JAKARTA - Bank Indonesia telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6 persen. Selain itu, deposit facility dan lending facility juga diturunkan masing-masing menjadi 5,25 persen dan 6,75 persen.
Keputusan tersebut di luar ekspektasi konsensus yang sebelumnya memperkirakan BI Rate tidak berubah. Sejumlah bank pun langsung merespons kebijakan bank sentral tersebut dengan berbagai program, termasuk CIMB Niaga yang menawarkan cashback.
CIMB Niaga menyambut baik keputusan bank sentral tersebut dan telah menurunkan suku bunga, khususnya untuk produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Program ini juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun bank.
“Terkait suku bunga, sebetulnya ini salah satu yang kami udah antisipasi. Jadi menyambung dengan ulang tahun CIMB Niaga, kami juga ada program khusus. Jadi sebelum BI rate ataupun fund rate itu dikurangi, kami juga ada program sebetulnya cashback sampai 1 persen untuk di tahun pertama. Kami sudah menurunkan sebelum pengumuman. Jadi, ada program untuk cashback sebesar 1 persen, dan itu akan diberikan setiap bulan, mengurangi angsuran selama setahun pertama, jadi itu value untuk KPR,” ujar Noviady.
Lebih lanjut, untuk kredit pemilikan mobil (KPM), penyesuaian akan dilakukan pada Oktober 2024 mendatang. Hal serupa juga akan berlaku untuk penyesuaian suku bunga dana seiring dengan pengumuman bank sentral.
Diharapkan bisnis kredit konsumer dapat tumbuh 7 persen hingga 8 persen secara tahunan hingga akhir tahun 2024. Sektor KPR sendiri ditargetkan mampu tumbuh 4 persen hingga 5 persen secara tahunan.
Kebijakan Bank Indonesia dalam menurunkan suku bunga ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ini menjadi langkah penurunan suku bunga pertama sejak April 2024.