IHSG Dibuka Melemah 1,3 Persen di Tengah Tekanan Rupiah ke Rp 18.000

Kamis, 04 Juni 2026 | 14:33:20 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak di zona merah pada awal perdagangan Kamis (4/6/2026), seiring tekanan di hampir seluruh sektor dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

IHSG dibuka pada level 5.919,57 atau turun 0,36 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Hingga pukul 09.08 WIB, tekanan jual meningkat sehingga indeks melemah 1,30 persen ke level 5.864,04.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan volume transaksi 4,036 miliar saham dan nilai Rp 2,544 triliun. Sebanyak 499 saham melemah, sementara 110 saham menguat dan 350 lainnya stagnan.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, indeks utama lain seperti LQ45, IDX30, dan KOMPAS100 juga bergerak negatif. Tekanan terjadi merata di seluruh sektor, dengan pelemahan terdalam dialami sektor infrastruktur dan barang baku.

Di tengah kondisi pasar yang melemah, beberapa saham LQ45 masih mencatatkan kenaikan. Saham ADMR memimpin penguatan sebesar 3,45 persen, diikuti TLKM sebesar 1,40 persen dan BUMI sebesar 1,35 persen.

Sementara itu, tekanan di pasar saham terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kurs rupiah sempat menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS, yang menjadi salah satu posisi terlemah sepanjang sejarah.

Sentimen negatif juga terlihat di mayoritas bursa saham Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,94 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,06 persen, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 2,05 persen.

Tekanan yang terjadi mencerminkan sentimen negatif yang merata di pasar saham kawasan Asia pada awal perdagangan Kamis. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap arus modal keluar dari pasar keuangan domestik.

Terkini