JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa rencana penerapan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan tenor hingga 40 tahun merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini ditujukan agar masyarakat lebih mudah membayar cicilan rumah.
Menurutnya, arahan tersebut kini sedang dipersiapkan agar dapat dijalankan dengan tata kelola yang baik. "Prinsipnya itu bukan untuk ditawar-tawar lagi, tapi untuk dijalankan sesuai tata kelola yang benar," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sangat baik untuk memberikan kemudahan bagi rakyat agar cicilan rumah menjadi lebih ringan. Skema tenor panjang tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Ara menjelaskan, keputusan terkait kebijakan harus dibahas bersama anggota komite yang terdiri dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait. "Kami lagi mencari waktu yang cocok karena harus dengan Komite Tapera. Dalam Komite Tapera itu ada saya, ada Menteri Keuangan, ada Menteri Tenaga Kerja serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," jelasnya.
Pihaknya juga telah mempelajari dan membahas dengan perbankan maupun Sarana MultyFinance (SMF) untuk segera dibawa ke rapat Tapera.
Sementara itu, data PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, mendominasi pasar KPR dengan porsi mencapai 95,3 persen. Perubahan perilaku masyarakat turut mendorong digitalisasi sektor properti.
"Data menunjukkan 63,5 persen pencarian hunian berasal dari kelompok Gen Z dan milenial usia 18 hingga 44 tahun. Mereka kini menjadi motor utama permintaan properti di Indonesia," keterangannya.
BTN memperkirakan jumlah penduduk dari kelompok usia tersebut mencapai sekitar 140,3 juta jiwa atau hampir 49,3 persen dari total populasi Indonesia. Kondisi ini menjadikan generasi muda sebagai pasar utama industri perumahan nasional.
Untuk menangkap potensi tersebut, BTN menjalin kerja sama dengan platform properti Rumah123. Melalui kolaborasi ini, layanan pencarian hunian dan akses pembiayaan KPR akan diintegrasikan dalam satu ekosistem digital.
Pengguna Rumah123 nantinya dapat mengakses fitur pengecekan kesiapan KPR BTN dan memperoleh pendampingan dalam proses pengajuan pembiayaan. Sebaliknya, pengguna Bale by BTN dapat mengakses jutaan listing properti yang tersedia di Rumah123.