SUMATRA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan Rp2,2 triliun untuk percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana di Sumatra. Seluruh aspek pendukung pembangunan hunian tetap telah disiapkan.
“Kesiapan kebijakan sudah siap, program dan anggaran juga sudah disiapkan dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun. Desain hunian tetap beserta prasarana, sarana, dan utilitasnya juga sudah siap menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan bata interlock presisi,” ujarnya.
Pemerintah daerah turut membantu proses penyediaan lahan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat segera berjalan. Kementerian PKP juga menyiapkan sumber daya manusia pendukung di wilayah terdampak, yakni 57 personel di Aceh, 35 personel di Sumatra Utara, dan 30 personel di Sumatra Barat.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PKP menyarankan pelibatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai tata kelola yang baik.
Selain itu, pembangunan Huntap menggunakan teknologi RISHA dan bata interlock presisi karena telah banyak digunakan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Indonesia. RISHA akan digunakan untuk pembangunan huntap komunal di Aceh dan Sumatra Utara, sedangkan bata interlock presisi akan digunakan di Sumatra Barat.