AMBON - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku mencatat perekonomian Maluku tumbuh 5,31 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,16 persen.
“Capaian positif pertumbuhan ekonomi Maluku utamanya disebabkan oleh kinerja solid lapangan usaha utama, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan, administrasi pemerintahan, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor,” kata dari Sumbernya Surya Alamsyah, di Ambon, Kamis.
Capaian tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29 persen.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh kinerja sejumlah lapangan usaha utama, terutama sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, administrasi pemerintahan, serta perdagangan besar dan eceran.
Berdasarkan lapangan usaha, menurut dia, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 5,11 persen (yoy).
Meski melambat dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 6,85 persen, sektor tersebut tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Maluku berkat meningkatnya produksi subsektor tanaman pangan dan perikanan.
Sementara itu, sektor administrasi pemerintahan mencatat pertumbuhan sebesar 5,76 persen (yoy), meningkat dari 3,07 persen pada triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong percepatan belanja pemerintah, termasuk pembayaran gaji ke-13, penambahan satuan kerja baru, serta rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Di sisi lain, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh 6,95 persen (yoy).
Meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 8,26 persen, kinerja sektor ini tetap kuat seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat pada berbagai momentum sosial dan keagamaan di Maluku.
“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Maluku akan tetap terjaga pada triwulan III 2026 dengan dukungan sejumlah sektor utama,” ujar dari Sumbernya.
Menurut Surya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diperkirakan kembali menguat seiring peningkatan produktivitas subsektor perikanan yang didukung bertambahnya kapasitas pengolahan serta meningkatnya permintaan bahan baku perikanan.
Selain itu, sektor administrasi pemerintahan diproyeksikan tetap tumbuh positif melalui percepatan realisasi belanja barang dan belanja modal pemerintah pada semester II 2026.
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga diperkirakan terus meningkat seiring berlanjutnya realisasi belanja modal pemerintah yang mendorong pembangunan infrastruktur dan aktivitas investasi di Provinsi Maluku.