Indeks Harga Saham Gabungan 8 Juni 2026 Dibuka Merah ke Level 5.412

Senin, 08 Juni 2026 | 15:40:55 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pembukaan perdagangan hari Senin, 8 Juni 2026, terpantau langsung melemah dan bergerak pada zona merah di level 5.400-an.

Per pukul 09.05 WIB, laju indeks saham dilaporkan terkoreksi sebesar 182,44 poin atau setara dengan 3,26%, dan berada di level 5.412,32.

Pergerakan indeks pada awal sesi perdagangan ini berada dalam rentang harga paling rendah pada angka 5.370,32 sampai angka paling tinggi pada level 5.490,11.

Nilai akumulasi transaksi yang terjadi di pasar modal pada pagi hari ini tercatat menyentuh nominal Rp1,92 triliun dengan melibatkan perdagangan sebanyak 2,78 miliar lembar saham.

Aktivitas investasi tersebut terpantau ditransaksikan oleh para pelaku pasar sebanyak 186.761 kali.

Pada situasi awal pembukaan perdagangan tersebut, tercatat hanya ada sebanyak 55 saham yang posisinya menguat.

Sementara itu, sebanyak 536 saham dilaporkan bergerak melemah dan sebanyak 109 saham lainnya terpantau berada dalam kondisi stagnan.

Koreksi massal juga serentak melanda jajaran saham bank besar di Indonesia pada pagi hari ini.

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA terpantau merosot hingga 4% menuju ke level Rp4.800 per lembar.

Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI ikut melemah sebesar 2,60%.

Kondisi penurunan serupa juga dialami oleh saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI yang jatuh sebesar 3,43%.

Serta saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI yang mencatatkan penurunan sebesar 2,55%.

Akibat penurunan yang terjadi secara berturut-turut tersebut, akumulasi performa IHSG kini tercatat sudah berkurang sebanyak 22,35% dalam hitungan bulanan.

Apabila dihitung berdasarkan periode tiga bulanan, kinerja indeks saham dalam negeri ini dilaporkan sudah menyusut sebesar 24,57%.

Sedangkan dalam rentang waktu enam bulanan, posisi indeks pasar modal domestik ini tercatat sudah merosot sedalam 35,29%.

Sebagai informasi pelengkap, posisi indeks saham Garuda pada penutupan akhir perdagangan pekan yang lalu dilaporkan terlempar ke level 5.500.

Hal tersebut menandakan bahwa tren pelemahan pergerakan saham di bursa domestik ini masih terus berlanjut sampai awal perdagangan pekan ini.

Laju pergerakan indeks terpantau telah berkurang sebesar 4,20% ke level 5.594,76 pada sesi penutupan perdagangan hari Jumat, 5 Juni kemarin.

Kondisi tersebut memperlihatkan pembalikan arah setelah indeks sempat dibuka naik ke level 5.860,67 pada awal jam perdagangan hari itu.

Hingga masa akhir sesi perdagangan pekan lalu, volume saham yang ditransaksikan terkumpul sebanyak 37,41 miliar dengan perputaran nilai nominal mencapai Rp31,46 triliun.

Adapun kuantitas frekuensi transaksi saham yang terjadi di bursa tercatat sebanyak 2.194.550 kali sampai penutupan perdagangan hari tersebut.

Terkini