Target Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara Tahun 2026 Menurut BI

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:49:18 WIB
Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, di Manado. ( SUMBER : NET )

MANADO - Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tahun 2026 masih sesuai yang ditargetkan di rentang 5,4 hingga 6,3 persen.

"Kami memprakirakan pertumbuhan ekonomi Sulut berada pada rentang yang sedikit lebih konservatif, yakni 5,4 hingga 6,3 persen," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, di Manado, Rabu.

Joko mengatakan pihaknya masih cukup optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi Sulut karena ada beberapa faktor pendorong utama seperti komoditas kelapa yang menjadi motor penguat ekonomi baru dengan fokus utama hilirisasi di wilayah tersebut.

Selain itu, katanya, penguatan kerja sama lintas instansi dan forum koordinasi strategis seperti Dedicated Team Meeting RIRU untuk menarik investasi berkualitas dilakukan.

Supratikto juga mengatakan Indeks Keyakinan Konsumen berada di level optimis yang mencerminkan terjaganya daya beli masyarakat Sulut.

Kepala Badan Pusat Statistik Sulut Dr Watekhi mengatakan ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan II-2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,42 persen.

Dari sisi produksi, lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,47 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,70 persen.

Ekonomi Sulawesi Utara triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,53 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 22,54 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Impor Luar Negeri sebesar 45,24 persen, ujar dia.

Secara kumulatif, Ekonomi Sulawesi Utara triwulan II-2026 dibandingkan triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,48 persen.

Perekonomian Sulawesi Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku triwulan II-2026 mencapai Rp55,20 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp29,60 triliun.

Tags

Terkini