 triliun.

Insentif tersebut terdiri dari alokasi melalui financing channel sebesar Rp368,4 triliun, interest rate channel sebesar Rp 73,2 triliun, dan financing to funding channel sebesar Rp4,9 triliun.

Kebijakan tersebut berjalan seiring dengan penguatan pertumbuhan kredit perbankan.

BI mencatat kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebesar 12,67 persen yoy.

Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit pada Juli 2026 ditopang oleh kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi.

Kredit investasi tumbuh paling tinggi, yakni sebesar 25,13 persen yoy.

Kemudian, kredit modal kerja tumbuh 11,04 persen yoy, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 5,38 persen yoy.

Tags

Terkini

Kelolaan Emas Pegadaian Lampaui Target Jadi 153 Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:35 WIB

Kelolaan Emas Bullion Bank Pegadaian Tembus 153 Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:35 WIB