Pemerintah Siapkan Insentif EV, Mobil Hybrid Belum Jadi Prioritas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:50:14 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di GIIAS 2026. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Otoritas sedang merancang insentif bagi kendaraan bertenaga listrik pada 2026.

Akan tetapi, dalam perencanaan itu, pihak berwenang memberikan isyarat untuk tidak mencantumkan insentif bagi mobil hybrid.

Hal tersebut disampaikan oleh dua menteri ekonomi kabinet Presiden Prabowo Subianto, yaitu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Mengenai Purbaya, dia menyatakan pihak berwenang masih memfinalisasi serta mematangkan skema insentif kendaraan listrik.

Rencana tersebut akan menyasar sekitar 500.000 motor listrik serta kendaraan listrik roda empat.

Selain motor listrik, pihak berwenang juga merancang insentif bagi mobil listrik.

Namun, Purbaya belum membeberkan bentuk insentif maupun jumlah mobil yang bakal memperoleh fasilitas itu.

"Masih didiskusikan, tapi dalam waktu dekat akan dikeluarkan. Sebentar lagi. Untuk 500 ribu motor," ujar Purbaya dari Sumbernya.

Purbaya belum menjabarkan secara detail mekanisme pemberian insentif tersebut, termasuk kriteria kendaraan yang bakal mendapatkan fasilitas.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto akan menginformasikan secara langsung paket insentif tersebut dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga pekan mendatang.

Untuk kendaraan hybrid, Purbaya memastikan belum terdapat rencana pemberian insentif.

"Saya belum dengar rencana itu. Yang ada rencananya adalah EV saja," katanya.

Pihak berwenang juga masih membahas cakupan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai nikel maupun lithium.

Namun, Purbaya belum menjabarkan skema yang sedang disusun.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihak berwenang belum memberikan tambahan insentif bagi mobil hybrid electric vehicle (HEV).

Menurut Airlangga, perkembangan penjualan serta produksi HEV sudah memperlihatkan hasil positif.

Disamping itu, mayoritas kendaraan hybrid yang dipasarkan di Indonesia juga telah diproduksi secara lokal.

"Sekarang hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini jadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV (battery electric vehicle)," kata Airlangga dari Sumbernya.

Menurutnya tujuan pemberian insentif guna mendorong produksi lokal serta peningkatan kandungan dalam negeri pada kendaraan hybrid sudah tercapai.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid dari pabrik ke diler atau wholesales mencapai 42.366 unit selama Januari-Juni 2026.

Total itu naik 47 persen dibanding periode serupa tahun lalu, ketika penjualan HEV tercatat sejumlah 28.817 unit.

Kinerja produksi juga memperlihatkan perkembangan.

Pada semester I/2026, produksi HEV mencapai 57.234 unit, naik 39,9 persen dibanding 40.903 unit pada periode serupa tahun lalu.

Pertumbuhan HEV itu memang masih berada di bawah BEV dari sisi penjualan.

Wholesales mobil listrik berbasis baterai meraih 69.739 unit pada semester I/2026, melonjak 80,8 persen dari 38.576 unit pada periode serupa tahun sebelumnya.

Namun, produksi BEV masih jauh lebih rendah dibanding HEV.

Selama Januari-Juni 2026, produksi BEV tercatat 36.969 unit atau naik 260 persen dari 10.262 unit pada semester I/2025.

Informasi itu menunjukkan industri HEV di Indonesia sudah mempunyai basis produksi yang lebih matang.

Sementara itu, industri BEV masih berada pada fase pengembangan kapasitas serta peningkatan lokalisasi.

Tags

Terkini