JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan diestimasikan mendatar pada sesi perdagangan hari Selasa, 11 Agustus 2026.
Ramalan tersebut diungkapkan oleh BRI Danareksa Sekuritas merujuk pada laporan Investor Daily pasca indeks mengalami koreksi 0,69 persen ke posisi 6.365,3 sehari sebelumnya.
Pihak BRI Danareksa Sekuritas memandang dinamika bursa saham tanah air masih dibayangi oleh aktivitas ambil untung para investor.
Situasi itu timbul usai indeks sempat menjajal kawasan resistance harian pada titik 6.462,7.
Menyongsong kemungkinan konsolidasi tersebut, manajemen sekuritas menganjurkan tiga emiten saham unggulan bagi para trader, yakni PSAB, ESSA, beserta BWPT.
Saham PSAB membukukan keberhasilan menembus ambang level 500 diiringi lonjakan volume transaksi yang masif.
Manakala area support 500 sampai 505 bertahan stabil, laju harga berpeluang melanjutkan penguatan menuju target 530 hingga 545.
Di sisi lain, saham ESSA sukses mendobrak zona konsolidasi 600 ke 650 serta melampaui garis indikator MA200.
Perusahaan itu turut mempunyai kans mempertahankan kebijakan tebar dividen senilai Rp 42 sampai Rp 56 per lembar saham pada tahun buku 2026.
Bagi saham BWPT, terbentuk formasi teknikal bullish di atas batas support 90 dengan target apresiasi harga mengarah ke rentang 101 hingga 105.
Pencapaian emiten tersebut ditopang oleh pertumbuhan laba bersih paruh pertama tahun 2026 sebesar 16,18 persen yang menyentuh angka Rp 215,08 miliar.
Berkenaan dengan arah tren indeks secara teknikal, pihak sekuritas memaparkan pemetaan zona penting.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan support terdekat di 6.300-6.320 dan resistance penting di 6.400-6.450," tulis BRI Danareksa Sekuritas dari Sumbernya.
Perhatian para partisipan pasar berikutnya terpusat pada agenda rilis data penjualan ritel tahunan yang diperkirakan menguat ke level 1,8 persen dari catatan periode lalu di angka minus 3,9 persen.