JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bahwa kondisi kecukupan dana segar perbankan di tanah air bakal senilai konstan dipertahankan.
Pihak BI mengantongi sarana khusus demi menjamin ketersediaan dana segar institusi perbankan tetap melimpah, di mana salah satunya diterapkan melalui instrumen kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM).
Memasuki penghujung bulan Juni 2026, Destry memaparkan bahwa lewat stimulus tersebut, BI terdata telah menggelontorkan dana segar senilai Rp 497 triliun bagi institusi perbankan yang mengalokasikan pinjaman selaras dengan agenda prioritas milik pemerintah.
"Bank kasih kredit ke program pemerintah dapat kembalian dari BI. Per Juni Rp 497 T itu dana di BI kita kembalikan ke bank," kata Destry dalam program Investment Forum 2026 CNBC Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Melalui penerapan aturan ini, Destry merasa optimistis laju ekspansi pinjaman perbankan bakal terus melaju hingga menyentuh level dua digit untuk masa mendatang.
Pada periode Mei 2026 kemarin, pertumbuhan alokasi pinjaman terdata sudah hampir menyentuh level 12% yoy, atau berada tepat pada angka 11,51%.
"Pertumbuhan kredit bank per Mei mendekati 12%. Juni diperkirakan mendekati angka itu," ujar Destry.