IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini dan Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Kamis, 11 Juni 2026 | 09:04:03 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk bergerak di zona hijau pada sesi perdagangan Kamis (11/6/2026). Sejumlah pengamat pasar modal pun telah mempersiapkan rangkaian saham pilihan yang potensial bagi para investor.

Jika merujuk pada pembaruan data pasar pada Rabu (10/6/2026), laju indeks saham gabungan pada penutupan sebelumnya sukses mencatatkan lonjakan sebesar 2,71% atau bertambah sebanyak 155,73 poin menuju posisi level 5.902.

Kondisi tersebut diiringi dengan catatan sebanyak 600 saham yang berakhir menguat, 203 saham bergerak stagnan, serta ada 156 saham yang ditutup mengalami pelemahan.

Sebagian besar saham dengan nilai kapitalisasi pasar raksasa di bursa domestik berhasil memperlihatkan performa yang positif. Berikut adalah rincian mengenai posisi penutupan dari deretan saham-saham berkapitalisasi besar tersebut:

  • BBCA naik 9,71% ke Rp5.650
  • BREN menguat 3,18% ke Rp4.220
  • BBRI naik 3,23% ke Rp2.880
  • DCII naik 3,83% ke Rp180.150
  • BMRI menguat 4,16% ke Rp4.260
  • BYAN naik 2,86% ke Rp9.875
  • MORA naik 1,27% ke Rp6.000
  • TLKM menguat 7,25% ke Rp2.810
  • ASII menguat 0,64% ke Rp4.700
  • AMMN koreksi 2,93% ke Rp3.310

Berdasarkan hasil analisis teknikal, posisi indeks saham gabungan saat ini diperkirakan tengah berada di dalam area bagian dari wave [iv] dari wave 3. "IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.065-6.256 sekaligus MA20-nya," seperti dikutip dalam riset tersebut.

Para analis memperkirakan bahwa titik batas bawah atau support indeks saham gabungan saat ini berada pada kisaran level 5.594 dan 5.344. Sementara itu, titik batas atas atau resistance diproyeksikan akan berada pada rentang level 5.941 dan 6.065.

Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati pilihan strategi berupa buy on weakness pada beberapa saham seperti AMMN, BIPI, MINA, dan WIFI.

Dorongan sentimen yang positif bagi pergerakan pasar datang dari menguatnya posisi nilai tukar mata uang rupiah, adanya koreksi pada pergerakan harga minyak internasional, serta meningkatnya rasa optimisme dari para pemodal terhadap kebijakan pemerintah setempat dalam menyikapi fluktuasi di pasar modal dalam negeri.

Melalui perpaduan antara kondisi pasar global serta internal yang berangsur membaik, indeks saham gabungan diproyeksikan mempunyai ruang untuk merangkak naik demi menyentuh level psikologis baru. "Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguji level psikologis di level Rp6.000," tulis tim riset.

Terkini