Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Rentang Rp17.850–Rp18.100 Sepekan Ini

Senin, 06 Juli 2026 | 15:34:51 WIB
Ilustrasi Mata Uang (Sumber foto: NET)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin 6 Juli 2026. Pengamat memproyeksikan rupiah ditutup di kisaran Rp17.910–Rp17.970 per dolar AS, sementara dalam sepekan ke depan diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.850–Rp18.100 per dolar AS.

Berdasarkan data TradingView, rupiah pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026, menguat 44 poin ke posisi Rp17.945 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,14 persen ke level 100,70.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. “Investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah menyetujui hampir semua yang AS butuhkan. Ini menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar,” ujarnya.

Meski demikian, laporan lain menyebutkan bahwa Iran menolak proposal terkait Selat Hormuz sebagai imbalan pencairan dana yang dibekukan. Sinyal beragam ini membuat risiko geopolitik tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Selain sentimen global, penerimaan pajak Indonesia juga menjadi sorotan. Laporan OECD mencatat penerimaan pajak penghasilan hanya naik tipis 0,07 persen dari Rp1.061,24 triliun pada 2023 menjadi Rp1.061,94 triliun pada 2024. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan total penerimaan pajak yang naik Rp103 triliun pada periode yang sama.

Dengan mempertimbangkan faktor geopolitik dan data ekonomi domestik, rupiah diperkirakan masih berpeluang menguat pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, meski pergerakannya tetap dipengaruhi oleh perkembangan global dan laporan ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Terkini