Rupiah Masih Rentan Tergelincir, Begini Analisis dan Prediksinya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:22:48 WIB
Ilustrasi mata uang rupiah. ( sumber : net )

JAKARTA - Pengamat memprediksi nilai tukar rupiah (IDR) masih rentan terkoreksi terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Pada perdagangan Senin sore (3/8/2026), nilai tukar rupiah ditutup menguat 25 poin (0,14%) ke level Rp 17.997 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.022 per dolar AS.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diprediksi melemah di rentang Rp 17.990 - Rp 18.040 per dolar AS," ungkap dari Sumbernya dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Ibrahim membeberkan, rupiah menguat setelah penurunan tajam harga minyak dunia sebesar lebih dari US$5 per barel pada awal perdagangan di Asia, saat kekhawatiran terkait gangguan pasokan dari Timur Tengah mereda.

Hal itu setelah adanya sinyal pembicaraan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, setelah ketegangan kembali mereda antara AS dan Iran.

Di sisi lain, rupiah rentan berubah arah imbas fokus pasar terhadap prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan data ketenagakerjaan AS.

Sementara itu, penguatan rupiah saat ini didukung oleh sentimen tentang kinerja manufaktur Indonesia yang mencatat ekspansi di bulan Juli 2026.

Laporan S&P Global Indonesia Manufacturing Purchasing Managers' Index atau PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan kenaikkan ke level 50,2 pada Juli 2026 dari posisi 46,9 pada Juni 2026.

Selain itu, Indonesia juga mencatatkan deflasi sebesar 0,14% secara bulanan (month to month/MtM), setelah sebelumnya mencatat inflasi 0,44% pada Mei 2026.

Adapun pada Juli 2026, Indonesia mencatatkan inflasi 2,88% secara tahunan, menurut data Badan Pusat Statistik.

Kutipan artikel ini tayang di Investor.id dengan judul "Rupiah Masih Rentan Tergelincir, Begini Prediksinya".

Tags

Terkini