Pergerakan Kurs Rupiah Per 8 Juni 2026 Berpotensi Menuju Rp18.250 Jual

Senin, 08 Juni 2026 | 13:42:24 WIB
Ilustrasi Mata Uang (sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari Senin, 8 Juni 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif, tetapi cenderung ditutup melemah.

Prediksi pergerakan ini berada pada rentang Rp17.950 sampai Rp18.250 per dolar AS.

Mata uang rupiah sebelumnya ditutup menguat 0,19 persen ke level Rp18.012 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.

Kendati demikian, mata uang Garuda masih mencatat pelemahan sekitar 8,01 persen sepanjang tahun berjalan 2026.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi terhadap dolar AS.

Yuan China ditutup menguat 0,06 persen, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, dan yen Jepang naik 0,06 persen terhadap dolar AS.

Lalu won Korea melemah 0,52 persen terhadap dolar AS, dolar Singapura naik 0,08 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, dan dolar Taiwan turun 0,02 persen terhadap dolar AS sore ini.

Pergerakan rupiah pada perdagangan intraday akhir pekan lalu sempat melemah 55 poin.

Sentimen yang menyertai pasar keuangan adalah adanya kekhawatiran pasar akan gagalnya perdamaian Amerika Serikat-Iran.

Pada Senin malam, AS disebut telah melancarkan serangan baru pada lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran Selatan.

Aksi militer baru ini sebagian besar mengimbangi sejumlah laporan sebelumnya yang menyatakan kedua negara telah mencapai kesepakatan kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

"Harga minyak turun tajam pada hari Senin setelah laporan-laporan ini, meskipun kurangnya kejelasan di lapangan membatasi penurunan harga minyak mentah,"

Sementara dari domestik, sentimen datang dari adanya krisis kepercayaan terhadap krisis ekonomi Indonesia yang sudah mulai nampak di depan mata.

Kondisi ini membuat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum jelas sampai kapan terus berlanjut.

Dari sektor ketenagakerjaan, terjadi lonjakan PHK dalam sebulan terakhir.

Kondisi tersebut mulai berdampak pada sejumlah perusahaan yang melakukan efisiensi hingga menghentikan operasional.

"Tekanan terhadap industri bukan hanya dipicu pelemahan rupiah, tetapi juga konflik geopolitik global yang mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri nonsubsidi yang turut menambah biaya produksi perusahaan,"

Beberapa sektor industri yang diterpa PHK akhir-akhir ini antara lain sebagai berikut:

  • Sektor elektronik
  • Sektor otomotif
  • Industri tekstil
  • Garmen
  • Alas kaki

Potensi PHK di sektor industri formal tersebut dapat mencapai 9.000 pekerja dalam tiga bulan ke depan.

"Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terdampak PHK mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026 dan dimungkinkan PHK besar akan berlanjut di bulan berikutnya,"

Berdasarkan data analisis finansial pada pukul 09:10 WIB, rupiah dibuka melemah sebesar 0,39 persen ke level Rp18.126 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi sejumlah mata uang Asia lainnya.

Hal ini ditunjukkan oleh Yen Jepang terhadap dolar AS yang melemah 0,04 persen, diikuti oleh dolar Taiwan yang turun 0,43 persen, dan peso Filipina terhadap dolar AS turut terdepresiasi 0,33 persen.

Ringgit Malaysia terhadap dolar AS ikut melemah 0,94 persen, dan baht Thailand melemah 0,19 persen.

Sementara itu, dolar Singapura terhadap dolar AS menguat tipis 0,01 persen dan won Korea menguat 0,52 persen.

Rupee India menguat 0,89 persen terhadap dolar AS, serta yuan China mengalami penguatan 0,07 persen.

Di sisi lain dolar Hong Kong terpantau stagnan.

Terkini