BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Rilis KPR Syariah Flat hingga 30 Tahun

Senin, 13 Juli 2026 | 11:25:51 WIB
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. (Sumber: NET)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menjalin kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan guna menghadirkan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah untuk para pekerja.

Melalui sinergi ini, para anggota aktif dari BPJS Ketenagakerjaan dapat memperoleh akses pembiayaan produk BSI Griya dengan masa tenor mencapai 30 tahun serta jumlah cicilan yang bersifat tetap hingga periode pembiayaan berakhir.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bahwa pemenuhan terhadap kebutuhan tempat tinggal merupakan elemen krusial bagi kehidupan pekerja beserta keluarganya.

Pihak BSI juga mengamati adanya peningkatan jumlah generasi muda yang berkeinginan mempunyai hunian pribadi lewat sistem pembiayaan syariah.

Di samping itu, BSI memiliki terobosan layanan berupa BSI Griya yang diformulasikan demi memenuhi keperluan kaum muda yang kala ini mendominasi portofolio kredit pemilikan rumah di BSI.

Lewat penerapan prinsip syariah, jumlah angsuran pembiayaan bersifat konstan sehingga pengaturan finansial bagi keluarga pekerja dapat menjadi lebih terukur.

"Jadi dengan melihat peluang ini, dari semangat dari BPJS juga ingin memberikan manfaat kepada para pekerja untuk punya rumah, dan di saat yang sama mereka kepengen punya rumah dengan prinsip syariah, saya rasa ini ketemu dan ini merupakan kolaborasi yang sangat baik," ujarnya di Grha BPJamsostek, Jakarta, Jumat (10/6/2026).

Selain memberikan stimulus bagi pekerja untuk memiliki tempat tinggal, lewat kemitraan ini, BSI turut berkomitmen mendorong para peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam merancang kebutuhan finansial jangka panjang mereka.

Langkah tersebut diwujudkan mulai dari penyediaan instrumen tabungan haji hingga investasi berbentuk emas lewat produk tabungan haji serta tabungan emas milik BSI.

"Jadi akhirnya komplet, para pekerja ini tidak hanya sejahtera karena punya rumah, tapi sejahtera juga untuk perencanaan ke depannya, apalagi ada dana JHT yang bisa didapat. Saya rasa ini dua hal yang saling melengkapi baik dari JMO dan Byond dan kami BSI akan mendukung penuh," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menuturkan bahwa kolaborasi bersama BSI ini merupakan bagian dari realisasi program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan khusus bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui kehadiran kerja sama ini, para anggota BPJS Ketenagakerjaan kini mempunyai pilihan fasilitas pembiayaan KPR dengan menggunakan skema syariah.

Sebab selama masa operasionalnya, program MLT perumahan tersebut baru menjalin kemitraan dengan empat lembaga perbankan konvensional.

"Kami BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia untuk pemberian manfaat layanan tambahan, khususnya untuk pembiayaan perumahan berbasis syariah bagi para pekerja kami," kata Saiful.

Dalam proses realisasinya, pihak BPJS Ketenagakerjaan bersama BSI bakal mengunjungi korporasi-korporasi untuk menawarkan program hunian ini secara langsung kepada para staf.

"Nanti kami kerja sama dengan para pemberi kerja, kami hadir ke satu lokasi, kemudian siapa saja pekerjanya yang ingin memanfaatkan bantuan MLT ini," ungkapnya.

Untuk langkah awal, BPJS Ketenagakerjaan bakal menginstruksikan kantor wilayah yang berada di DKI Jakarta, Banten, serta Jawa Barat guna melakukan pemetaan korporasi sekaligus menghitung jumlah staf yang berpotensi menyerap program ini.

Meski begitu, Saiful masih enggan memaparkan secara rinci mengenai target total pekerja yang bakal memperoleh kucuran kredit rumah lewat BSI tersebut.

Menurut pandangannya, target capaian baru akan diformulasikan setelah mengacu pada hasil pemetaan dari tiap-tiap kantor wilayah terkait.

"Saya tidak ingin muluk-muluk, tapi supaya benar-benar kami terstruktur jelas, masing-masing kanwil tadi di saya ada Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Mereka misalkan nih dalam 3 bulan ke depan akan hadir ke lokasi mana, ke pembeli kerja mana, dengan total jumlah pekerja berapa. nah dari situ nanti kemudian kami pastikan ini bisa kami kerjakan," tutur Saiful.

Terkini