Emiten Sawit CBUT Raih Kredit Rp8,99 Triliun dari Bank BRI Demi Ekspansi

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:26:00 WIB
Ilustrasi Emiten pengolahan kelapa sawit PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) (sumber foto: NET)

JAKARTA - Emiten pengolahan dan hilirisasi kelapa sawit, PT Citra Borneo Utama Tbk, memperoleh fasilitas kredit senilai Rp8,99 triliun dari BRI. Pendanaan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta operasional perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan pada Rabu, 10 Juni 2026, ditandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Transaksi tersebut memiliki nilai plafon maksimal mencapai Rp8.995.400.000.000.

Fasilitas pembiayaan tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan atau operasional perseroan. Jangka waktu fasilitas kredit berlaku selama 24 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

“Bank BRI memberikan fasilitas kredit kepada perseroan dengan jumlah maksimal sebesar Rp8,995 triliun,” tulis manajemen.

Disampaikan pula bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara perseroan dan pihak perbankan dalam transaksi tersebut. Dengan demikian, fasilitas kredit itu merupakan transaksi yang dilakukan dengan pihak independen.

Pelaksanaan perjanjian fasilitas kredit tersebut dipastikan tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Pada tahun 2026, perseroan menargetkan volume produksi 1,16 juta ton, naik 51,79 persen dari realisasi 603.670 ton pada tahun 2025. Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan diharapkan naik 59,60 persen menjadi Rp23,43 triliun pada tahun 2026 dari sebelumnya Rp13,97 triliun, dan laba bersih Rp240,31 miliar, meningkat 44,18 persen dari Rp106,17 miliar pada tahun 2025.

Perseroan tengah menyiapkan motor pertumbuhan baru melalui penyelesaian pabrik Refinery dan Fractionation II yang memiliki kapasitas 1.500 tons per day. Saat ini, fasilitas produksi tersebut sedang memasuki tahap commissioning yang dijadwalkan rampung pada Juli 2026.

Kehadiran pabrik baru ini akan memperkuat fasilitas yang sudah ada dengan kapasitas produksi Refinery sebesar 2.500 tons per day, Kernel Crushing Plant 600 tons per day, serta Molding dan Filling Plant sebesar 200 tons per day.

"Adanya pabrik baru akan meningkatkan volume penjualan olein dan stearin sehingga mendorong pendapatan CBUT. Kami berharap dapat mencapai target yang sudah dicanangkan," tuturnya.

Terkini