Fokus BI Jaga Rupiah dan Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:14:44 WIB
gedung bank indonesia jakarta. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Bank Indonesia memfokuskan kebijakan pada stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global pada Jumat (31/7/2026).

Langkah pendukung pertumbuhan ekonomi nasional juga terus dilakukan di tengah bayang-bayang kebijakan suku bunga acuan global, seperti dilansir dari Investor Daily.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kecenderungan concern terhadap situasi ekonomi global masih membayangi.

Bank Sentral Amerika Serikat diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama, yang turut memengaruhi pasar emerging market seperti Indonesia.

“Situasinya, suku bunga tinggi, yield Treasury Bond tinggi, ini akan berdampak ke emerging market seperti Indonesia.

Hal ini tentu akan mempengaruhi kebijakan BI,” kata Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti dari Sumbernya.

Menghadapi dinamika tersebut, Bank Indonesia menetapkan penahanan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur periode 21-22 Juli 2026.

Kebijakan ini diambil untuk merespons fluktuasi harga aset domestik serta tekanan pada inflasi pangan.

“Kita masih melihat ketidakstabilan dari aset-aset domestik seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia).

Kita juga melihat tantangan dalam inflasi pangan,” ujar Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti dari Sumbernya.

Guna memperkuat stabilitas nilai tukar, ketersediaan aliran dana asing atau inflow menjadi krusial.

Kenaikan BI-Rate hingga 100 bps sejak periode Mei hingga Juni 2026 telah memicu repricing aset domestik, yang berhasil menarik pasokan dana asing ke instrumen SBN dan SRBI hingga mencapai Rp195 triliun atau setara US$10 miliar.

“Ini sangat penting untuk memperkuat cadangan devisa, dan rupiah dapat kami manage lebih stabil,” ungkap Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti dari Sumbernya.

Terkini