JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempunyai kans besar untuk bangkit dan menguji kisaran level 6.065 sampai dengan 6.256 pada sesi transaksi akhir pekan.
Harapan akan adanya pembalikan arah ke zona hijau ini mencuat setelah barometer pasar modal domestik tersebut bertengger di zona merah pada akhir sesi sebelumnya. Di tengah dinamika ini, sejumlah emiten masuk dalam pantauan radar investasi, seperti MEDC, PGAS, SMDR, dan VKTR.
Pada agenda transaksi Kamis (11/6/2026), laju indeks saham mengalami penyusutan nilai sebesar 0,28 persen ke posisi 5.886 akibat tertekan oleh tingginya volume penjualan. Dari sisi analisis teknikal, posisi pergerakan grafik instrumen acuan ini diproyeksikan sedang melintasi area gelombang mikro dari struktur besarnya. “Sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.065-6.256 sekaligus MA20-nya,”
Untuk aktivitas perdagangan hari ini, area penyangga batas bawah atau support indeks saham diproyeksikan berada pada rentang angka 5.594 dan 5.344.
Sementara itu, batas atas atau area resistance diperkirakan akan berada pada kisaran angka 5.941 dan 6.065. Sederet perusahaan publik yang dinilai prospektif untuk dipantau secara berkala meliputi MEDC, PGAS, SMDR, serta VKTR.
Saham MEDC tercatat mengalami penguatan sebesar 1,67 persen menuju level 1.215 dengan sokongan volume pembelian yang menunjukkan peningkatan. Saat ini, posisi pergerakan saham MEDC diperkirakan tengah berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness:
1.190-1.210
Target Price:
1.290, 1.390
Stoploss:
below 1.155
Saham PGAS terpantau mengalami koreksi sebesar 2,60 persen menuju level 1.500 dengan disertai adanya tekanan jual. Posisi pergerakan saham PGAS saat ini diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave 4 dari wave C.
Trading Buy:
1.440-1.485
Target Price:
1.570, 1.635
Stoploss:
below 1.405
Saham SMDR mengalami penurunan sebesar 0,72 persen menuju level 274, namun pergerakannya masih didominasi oleh adanya volume pembelian. Posisi dari saham ini diperkirakan tengah berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Trading Buy:
270-274
Target Price:
286, 296
Stoploss:
below 268
Saham VKTR tercatat mengalami koreksi sebesar 4,76 persen menuju level 600, diiringi oleh tekanan jual. Posisi pergerakan dari saham ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness:
585-600
Target Price:
655, 695
Stoploss:
below 575
Mengacu pada data transaksi bursa paling gres, posisi indeks finis dengan pelemahan sebesar 0,28 persen di level 5.886,03 pada perdagangan hari Kamis (11/6).
Indeks saham sempat menyentuh area tertinggi intraday pada level 6.010,49. Namun, runtuhnya harga saham dari korporasi berkapitalisasi raksasa sekelas BREN, BBRI, serta BMRI akhirnya ikut menarik posisi indeks ke zona merah.
Langkah koreksi ini sekaligus mematahkan rangkaian reli penguatan yang sempat terjadi dalam dua hari berturut-turut, yaitu lonjakan sebesar 7,57 persen pada hari Selasa (9/6/2026) dan kenaikan sebesar 2,71 persen pada hari Rabu (10/6/2026). Jika dihitung dari posisi saat ini, rapor indeks saham tercatat masih menyusut sebesar 0,93 persen dalam sepekan terakhir serta anjlok sebesar 31,93 persen secara year-to-date (YtD).
Situasi pasar modal saat ini dianalisis memperlihatkan bahwa fase risiko krusial sebetulnya telah terlewati. Walau demikian, tingkat kepercayaan dari para investor terpantau belum pulih secara menyeluruh dan aktivitas pemodal internasional pun masih menorehkan aksi jual bersih. “IHSG saat ini ada di awal fase ‘Berharap’ dalam siklus psikologi investor,”
Sesudah dihantam oleh gelombang pelepasan portofolio yang terjadi secara masif semenjak awal tahun ini, munculnya technical rebound dalam dua hari kemarin menjadi sebuah indikasi awal bahwa kepanikan massa di bursa mulai mereda.
Valuasi dari harga saham emiten dinilai belum masuk kategori mahal, sementara banyak perusahaan yang mempunyai kinerja fundamental solid justru ditawarkan pada level harga yang sangat menggiurkan.
“Bagi investor jangka menengah-panjang fokuslah ke akumulasi bertahap di saham fundamental kuat, sambil pantau keadaan arus asing,”