Harga Emas Global Tembus Bawah USD4.000 per Ons, Kuartalan Terburuk Sejak 2013

Rabu, 01 Juli 2026 | 08:14:17 WIB
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga emas global kembali melemah pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, dan berada di jalur mencatat kinerja kuartalan terburuk sejak 2013. Logam mulia tertekan oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), penguatan dolar AS, serta kekhawatiran terhadap inflasi.

Dikutip dari Investing.com, Rabu (1/7/2026), harga emas spot turun 0,1 persen menjadi USD4.011,82 per ons, sementara emas berjangka melemah 0,3 persen ke USD4.026,30 per ons. Sepanjang kuartal II 2026, harga emas spot tercatat turun sekitar 14,1 persen dan sempat menembus di bawah level psikologis USD 4.000 per ons pada 24 Juni, pertama kali sejak November tahun lalu.

Pelaku pasar pekan ini mencermati sejumlah indikator tenaga kerja AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Sebelumnya, indikator inflasi pilihan The Fed pada Mei mencatat kenaikan tahunan tertinggi sejak Oktober 2023, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan kerja pada Mei mencapai 7,594 juta, lebih tinggi dari ekspektasi 7,296 juta dan sedikit di atas revisi April sebesar 7,585 juta. Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen AS versi Conference Board naik menjadi 91,2 pada Juni dari 90,6 pada Mei.

Kepala Pasar AJ Bell, Dan Coatsworth, menilai penurunan emas sepanjang paruh pertama 2026 cukup tajam.

“Emas jatuh di bawah USD4.000 per ons, mengakhiri paruh pertama yang mengecewakan bagi logam mulia ini. Emas sempat mendekati USD5.400 pada Januari tetapi telah kehilangan daya tariknya sejak dimulainya perang Iran,” kata Coatsworth.

Terkini