Purbaya Sebut Spekulasi Bank Indonesia Masuk Kabinet Terlalu Cepat

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:23:07 WIB
Yudhi Sadewa. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan soal kabar bakal bergabungnya Bank Indonesia ke Kabinet Merah Putih.

Usai konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III, di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Senin (3/8/2026) kemarin, ia mengaku belum mendengar berita yang menyeret nama bank sentral tersebut.

Bahkan, menurutnya terlalu dini untuk berspekulasi terkait perubahan kelembagaan bank sentral.

“Yang bilang siapa? Nanti kami lihat lah perkembangannya seperti apa. Tapi terlalu dini kalau kami berspekulasi seperti itu,” kata dari Sumbernya.

Menurut Purbaya, dalam keadaan seperti ini -saat Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mundur dari jabatannya- perubahan sistem bank sentral bakal menimbulkan dampak yang kurang baik.

Sebaliknya, yang harus dilakukan oleh bank sentral saat ini ialah perbaikan.

Perbaikan ini, tutur Purbaya pun mesti dilakukan bersama-sama dengan anggota KSSK lainnya: Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan serta LPS.

Dus, kebijakan moneter yang nantinya bakal dikeluarkan oleh Bank Indonesia bisa lebih bertaji untuk kondisi perekonomian nasional.

“Kurang baik mengubah sistem yang ada. Tapi yang baik adalah memperbaiki kinerjanya kami semua itu. Kami lebih dekat dengan BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan supaya kebijakannya lebih sinergis, gitu aja. Itu aja yang dikejar mungkin,” jelas dari Sumbernya.

Selain soal rumor masuknya Bank Indonesia ke dalam kabinet, Purbaya juga menyanggah anggapan berkurangnya independensi bank sentral seiring dengan adanya perubahan sejumlah klausul dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Diketahui, lewat pengesahan revisi UU P2SK oleh DPR RI pada Juni 2026, memperluas ruang lingkup DPR terhadap evaluasi kinerja Bank Indonesia.

“Jadi gini, saya pernah tanya ke DPR kenapa sih ada situasi seperti itu. Dia bilang gini, kalau Menteri Keuangan, Presiden aja bisa dikasih warning keras oleh DPR. Kenapa Bank Sentral enggak itu aja,” terang dari Sumbernya.

Tetapi, apabila fungsi tersebut dijalankan secara transparan, Purbaya memandang tidak ada kendala yang akan mengancam independensi bank sentral.

“Tapi kalau dijalankan secara transparan enggak ada masalah itu,” tegas dari Sumbernya.

Tags

Terkini