Syarat Pengajuan KUR BSI Juni 2026 untuk Pinjaman Hingga Rp100 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:26:00 WIB
Ilustrasi KUR (sumber foto: NET)

JAKARTA - Informasi mengenai tabel KUR BSI Juni 2026 banyak dicari pelaku UMKM yang sedang mencari tambahan modal usaha dengan skema pembiayaan syariah dan angsuran yang terjangkau.

Melalui program Kredit Usaha Rakyat, Bank Syariah Indonesia menyediakan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari modal kerja hingga pengembangan bisnis.

Plafon yang ditawarkan cukup beragam, sehingga bisa disesuaikan dengan skala usaha masing-masing nasabah. Dengan melihat daftar simulasi tersebut, calon peminjam dapat memperkirakan besaran cicilan yang harus dibayar setiap bulan sebelum mengajukan pembiayaan.

Simulasi ini penting untuk membantu pelaku usaha menyusun perencanaan keuangan yang lebih matang. Program ini juga menjadi pilihan menarik karena menggunakan prinsip syariah dan menawarkan tenor yang fleksibel sesuai kebutuhan debitur.

Pada tahun 2026, pihak perbankan menyediakan fasilitas kredit ini dengan plafon pembiayaan mulai Rp1 juta hingga Rp500 juta, tergantung pada kategori pembiayaan yang dipilih. Untuk segmen Super Mikro dan Mikro, jangka waktu pembiayaan umumnya tersedia hingga 36 bulan. Pada beberapa jenis pembiayaan tertentu, tenor bahkan dapat mencapai 48 bulan.

Besaran angsuran yang harus dibayar setiap bulan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:

Jumlah pembiayaan yang diajukan

Jangka waktu atau tenor pinjaman

Margin pembiayaan yang berlaku sesuai ketentuan bank

Mengacu simulasi cicilan di laman resmi, besaran angsuran reguler plafon Rp1 juta sampai Rp100 juta adalah sebagai berikut:

Pinjaman Rp1 juta

12 bulan: Rp86.066

24 bulan: Rp44.320

36 bulan: Rp30.421

Pinjaman Rp5 juta

12 bulan: Rp430.332

24 bulan: Rp221.603

36 bulan: Rp152.109

Pinjaman Rp10 juta

12 bulan: Rp860.664

24 bulan: Rp443.206

36 bulan: Rp304.219

Pinjaman Rp20 juta

12 bulan: Rp1.721.328

24 bulan: Rp886.412

36 bulan: Rp608.438

Pinjaman Rp30 juta

12 bulan: Rp2.581.992

24 bulan: Rp1.329.618

36 bulan: Rp912.658

Pinjaman Rp40 juta

12 bulan: Rp3.442.657

24 bulan: Rp1.772.824

36 bulan: Rp1.216.877

Pinjaman Rp50 juta

12 bulan: Rp4.303.321

24 bulan: Rp2.216.030

36 bulan: Rp1.521.096

Pinjaman Rp60 juta

12 bulan: Rp5.163.985

24 bulan: Rp2.659.236

36 bulan: Rp1.825.316

Pinjaman Rp70 juta

12 bulan: Rp6.024.650

24 bulan: Rp3.102.442

36 bulan: Rp2.129.535

Pinjaman Rp80 juta

12 bulan: Rp6.885.314

24 bulan: Rp3.545.648

36 bulan: Rp2.433.755

Pinjaman Rp90 juta

12 bulan: Rp7.745.978

24 bulan: Rp3.988.854

36 bulan: Rp2.737.974

Pinjaman Rp100 juta

12 bulan: Rp8.606.642

24 bulan: Rp4.432.061

36 bulan: Rp3.042.193

Perlu diperhatikan bahwa angka angsuran di atas merupakan simulasi. Besaran cicilan yang diterima nasabah dapat berbeda sesuai hasil analisis bank, tenor yang dipilih, serta kebijakan pembiayaan yang berlaku saat pengajuan.

Pihak perbankan menyediakan beberapa kategori yang disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha nasabah, yaitu:

KUR Super Mikro

Plafon pembiayaan hingga Rp10 juta

Umumnya tidak memerlukan agunan tambahan

Proses pengajuan relatif sederhana

Cocok untuk usaha yang baru berkembang

KUR Mikro

Plafon pembiayaan Rp10 juta sampai Rp100 juta

Dapat digunakan untuk modal kerja maupun investasi

Hingga plafon tertentu umumnya tidak membutuhkan jaminan tambahan

Tenor fleksibel sesuai kebutuhan usaha

Sebelum mengajukan pembiayaan, calon debitur perlu memenuhi sejumlah persyaratan berupa Warga Negara Indonesia, berusia minimal 21 tahun atau telah menikah, memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan, menyiapkan dokumen identitas diri dan dokumen usaha, serta memenuhi ketentuan pembiayaan yang berlaku.

Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi digital, kantor cabang terdekat, maupun kanal resmi yang disediakan bank. Setelah berkas diajukan, pihak bank akan melakukan proses verifikasi data, pengecekan kelayakan usaha, hingga survei lapangan sebelum pembiayaan disetujui dan dicairkan.

Dengan memahami daftar simulasi angsurannya, pelaku UMKM dapat menentukan jumlah pembiayaan yang sesuai kemampuan bayar sehingga arus kas usaha tetap sehat dan bisnis dapat berkembang lebih optimal.

Terkini